Informasi

Mengenal Lebih Dekat Program dan Sisi Lain Cagub-Cawagub di Pilkada Jabar 2018




Kandidat Paslon Pilgub Jabar di Kompas TV

Rangkaian kegiatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Pikada Jawa Barat 2018 memasuki tahap pengenalan setiap pasanga cagub dan cawagub. Warga Jawa Barat mulai menggali informasi terkait sosok dan visi misi cagub-cawagub di Pilgub Jabar 2018. Salah satu stasiun televisi nasional Kompas TV menayangkan pengenalan para kandidat cagub-cawagub Jabar di program Rosi Episode Spesial "Kandidat Jawa Barat" pada Kamis, 22 Februari 2018 malam.

Dalam tayangan kali ini, pemirsa khususnya warga Jawa Barat bisa mengenal lebih dekat dengan sosok tiga pasangan calon yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik),  serta pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi (2DM). Untuk pasangan Tb. Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) tidak bisa hadir dalam program di Kompas TV kali ini. Pengenalan kandidat cagub-cawagub ini menjadi ajang "pemanasan" sebelum debat Pilgub Jabar 2018 yang akan diselenggarakan KPUD Jawa Barat bekerja sama dengan Kompas TV.

Acara yang dipandu Rosiana Silalahi menyajikan suasana serius tapi santai dan menjadi ajang para paslon untuk lebih memperkenalkan diri kepada masyarakat. Suasana kali ini jauh dari ketegangan dan adu argumen para paslon. Bahkan bisa dikatakan sangat menghibur, dimana para paslon pun terlihat akrab jauh dari kesan rivalitas dan kadang muncul banyolan-banyolan khas urang Sunda dari para paslon juga selipan bahasa Sunda yang mencerminkan Jabar pisan.

Penonton bisa menyaksikan bagaimana santainya Kang Ridwan Kamil saat diheureuyeun Rosi di depan Atalia yang duduk di kursi penonton. Juga bagaimana sisi lain Kang Ahmad Syaikhu yang ternyata fasih menyanyikan lagu Sunda ciptaannya. Atau Kang Deddy Mizwar yang tampak asyik terus ngagayem makanan yang ada di mejanya dan terus ditawari makanan lain oleh paslon lainnya yang bikin seuseurian sestudio.

Berikut ini beberapa bahasan tanya jawab yang disajikan dalam beberapa segmen:

1. Apa perubahan yang ditawarkan oleh para paslon di Pilgub Jabar 2018?
Dalam sesi ini, pasangan Rindu memaparkan bahwa konsep "Jabar Juara" yang keduanya usung. Ridwan Kamil memaparkan bahwa dengan modal datang dari pengalaman Uu Ruzhanul Umum sebagai Bupati Tasikmalaya dan dirinya sebagai Wali Kota Bandung akan membawa perubahan untuk Jawa Barat. Konsepnya berupa pemberdayaan potensi desa menjadi produktif dengan "Gerbang Desa" yakni satu desa satu perusahaan untuk mencegah urbanisasi, ketimpangan ekonomi.

Adapun pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) memaparkan bahwa Jawa Barat masih memiliki isu seputar kemiskinan di masyarakat, ketimpangan ekonomi, serta masalah lapangan kerja. Keduanya akan menciptakan lapangan kerja di Jabar dengan penyediaan lowongan-lowongan kerja dan mewujudukan Jabar termaju, takwa, aman, dan sejahtera berbasis nilai-nilai religius. Ahmad Syaikhu ingin menerapkan konsep membangun seperti Kota Bekasi, salah satunya kenaikan honor guru juga penambahan insentif RT dan RW.

Sementara pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memaparkan bahwa apa yang dibutuhkan masyarakat harus berbasi data.  Pasangan 2 DM sama dengan pasangana lain bahwa pengangguran harus diturunkan dengan uji kelayakan kompetensi para calon tenaga kerja. Untuk urusan pendidikan, menurut keduanya berhubungan dengan SDM dan lingkup sosial ekonomi. Untuk itu perlu adanya arah menuju dan dengan cara apa meningkatkan kualitas SDM tersebut.

Para paslon pun seirama dalam urusan penyediaan tenaga kerja dari jalur pendidikan dengan peningkatan kualitas keterampilan siswa SMA/SMK juga perguruan tinggi.

