Dinamika Pesta Demokrasi Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung di Masa Pandemi





Masa kepengurusan organisasi mahasiswa menjelang akhir tahun akan segera tuntas. Beberapa kampus di bandung raya sudah mulai mengadakan pemira, atau pemilu raya mahasiswa. Pemira merupakan kegiatan wujud pelaksanaan demokrasi di lingkungan mahasiswa yang biasanya dilaksanakan untuk memilih calon ketua organisasi mahasiswa di periode berikutnya

Begitu pun kampus  Politeknik Negeri Bandung yang berlokasi di Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Organisasi mahasiswa di Politeknik Negeri Bandung dalam beberapa bulan kedepan sedang dalam masa pergantian kepemimpinan kepengurusan.  Semarak pesta demokrasi yang digelar satu tahun sekali itu akan segera diadakan. Puncak dari pesta demokrasi tersebut adalah  pemilihan Ketua BEM  dan wakil ketua BEM. 

Organisasi mahasiswa di Politeknik Negeri Bandung  menganut sistem pemerintahan layaknya di Indonesia. Maka dari itu, dalam proses pemilihan Ketua BEM dan wakilnya diselenggarakan melalui pemilu yang langsung dipilih oleh mahasiswa. Berbagai persiapan untuk melaksanakan pemilu raya mahasiswa sudah mulai diproses. Salah satunya, beberapa waktu lalu badan legislatif mahasiswa di Polban sudah merampungkan revisi undang-undang tentang pemilu raya mahasiswa yang menjadi landasan penyelenggaran pemira.

Sama halnya, dengan di negara. Dalam penyelenggaraan pemilu, ada panitia khusus yang dibentuk oleh pemerintahan mahasiswa, Pembentukan panita penyelengara pemira tersebut dipegang oleh badan legislatif mahasiswa. Berdasarkan informasi dari badan legislatif mahasiswa di Polban, dalam pembentukannya, ada beberapa komite, atau perangkat yang diperlukan dalam pemira yakni SC, KPP, Bawasra, dan Tim Pemungutan Suara..

SC  atau steering commite merupakan panita paling penting ketika awal kegiatan pemira ini dilaksanakan. Karena bertanggung jawab menjadi pengarah kegiatan pemira dari awal sampai akhir. Meskipun, memang tugas dari SC ini lebih seperti pengawas yang bertugas memberikan pendidikan juga bimbingan dalam penyelenggaran pemira.

Aulia Syalwa Iskandar, sebagai wakil ketua SC ketika diwawancarai  kemarin, senin 2 Oktober 2020 memberi gambaran tentang penyelenggaraan pemira tahun ini. Ia menjabarkan bahwa pada minggu ini baru saja diadakan pendaftaran anggota KPP (Komisi Penyelenggara Pemira), persis seperti KPU jika di Indonesia.

"Tentunya setelah ada KPP. Nantinya KPP akan kami beri pencerdasan di awal mengenai pelaksanaan pemira, selanjutnya membentuk  kepanitiaan divisi-divisi, dan membuat konsep. Setelah konsep disetujui, rangkaian pemira akan dilaksanakan oleh KPP." Ungkapnya ketika diwawancarai tentang proses kelanjutan  penyelenggaran pemira.

Mengingat ditengah pandemi, proses pemira pun dimungkinkan dilakukan secara online. Aulia juga menambahkan,  pelaksanaan pemira apakah dijalankan secara online atau offline itu akan dikembalikan kepada KPP. Walaupun pihak SC sudah memiliki rencana online, keputusan tetap menjadi kewenangan KPP sebagai pemegang otoritas penyelenggara pemira.

Harapannya, pemira ini dapat berjalan lancar dan mahasiswa antusias meskipun sedang dalam kesulitan di tengah pandemi. Meskipun nantinya diselenggarakan secara online semoga dari pemira ini menghasilkan pemimpin terbaik untuk organisasi mahasiswa di Polban. Selain itu, diharapkan untuk mahasiswa Polban lebih aktif lagi dengan dinamika politik kampus, mengingat waktu pendaftaran calon ketua BEM akan segera dibuka. Semoga mahasiswa Polban antusias untuk ikut menyemarakan pesta demokrasi mahasiswa satu tahun sekali tersebut. *(Refki Rizki Alfani)