Ayah Bunda, Yuk Mengenal Jenis Pola Pengasuhan pada Anak





Mendidik anak merupakan tugas orang tua, lalu apakah cara mendidik anak kita selama ini sudah benar? Ayah dan bunda perlu diketahuan terdapat satu hal yang menjadi dasar pola didik yang harus kita perhatikan yaitu anak kita sendiri.

Tidak sedikit dari orang tua yang menggunakan pola mendidik yang turun temurun seperti pola didik orang tuanya dulu. Anak kita lahir, tumbuh dan berkembang pada masa yang berbeda, maka janganlah kita mendidiknya dengan cara orang tua kita mendidik kita dahulu.

Lalu apakah gaya mendidik orang tua kita terdahulu salah? Maka jawabannya tidak, tetapi sebagai orang tua dimasa kini maka kita harus menyesuaikan dengan karakteristik serta perkembangan zaman yang ada.  Ayah dan bunda hal yang harus kita pahami bersama adalah tugas orang tua salah satunya mengantarkan anaknya menjadi pribadi yang memiliki sebagian besar harapan orang tuanya.

Sosok cerdas, berakhlak serta pandai dalam berbagai hal merupakan impian orang tua terhadap anaknya, maka jika ayah dan bunda ingin hal tersebut dimiliki anak hal yang paling utama adalah mendidik dan mengasuh mereka sesuai dengan masanya. Dibawah ini kita anak membahas pola pengasuhan atau cara mendidik anak yang biasa orang tua lakukan kepada anaknya, yuk kita simak bersama.

Otoriter, ketika mendengar kata otoriter pasti bayangan yang ada dalam benak ayah dan bunda adalah aturan yang ketat. Pola asuh dalam mendidik anak yang satu ini terkenal dengan ketegasan, dan penuh aturan dari orang tua. Dampak apa saja yang bisa kita dapatkan ketika menerapkan pola ini adalah orang tua harus memiliki kesiapan akan sisi berontak anak karena anak lelah dengan aturan yang digunakan orang tua.

Anak yang berada dalam keluarga dengan pola asuh seperti merasa tidak memiliki kebebasan dalam berpendapat dan menentukan pilihannya, maka sisi inilah yang mendorong anak akan memberontak ketika mereka sudah dewasa.

Permisif, pola yang satu ini merupakan pola asuh dalam mendidik anak dimana orang tua memberikan kebebasan kepada anak dan terkesan membiarkan apa saja yang diingakan anak. Dampak dari pola asuh ini antara orang tua dan anak kurang terjalin komunikasi yang lebih dan jarang saling memperhatikan. 

Namun, anak bisa lebih kreatif karena bebas melalukan hal apapun, tetapi dimasa yang akan datang anak akan merasa kebingungan dengan tindakan yang orang tua berikan dan merasa orang tua kurang berpengaruh terhadap hal yang diingankan anak. Anak yang merasakan pola asuh ini akan menjadi pribadi yang cuek dan kurang motivasi dalam belajar serta kurang bisa mengendalikan diri.

Demokratis, pola asuh ini sering disarankan oleh para ahli dikarena merupakan pola asuh yang menerapkan aturan namun tidak mengekang anak. Orang tua dengan pola asuh ini membuat aturan tetapi juga menghargai pendapatan dan perasaan anak. Orang tua akan memberikan aturan untuk hal-hal tertentu, mereka juga sangat memberikan kebebasan namun tetap dalam pengawasan dan rasa kasih sayang yang penuh. Anak-anak dengan pola asuh ini akan menjadi pribadi yang padai bersosialisasi, memiliki motivasi belajar yang tinggi dan percaya diri.

Ayah bunda kira-kira apakah pola yang kita terapkan selama ini sudah sesuai atau malah selama ini kita membuat anak berada dalam tekanan? maka dari itu patutnya orang tua selalu menambah pengetahuan terutama hal-hal yang berkaitan dengan peran orang tua dalam mendidik anak.  *(Sipa Nurjanah)