Siswa SMP Kota Bandung Deklarasikan USBN dan UN Jujur

share to whatsapp




Deklarasi USBN dan UN Jujur SMP Kota Bandung

“Kami insan pendidikan Kota Bandung siap melaksanakan USBN dan UNBK jenjang SMP tahun 2019 secara jujur, bertanggung jawab dan percaya pada kemampuan diri sendiri.” 

Kutipan di atas adalah deklarasi USBN dan UN Jujur yang dibacakan oleh siswa bernama Nadin dan Ivan dari SMPN 38 Bandung serta diucap ulang oleh seluruh siswa yang hadir dalam kegiatan “Deklarasi USBN dan UN jujur SMP tahun 2018/2019” yang berlangsung di SMP Harapan Kasih, Jalan Raden Rangga Kencana No. 2A Mekarwangi Bojongloa Kidul (26/03/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kepala Bidang PPSMP, Kepala Seksi Kurikulum PPSMP, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana PPSMP, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik PPSMP, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat, Kapolrestabes, Dewan Pendidikan, PGRI, Pengawas Pembina SMP, Kepala Sekolah Negeri dan Swasta se-Kota Bandung, Proktor dan Teknisi SMP Negeri dan Swasta se-Kota Bandung, MGMP Mata Pelajaran yang diUSBNkan. Serta 150 siswa SMP yang ada di Kota Bandung.

Kejujuran modal utama pelaksanaan ujian
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam sambutannya mengatakan bahwa kejujuran adalah modal utama pelaksanaan ujian. Dengan kejujuran akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, bukan hanya pintar dari segi intelektual namun juga dari spiritual.
“Deklarasi menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan yang lebih baik lagi dengan berpijak pada pembentukan karakter,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyebutkan bahwa USBN tingkat SMP akan diikuti oleh 34.880 peserta dari 249 sekolah terdiri dari 56 sekolah negeri dan 158 sekolah Swasta serta 6 sekolah terbuka. Dari total tersebut 29 SMP Swasta masih melaksanakan USBN dengan moda kertas dan pensil. Sementara pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah 100 %.

Menggunakan aplikasi sakoja
Rencana USBN itu sendiri akan digelar pada tanggal 1 s.d 9 April 2019 sedangkan UNBK direncanakan tanggal 22 s.d 25 April 2019. Kepala Seksi Kurikulum SMP Bambang Ariyanto dalam sambutannya menyatakan bahwa tahun ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan USBN menggunakan aplikasi sakoja dengan prinsip pelaksanaan adalah satu hari tuntas artinya hasil USBN itu sendiri dapat didapatkan di hari yang sama Setelah USBN selesai. Ada jeda waktu setelah USBN-sebelum UNBK, dan hal ini digunakan untuk persiapan inftrastruktur serta konsentrasi ke UNBK.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh perwakllan kepala sekolah dari tiap wilayah.


share to whatsapp