Digelar di Bandung, Kompetisi Sains Nasional Tahun Ini Diselenggarakan Secara Virtual





Ketika berbagai sektor kehidupan di seluruh dunia terkena dampak akibat pandemi Covid-19, adaptasi kebiasaan baru hadir menjadi jawaban agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas positif dengan aman. Tak terkecuali dengan Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun ini yang diselenggarakan secara virtual, guna menjamin keselamatan dan keamanan seluruh peserta.

“Kebersamaan kita semua dalam kompetisi ini menegaskan bahwa pandemi tidak mampu memadamkan keinginan kita semua untuk berprestasi, dan menjalani hidup lebih baik,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi saat membuka KSN jenjang pendidikan dasar yang berlangsung semi dalam jaringan (daring), di Bandung (1/11/2020).

“Inilah generasi muda dunia yang sesungguhnya, generasi yang ulet, jujur, dan semangat menolak menyerah dalam menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata,” imbuhnya.

Meski tantangan yang dihadapi peserta beragam, Asep menyampaikan apresiasinya kepada para orang tua dan guru yang telah mendukung dan membangun semangat para siswa untuk tetap membangun eksistensi diri anak-anak melalui aktivitas positif seperti mengikuti kompetisi dan lomba.

Asep berkeyakinan, bahwa kegiatan sains memiliki peran yang sangat besar di masa pandemi. Sains menurutnya bisa membangun energi positif dan rasa bahagia yang akan membuat seseorang lebih optimis untuk melewati ujian dan rasa sakit, serta dapat membentuk sikap waspada namun tidak mudah curiga, dan saling menjaga. Selain itu juga mengajak semua pihak menyadari adanya hikmah di balik setiap kesulitan yang dihadapi.

Salah satu peserta KSN jenjang SD asal SD Islam Al Azhar 19, Sentra Primer, Jakarta, Aurelia Shafina mengutarakan antusiasnya mengikuti ajang ini. “Saya bersemangat karena telah melalui banyak persiapan dan banyak yang mendukung, yang terpenting adalah jaringan koneksinya harus baik,” tuturnya.

Tak ketinggalan, peserta lain dari SMPN 1 Tolongohula, Gorontalo, Aprilia Putri, yang juga berkompetisi di bidang IPA, memberikan saran dalam mengatasi tantangan. “Karena baru kali ini menjalankan kompetisi secara daring maka harus dibawa santai,” ungkap Aprilia.  

Dalam laporannya, Ketua kelompok Kerja Bidang Pendidikan Dasar selaku Ketua Pelaksana KSN Jenjang Pendidikan Dasar 2020, Supriyatna menyampaikan, rasa syukurnya karena Puspresnas Kemendikbud dapat melakukan upaya perbaikan pendidikan melalui kompetisi di semua jenjang meski di tengah pandemi.  

Dengan moto ‘Jujur Itu Juara, Menolak Menyerah, dan Berprestasi Dari Rumah’ KSN yang diadakan tahun ini membuat para peserta didik mengikuti lomba dari rumah masing-masing menggunakan gawai, atau perangkat elektronik lainnya. “Demi keselamatan dan keamanan mereka,” jelas Ade.

KSN yang bertemakan ‘Melejitkan Talenta dan Prestasi Seni di Masa Pandemi’ itu diselenggarakan secara bertahap. Seleksi tingkat provinsi sudah dilakukan pada tanggal 6 s.d. 11 Oktober 2020 untuk jenjang SD dan tanggal 13 s.d. 18 Oktober 2020 untuk jenjang SMP. Sementara itu, untuk tingkat nasional, jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) berlangsung pada tanggal 1 s.d 6 November 2020. Sedangkan seleksi nasional untuk jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK) telah diselenggarakan pada tanggal 11 s.d 17 Oktober 2020 lalu.

Para juri yang akan terlibat dalam proses tes dan penilaian merupakan akademisi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi, di antaranya adalah Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan UIN Syarif Hidayatullah.

Selanjutnya, bidang sains yang dilombakan dalam KSN Tahun 2020 untuk jenjang SD meliputi dua bidang lomba yaitu IPA dan Matematika. Untuk jenjang SMP mengikuti tiga bidang lomba yaitu IPA, IPS, dan Matematika.

Berikut jumlah partisipan pada KSN jenjang pendidikan dasar. Partisipan pada seleksi wilayah di 34 provinsi dan 514 kab/kota, untuk jenjang SD, peserta yang mengikuti kompetisi berjumlah 68.475 orang dari 68.475 sekolah. Sementara untuk jenjang SMP, dari jumlah provisi dan kab/kota yang sama, pesertanya berjumlah 32.211 orang dari 31.211 sekolah. Total peserta yaitu 102.686 orang dari 102.686 sekolah. Selanjutnya, untuk partisipan pada seleksi nasional pada jenjang SD berjumlah 272 siswa dari 267 sekolah dan jenjang SMP diikuti oleh 612 siswa dari 612 sekolah. Total peserta yaitu 884 orang dari 879 sekolah.

Dari masing-masing bidang lomba, bagi para pemenang KSN jenjang SD menyediakan 5 medali emas, 10 medali perak, dan 15 medali perunggu; serta sertifikat dan piagam penghargaan dari Puspresnas, Kemendikbud. Untuk jenjang SMP, panita masing-masing bidang lomba menyediakan 10 Medali emas, 15 medali perak, 20 medali perunggu serta sertifikat.

Perkembangan zaman membuat talenta peserta didik meningkat kian pesat. Melalui penyelenggaraan Kompetisi Sains Nasional, para peserta didik diharapkan mampu menjadikan kompetisi ini sebagai daya dorong yang membentuk karakter siswa berprestasi, jujur, disiplin, sportif, tekun, kreatif, tangguh, dan cinta tanah air. “Tetap berprestasi dari rumah, jujur itu juara, semangat menolak menyerah,” pungkas Asep.

Turut hadir menyaksikan kegiatan ini secara virtual, Direktur SD Kemendikbud, Sri Wahyuningsih; Direktur SMP Kemendikbud, Mulyatsyah, Para Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota maupun Provinsi, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), para guru pendamping, pembina, dan orang tua siswa.