Newsticker

Kartu BPJS Palsu Beredar di Arjasari Kabupaten Bandung




masyarakat rupanya dimanfaatkan oleh para pencari keuntungan sesaat. Kali ini, puluhan kepala keluarga di Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, kembali menjadi korban penipuan okmun yang mengatasnamakan BPJS Bersubsidi untuk masyarakat yang tidak  mampu. Dengan diiiming-imingi hanya melakukan pembayaran sebesar Rp170. 000 warga sudah dapat memiliki BPJS Kesehatan tanpa ada biaya bulanan. Inilah yang membuat lebih dari 64 KK tertarik untuk membuat kartu BPJS abal-abal tersebut.

Seorang ibu Rumah Tangga Berinisial DW, yang juga warga Kampung Kananga, Desa Arjasari Kabupaten Bandung diamankan petugas. Tersanga yang merupakan salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rumah peduliDhuafa yang beralamatkan di Jln. Stadion Sangkuriang No.108 Cimahi. LPM yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan pemberdayaan masyarakat tersebut, salah satu prgramnya disosialisasikan adalah BPJS bersubsidi.

Hal ini terungkap saat dua orang warga,  Oom Komariah dan Dede Rusman menggunakan kartu BPJS Kesehatan tersebut untuk berobat ke salahsatu rumah sakit yang berada di daerah Baleendah, saat hendak mendaftar kedua korban mendapatkan penolakan dari pihak rumah sakkt dan tidak dapat di gunakan untuk berobat.

Setelah dikonfirmasi kepada salah satu aparat desa ke kantor BPJS Soreang, ternyata kartu tersebut tidak terdaftar dan tidak aktif. Berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat kepada pihak penyidik Polres Bandung, pihak penyidik kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penyidik pun berhasil menangkap DW yang berperan sebagai perekrut peserta BPJS. Sedangkan pelaku utana yang membuat kartu BPJS palsu tersebut yaitu AS telah ditahan di Mapolres Cimahi.

Tidak tertutup kemungkinan kartu BPJS palsu ini beredar di wilayah lain di Kabupaten Bandung. Penyidik mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk dapat melaporkan hal hal yang dirasa ganjil dan minimal masyarakat mempunyai nomor kepolisian untuk langsung menghubungi pihak berwajib.