Pengurus Wilayah Forum TBM Jabar Gelar Rapat Koordinasi

share to whatsapp




Rakor Forum TBM Jawa Barat

Pada tanggal 23 Maret 2019 , Pengurus Wilayah Forum TBM Jawa Barat (PW FTBM Jabar) kembali mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor kali ini merupakan yang kedua, setelah Rakor pertama diselenggarakan pada tanggal 2-3 Februari 2019.

Rakor pertama
Rakor pertama dilangsungkan di Sekretariat FTBM Jabar, yakni di Ujungberung – Bandung. Pada rakor tersebut merumuskan 8 point strategis dalam upaya memajukan gerakan literasi di Jawa Barat.

Point-point strategis tersebut, adalah:
(1) Optimalisasi kepengurusan, dalam hal ini restrukturisasi kepengurusan wilayah Forum TBM Jawa Barat, pembentukan koordinator wilayah (korwil) dan kepengurusan Forum TBM di kabupaten dan kota;
(2) Perumusan rencana audiensi ke berbagai pihak terkait, dalam rangka memperkuat koordinasi Forum TBM Jabar dengan stakeholders terkait literasi di Jawa Barat;
(3) Persiapan penerbitan buku AKU dan TBM, sebagai program berkelanjutan, yakni FTBM Jabar menerbitkan minimal 1 judul buku setiap tahunnya;
(4) Perencanaan jambore literasi tahun 2019;
(5) Sinergitas dengan para pihak penggerak literasi;
(6) Optimalisasi website dan media sosial (medsos), baik milik FTBM Jabar maupun milik FTBM kabupaten dan kota;
(7) Mengagendakan kembali Safari Literasi, diintegrasikan dengan kunjungan FTBM Jabar bersama korwil yang dibentuk ke FTBM kabupaten dan kota; dan
(8) Mendorong setiap FTBM kabupaten dan kota untuk mengadakan jambore/kemah literasi sebagai amanat dari Kopdar Penggiat Literasi Jawa Barat 2017, sebagai catatan, FTBM kabupaten dan kota yang sudah menyelenggarakan jambore/kemah literasi diantaranya: Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Purwakata, dan Depok.

Rakor kedua
Untuk Rakor Kedua bertempat di HS Taman Sekar – Bandung. Rakor kali ini merupakan pemantapan, pematangan, dan evaluasi terhadap hasil Rakor sebelumnya. Adapun rumusan yang dihasilkan, meliputi:
(1) Pembagian tugas keorganisasian, program, kemitraan, dan media informasi;
(2) Perencanaan penerbitan buku AKU dan TBM;
(3) Persiapan Jambore FTBM Jabar pada tanggal 6-7 Juli 2019, mengusung tema: Literasi untuk Semua;
(4) Optimalisasi FTBM kabupaten dan kota; dan
(5) tanggapan terhadap hasil audiensi yang telah dilakukan.

Dengan pelaksanaan Rakor yang berkesinambungan ini diharapkan soliditas program dan kekompakan para pengurus FTBM Jabar dapat terjaga. Hal ini diyakini dapat berdampak pada kinerja yang lebih baik. Tak lepas dari komitmen FTBM Jabar untuk terus bergerak maju menuju Jawa Barat yang literat.

Pamatri literasi
FTBM Jabar terus melakukan transformasi guna menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. Dimana penguasaan informasi mutlak dibutuhkan. Dicerminkan melalui pembaharuan website resmi FTBM Jabar dengan menampilkan konten yang kuat dan kental dengan literasi. Konten-konten tersebut, yakni: profil, kabar TBM, catatan redaksi, sastra, opini, dan berita.

Website tersebut nantinya bernama www.pamatriliterasi.com, dengan tagline : “Lapat di Tata Pustaka”. Tagline tersebut mengandung arti pentingnya penguasaan kepustakaan. Ditengah semakin deras dan cepatnya informasi, kecakapan dalam memilah, memilih dan menilai informasi tersebut menjadi sangat penting.

Selain itu, FTBM Jabar melalui para pengurusnya, berpartisipasi aktif dalam Gebyar Kemdikbud. Balai Bahasa Jawa Barat sebagai pelaksananya menyelenggarakan workshop dan pameran pendidikan. Diantara lokasi penyelenggaraannya adalah Kabupaten Sukabumi dan Kota Bandung.

Selain itu, para pengurus FTBM Jabar juga turut berempati terhadap teh Rossy (Ketua FTBM Kabupaten Ciamis) yang sedang menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Kehadiran para pengurus FTBM Jabar diharapkan dapat semakin menguatkan motivasi teh Rossy dalam perjuangan melawan penyakitnya.

Hal ini menunjukkan jika gerakan literasi sudah menjadi gerakan persaudaraan, terutama diantara para pegiatnya. Oleh karena gerakan literasi merupakan gerakan bersama, FTBM Jabar akan terus bersinergi dengan semua pihak dan mendorong FTBM kabupaten dan kota untuk terus bergerak. *(Aris Munandar)


share to whatsapp