2. Survei kelemahan masing-masing paslon
Rosi memberikan data dari salah satu survei bahwa sosok Sudrajat kurang dikenal karena ia tinggal di Jakarta. Atas pertanyaan tersebut, Sudrajat menyarakan bahwa urusan kurang merakyat atau kurang dikenal bisa terpathkan saat dia jadi pemimpin nanti dengan kebijaksaan yang merakyat. Adapun Ahmad Syaikhi merasa kurang dikenal di lingkup Jabar karena selama ini ia fokus memimpin Kota Bekas. Ia akan lebih mempromosikan diri dengan sosialisasi visi misi, track record, juga success story selama ia memimpin Kota Bekasi.

Untuk pasangan 2DM, Deddy Mizwar menurut survei ia dianggap kinerja kurang bagus, kurang tegas, dan kurang berpengalaman. Untuk pernyataan dan data, Demiz menyatakan bahwa ia tak perlu klarifikasi. Ia menanyakan lembaga survei Indobarometer kurang tegas karena mungkin data meleset alias tidak ada landasannya. Sementara untuk hasil survei Dedi Mulyadi, ia dianggap kurang berwibawa dan ambisius.

Kang Dedi menyatakan bahwa ia selama 15 tahun selalu memakai iket dan pangsi Sunda sudah menjadi ciri khas dirinya yang apa adanya. Ia meminta masyarakat agar teu kabobodo tenjo teu kasamaran tingal. Menurutnya pemimpin seperti dirinya lahir dari kaum tradisional untuk melakukan perubahan alias lihatlah hasil kerjanya. Ia ingin memberdayakan lingkungan dan keluarga di Jawa Barat lebih produktif dan mandiri

Sementara hasil survei yang dibacakan Rosi, Kang Emil dianggap sombong dan kerja terlihat terlalu serius. Ridwan Kamil menanggapinya bahwa selama jadi Wali Kota Bandung kerja dengan serius karena problem yang harus dihadapinya sebagai pemimpin banyak.

Adapun salah satu untuk lebih memperkenalkan dirinya yakni dengan saluran di media sosial. Sedangkan Uu Ruzhanu Ulum mendapat hasil survei bahwa kehadiran dirinya mendampingi Ridwan Kami dianggap merugikan popularitas Ridwan Kamil. Uu menjawab hasil tersebut akan jadi pemicu buat dirinya untuk mempopelerkan diri.

3. Sejauh mana mengenal pasangan masing-masing?
Rosi menanyakan pada Demiz: alat musik yang sering dimainkan Dedi Mulyadi? Demiz menjawab tidak tahu. Hal itu diamini Dedi Mulyadi bahwa memang ia tidak pandai main alat musik, sebeb dirinya adalah pemimpin para pemusik.

Saat pertanyaan ke Uu Ruzhanul Ulum? Apa panggilan sayang untuk istri Ridwan Kamil? Uu menjawab bahwa Ridwan Kamil biasa memanggil Atalia dengan sebutan "Cinta". Uu beralasan  karena ia sudah lama mengenal sosok Ridwan Kamil.

Untuk Sudrajat, Rosi menanyakan Syaikhu punya album religi apa judulnya? Sudrajat menjawab bahwa judul lagunya "Jawa Barat Asyik". Syaikhu menguatkan bahwa judul awal lagu yang ia ciptakan "Jawa Barat Maju" diganti dengan "Jawa Barat Asyik".

4. Bagaimana program para paslon sepuatr kebijakan lapangan kerja di Jawa Barat?
Pasangan Rindu yang diwakili Ridwan Kamil memberikan program: meminimalisir ketimpangan desa dan kota dengan pemberyaan desa melalui "Gerbang Desa";  Masalah lulusan SMK tidak laku (banyak pengangguran) dan lainnya dengan reorientasi kurikulum dikaitkan dengan kebutuhan ekonomi digital; serta membangkitkan kewirausahaan dengan kredit seperti di Bandung (Kredit Melati, Kredit Mesra, dll.).

Untuk jawaban dari pasangan Asyik, bahwa masalah pengangguran di Jawa Barat bisa diatasi dengan pembenahan lulusan PT, SMA, dan SMK; peningkatan kualitas para tenaga kerja; pendidikan kejuruan lebih diarahkan pada kebutuhan industri; serta kolaborasi dengan pihak swasta, misalnya saat pembangunan PLTU memberdayakan SDM lokal bukan lebih banyak menarik pekerja asing.

Khusus pasangan 2 DM, Rosi menyebutkan data bahwa di Cirebon, Majalengka, , dan Indramayu merupakan daerah dengan angka kemiskinan tinggi. Deddy Mizwar menjawab bahwa solusinya seperti Indramayu merupakan penghasil beras terbesar tapi termasuk penerima rastra tertinggi. Ini mencerminkan ada tata niaga beras tidak beres

 Program lain yang ditawarkan pasangan 2 DM, adanya link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, optimalisasi SMK/SMA vokasi, uji kompetensi, serta SDM bukan sekadar lulus. Hal lainnya iklim investasi lebih dipermudah di Jabar denan perizinan yang tidak memberatkan dan memusingkan pengusaha.

