Ketika Banjir Bandung Akhir Maret 2020 Tenggelam oleh Wabah Virus Korona





banjir bandung maret 2020

Di tengah mewabahnya Covid-19, akhir Maret 2020 warga di sebagian wilayah Bandung ditambah dengan harus berjibaku dengan kepungan banjir. Warga yang sedang berdiam di rumah karena social distancing dibuat sibuk menyelamatkan isi rumahnya masing-masing. Dan gencarnya informasi wabah Covid-19 ini membuat kondisi banjir Bandung ini "terpinggirkan" dulu. Padahal, kejadian dan area banjir kali ini bisa dikatakan lebih dahsyat dibanding banjir tahun-tahun sebelumnya.

Banjir sekarang lebih meluas
"Aslina, salila cicing di perumahan ieu, can pernah kabanjiran parah, paling ge nguyumbang, cai liwat wungkul. Tapi ayeuna, geus puguh mah ayeuna kakarek, eh...nepi sakieu lila oge saatna jeung lumayan luhur..." (Aslinya, selama tinggal di perumahan ini belum pernah kebanjiran parah, paling juga menggenang, air lewat saja. Tapi sekarang, baru kali ini terjadi, eh...lama juga surutnya dan lumayan tinggi...), itulah ungkapan yang disampaikan Martian Hutama warga di perumahan Griya Bandung Asri 1 (GBA1) kawasan Bojongsoang, Kab. Bandung. Hal itu diamini juga oleh Yudi Setiamiharja, tetangganya bahwa banjir akhir Maret ini lain dari biasanya. Ia khawatir nanti saat puncak musim hujan, banjir akan lebih parah.

Memang, Senin malam (30/03/2020) di kawasan perumahan yang masuk RW 14 tersebut dari sore sampai dini hari air tak jua surut. Air baru benar-benar surut sekitar pukul 9 pagi. Pagi itu, setiap penghuni rumah pun tampak sibuk membersihkan lantai rumah, membereskan perabotan, dan menjemur barang-barang bekas terendam air.

Sementara bila dilihat dari foto pantauan udara hasil jepretan fotografer Dudi Sugandi, area genangan air di kawasan Jembatan Citarum (lama dan baru) lain dari biasanya. Pada banjir kali ini, tampak lebih luas dan sebagian besar wilayah dekat jembatan Citarum tersebut terkepung banjir.

Tak heran bila perumahan GBA 1 yang biasa kalau banjir pun hanya genangan sesaat dan cepat surut, kini harus merasakan terkena dampak banjir yang lumayan lama surutnya dengan ketinggian lumayan sampai masuk ke dalam rumah.  Bahkan kawasan di dekat rumah makan Sunda jalan Cijagra, Terusan Bojongsoang terkena imbasnya, dimana biasanya banjir hanya di kawasan dekat Citarum Lama. Tak pelak, banjir pun sepert biasa membuat lalu lintas jalur Bojongsoang ke Baleendah macet total. Titik genangan di sebelum jembatan (Cigebar) juga dekat SPBU Cikarees .

Banjir di Kota Bandung
Genangan air saat hujan Senin malam tersebut, bukan hanya kompleks GBA 1 saja. Kawasan lain di Kota Bandung pun "kompak" terkena banjir. Dan imbasnya, air yang dari kawasan Kota Bandung tersebut mengalir ke kawasan Bandung Selatan (Sungai Citarum). Tiga puluh lebih wilayah di Kota Bandung tergenang banjir, di antaranya kawasan Gedebage, Cibaduyut, Ujungberung Arcamanik, Rancabolang, dan lainnya. Ketinggian air dari 10 cm -80 cm tersebut turut melumpuhkan jalur lalu lintas di Kota Bandung.

Banjir Dayeuhkolot dan sekitarnya
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan hingga Selasa (31/3/2020), banjir telah merendam sebanyak 9.285 rumah di wilayah Kabupaten Bandung. Banjir tersebut juga berdampak pada 56.251 jiwa. Banjir memaksa sedikitnya 315 jiwa yang terdiri dari 24 balita dan 28 lansia mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kecamatan Dayeuhkolot  seperti biasa jadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. Sebanyak 19.696 jiwa yang terbagi di tiga desa yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup dan Kelurahan Pasawahan terdampak banjir sejak Senin (30/3/2020). Banjir di Dayeuhkolot juga merendam sebanyak 4.092 rumah, 8 tempat ibadah dan 2 sekolah, dengan rata-rata tinggi muka air sekitar 10-280 cm.

Lalu, di Kecamatan Baleendah terdapat 20.518 jiwa yang tinggal di Kelurahan Andir dan Baleendah terdampak banjir. Sebanyak 4.439 rumah, 26 sekolah dan 38 tempat ibadah terendam banjir dengan rata-rata TMA 20-290 cm di wilayah tersebut. Adapun di wilayah Kecamatan Bojongsoang ada 2812 jiwa terendam banjir. Sebanyak 45 rumah di Desa Bojongsoang, Desa Bojongsari dan Desa Tegaluar terendam dengan rata-rata TMA 40-190 cm. Banjir di wilayah itu juga menyebabkan 1 warga meninggal dunia karena terpeleset saat hendak mengungsi.

Tingginya debit air juga menyebabkan tanggul penahan Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk jebol dan menyebabkan sedikitnya 8 rumah rusak sedang  dan 2 rumah rusak berat (RB) dan lainnya terendam banjir dengan rata-rata TMA 10-150 cm.

Kawasan lainnya yang terendam banjir di Desa Tarajusari dan Desa Tanjungsari di Kecamatan Banjaran dengan rata-rata TMA 30-120 cm. Juga di Desa Sumber Sari, Kecamatan Ciparay dengan rata-rata TMA 30-80 cm. Banjir Bandung Selatan pun menyebabkan lumpuhnya akses lalu lintas seperti jalur Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Cisirung, dan lainnya. *(AA)