5. Terkait isu terorisme di Jawa Barat
Rosi mengungkapkan menurut mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan bahwa Jawa Barat termasuk kantong teroris.

Pasangan Asyik menyatakan informasi tersebut harus diklarifikasi. Karena isu disebut bisa standar ganda. mengapa bila muslim yang melakukan hal tersebut disebut teroris sementara yang lain disebut kriminal? Menurut pasanga ini karena kebetulan saja bisa pelakunya dari Jawa Barat juga bisa saja pengaruh dari masyarakat yang miskin. Sudrajat memaparkan hal lain yang perlu dilakukan oleh pemerintah, bila ada warga Jabar yang berangkat ke luar negeri ke negara-negara tertentu yang dicap akan jadi ekstrimis, para pencari ilmu tersebut harus dididik dan harus ada campur tangan pemerintah tentang tujuan mereka ke negara-negara tersebut.

Sementara pasangan 2 DM memaparkan bahwa warga Jabar sebetulnya paling toleran dan punya sikap terbuka. Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa agar tidak terjadi cap atau image negatif tersebut perlu membuat ruang terbuka seputar persoalan terorisme dengan pengembangan pendidikan berbasis kebudayaan setempat di Jabar agar warga Jabar tidak tergeser oleh faham-faham tertentu yang memberi label tidak baik bagi Jabar. Sementara Deddy Mizwar menyatakan bahwa pernyataan Jabar sebagai sarang teroris perlu diklarifikasi. Apakah itu teroris dari Jabar atau aksi terornya di Jabar?

Adapun pasangan Rindu menanggapinya bahwa benar itu pernyataan Anton Charliyan dimana 40 dari 70 pelaku terorisma dari warga Jabar. Hal itu terjadi karena kurangnya dialog. Untuk ituharus ada forum pertemuan yang difasilitas negara agar tidak terjadi kesalahpahaman menyangkut isu terorisme. Lebih lanjut perlu juga optimalisasi sektor pendidikan, ekonomi. hingga pesantren agar tidak ada ketimpangan yang kerap menunjuk simbol-simbol berurusan dengan isu terorisme tersebut.

6. Bagaimana tanggapan para paslon terkait kecemasan Pilkada akan diwarnai isu SARA?
Untuk pertanyaan ini, Demiz menanggapai bahwa Jabar oaling toleran dan tidak ada momentum isu SARA muncul di Pilkada. Selama sejarah penyelenggaran Pilkad di Jabar tidak ada namanya permasalahan isu SARA.

Sementara Uu Ruzhanul menyakatak ia sangat yakin Pilkada kali ini akan aman dan damai. Ia beralasan, calon-calon yang ikut Pilgub sekarang semuanya pernah punya pengalaman memimpin dan punya kebijakan serta kebijaksaan untuk ditularkan kepada tim sukses agar isu SARA di Pilkada Jabar 2018 tidak muncul. Untuk itulah peran kepala daerah harus bisa juga sebagai pembina politik bagi masyarakat..

Dari pasangan Asyik, Ahma Syaikhu seirama dengan paslon lain bahwa menjelang Pilkada Jabar 2019 sudah digelar deklarasi menolak politik uang dan politirasi SARA. Untuk itulah, sesama  kandidat pun turut memberi edukasi dengan contoh.

7.  Bagaimana para calon menggaet partisipasi kaum milenial?
Pasangan Rindu menyatakan bahwa realita memang lebih dari 50% lebih dari kaum muda zaman now. Ridwan Kamil memaparkan bahwa mereka lebih dekat dengan generasi gadget dan internet ini, dimana usia keduanya masih kepala empat; sering berinteraksi dengan kaum muda; dan yang terpenting bisa memahami keinginan kaum kekinian ini..

Menurut Ridwan Kamil kaum milenial ini adalah calon pemimpin dimana diprediksi 2045 nanti, Indonesia akan menjadi negara terhebat ketiga di dunia. Untuk itu, selaku pemimpin Jabar, pasangan ini akan mengembangkan budaya penggunaan digital di kaum muda dengan memberi pemahaman bahwa kaum ini harus beradapatasi dengan hal baru. Dan sebagai pemimpin harus gaul dan memahami mereka dengan bahasa anak muda, salah satunya gaya bahasa mereka yang humoris, seperti yang selama ini dilakukan Ridwan Kamil di medsosnya.

Sementara pasanga Asyik, Sudrajat mengakui ia kurang paham dengan aktivitas anak muda kekinian yang serba digital. Ia hanyala orang tua mileneal yang menganggap generasi ini masih kuat dengan idealistis dan kurang pragmatis/invidual karena pengaruh gadget. Untuk itu, bonus demografi kaum ini harus diarahkan lebuh produktif jangan terlalu terikat dengan gadget sebagai pengguna saja, tapi harus bisa juga menguasai teknologi. Karena kekurangpahaman akan serba gadget, Sudrajat menyatakan bahwa untuk urusan ini ia pun tak lepas tangan dan tak mau ketinggalan dimana ia punya tim khusus untuk memahami gaya dan kebiasaan anak muda ini.

Adapun tanggapan Dedi Mulyadi bahwa ini semua adalah mode dengan berkembangnya teknologi. Bangsa ini menghadapi problem kepemilikan tanah, pertanian, hingg usaha nelayan yang tertinggal
Dedi ingin mengubah semangat selfie anak muda menjadi semangat produkti yakni diarahkan dengan pengembangan teknologi pertanian dan kesesuaian kurikulum yang produktif. Sementara Deddy Mizwar menganggap tak ada yang salah dengan kaum milenial, hanya tinggal bagaimana mewujudkan impian dan harapan kaum ini.

8, Bagaimana upaya para paslon untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada Jabar 2018?
Pasangan asyik menjawa bahwa memang partisipasi pemilih termasuk kurang. Untuk menyiasatinya, perlu pembenahan sistem demokrasi agar tidak menimbulkan kebosanan terutama di generasi muda. Para pemilih harus punya keyakinan bahwa kedatangan mereka ke TPS karena punya harapan. Ini diperlukan sosialisasi dengan lebih optimal.

Sementara Deddy Mizwar menyatakan perlu adanya sosialiasi seluas-luasnya dari KPU, partai, hingga komunitas. Adapun menyangkut ada yang tidak mencoblos, itu hak mereka. Karena ini demkorasi bukan mobilisasi.

Adapun bagi Ridwan Kamil, adanya kekurangminatan untuk mencoblos menjadi ajang introspeksi. Karena tidak sedikit yang menganggap bahwa bila berkaitan dengan politik adalah kebisingan dan tidak produktif. Untuk itu, perlu optimalisasi pendidikan demokarsi dari parpol. Juga jangan sampai terjadi prosentasi golput lebih dominan dari pemenang

9. Mengenal lebih dekat sosok para paslon
Sesi ini lebih santai, para paslon membuka masing-masing kotak yang ada di hadapannya dan menceritakan apa hubungan isi di dalam kotak dengan dirinya. Untuk pertama, di dalam kotak bagian Demiz ada kacang kedelai dan ini merupakan salah satu makanan kesukaannya. Sementara di dalam kota Dedi Mulyadi saat dibuka ada nasi dan asin jambal. Kang Dedi menceritkan bahwa  waktu kecil sampai jadi wakil bupati setiap hari ia mengonsumsi menu tersebut. Hanya kemudian saat jadi wabup ia mengalihkan menunya dengan sayur dan mengurangi makanan yang asin-asin.

Sementara Ridwan Kamil membuka kotaknya dan mendapatkan makanan cakwe. Ridwan Kamil mengenang makanan ini bahwa saat masa sekolah di SMAN 3 Bandung ia pernah ditantang kedua temannya bahwa yang bisa rangking 1 nanti akan ditraktir cakwe dan Ridwan Kamil akhirnya bisa rangking 1, setelah sebelumnya rangking 7. Sementara Uu mendapatkan sebuah foto di dalam kotaknya yakni foto mobil tua minicab tahun '82. Uu mengenang sejak SMA sampai sekarang mobil tersebut biasa dipakai Uu dipakai ke kantor. 

Pasangan Asyik, saat bagian  Sudrajat mendapatkan isi kotak yakni makanan salad. Lalu Ahmad Syaikhu mendapati pist*l mainan di dalam kotaknya. Syaikhu menyebutkan ini berhubungan dengan dirinya yang menjaba Ketua Perbakin Kota Bekasi.

Pada sesi akhir, setiap pasangan unjuk kebolehan. Pasangan Asyik menyanyikan lagu Sunda berjudul "Jawa Barat Asyik" yang diciptakan Ahmad Syaikhu. Sementara Demiz membawakan puisi berjudul "Hidup Hanyalah Istigfar" dan Dedi Mulyadi unjuk kabisa dengan mendalang. Sementara pasangan Rindu mengajak sebagia tim suksesnya naik ke panggung dengan unjuk yel-yel dan lagu mars paslon ini. 


share to whatsapp