Informasi

Model Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Daerah Perkotaan




Contoh penerapan pendidikan karakter budaya

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS
1. Cara dan metode mengajar guru dalam mengintegrasikan nilai karakter di dalam pelajaran
a. PPK terintegrasi dalam PBM
b. Kreativitas guru dalam pengelolaan PBM di kelas
c. Perangkat pembelajaran, RPP, model pembelajaran
d. Guru banyak menggunakan project yang diakhiri dengan eksibisi

2. Kegiatan pembiasaan di awal (pembukaan) KBM
a. Berbaris, berdoa, membaca, bercerita tentang perasaan
b. Salam
c. Membaca kitab suci, misalnya tadarus Al Quran
d. Berdoa bersama pada saat apel pagi. Jika cuaca tidak kondusif maka berdoa dilakukan di kelas masing-masing
e. Menyanyikan lagu-lagu nasional

3. Kegiatan pembiasaan di akhir (penutupan) KBM
a. Membersihkan kelas dan merapikan kelas
b. Berdoa
c. Menyanyikan lagu-lagu daerah

4. Manajemen dan pengelolaan kelas
a. Kontrak belajar di awal semester yang dilakukan oleh siswa
b. Model pengelolaan kelas menggunakan moving class
c. Guru mempunyai aturan di kelas, misalnya bertepuk 3 kali artinya siswa harus diam
d. Rolling ketua kelas di semua kelas
e. Guru membuat tema-tema tertentu dikaitkan dengan proyek, yang akhirnya ada kaitannya dengan penilaian
f. Pembiasaan memanfaaatkan waktu istirahat dengan kegiatan positif, misal pembiasaan yang diterapkan oleh guru terhadap siswa. Kelas 5 ada milk time, snack time.
g. Ada project membuat film. Membuat tiket, setting bioskop.
h. Pengembangan siswa disesuaikan dengan bakat dan minatnya serta pemberian penghargaan untuk meningkatkan motivasi belajar

5. Sistem evaluasi pengajaran
Penilaian dilakukan integrative dalam satu kegiatan, secara simultan, guru tinggal mengamati

6. Muatan lokal di masing-masing daerah
a. Denpasar = Bulan purnama, bulan suci, mulok = agama, disesuaikan dengan agama siswa masing-masing.
b. Yogya = Mulok bahasa Jawa dan budaya Jawa. Misal Kamis pahing menggunakan baju adat Yogya. Setiap triwulan ada tema yang terkait dengan mulok.
c. Mengembangkan konsep dan praktik batik juga disampaikan pada siswa
d. Siswa lain yang bukan orang Jawa akhirnya juga dapat menyesuaikan
e. Ada program wajib kunjung museum, secara gratis.
f. Semarang, setiap sebulan sekali menggunakan baju Jawa. Ada satu hari disebut DINO JOWO untuk di luar kelas.
g. Semarang, mengenalkan batik khas Semarang, wayang orang setahun sekali.
h. Ada program penanaman mangrove di pantai Maron. Dolanan tradisional juga diperkenalkan. Setiap dua tahun ada penganten sunat Semarangan, aksi social.
i. Makassar = suku Bugis dan suku Makassar. Bertanya dengan bahasa tersebut. Memperkenalkan pepatah, dialek-dialek Bugis dan Makassar.
j. Jakarta = mulok masuk pada mata pelajaran SPDB. Seperti tarian, permainan anak2 seperti congklak, engrang, dll. Selain itu juga dikembangkan bahasa Inggris karena sekolah menerima dari luar negeri.

Tambahan: Manfaat dari apa yang dilakukan perlu diberitahukan kepada anak, maka dia akan bisa melakukannya dengan semangat, menjadi termotivasi untuk melakukannya, tidak dengan paksaan lagi. Itu menjadi karakter anak. Dalam keluarga, mulut kadang tidak terjaga dengan apa yang dilakukan. Sinkronkan antara program di sekolah dengan yang disampaikan di rumah. Sekolah yang mempunyai label karakter semestinya sinkron antara semua personel sekolah, mulai dari guru, kepsek, orang tua, dll. Karakter harus masuk dalam semua lini, di-blend.

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SEKOLAH
1. Branding (label/motto/slogan)
1) Yogya = Sekolah sehat, makanan terjaga
a. sekolah adiwiyata mandiri
b. program semutlis, smoothlist
c. saat istirahat, anak tonti, ratumelisa
d. ada FGD semua pihak sekolah untuk mendukung menjadikan sekolah adiwiyata
e. siswa mencuci sendiri, memegang makanan dengan tisu
f. BK perlu di SD

2) Jakarta = berbudaya sarat prestasi
a. Garda PPK, gerakan PPK
b. Kepsek memiliki jiwa entrepreneur sehingga bisa mendapat suntikan dana
c. Ada eksibisi

3) Makassar = sekolah para juara dan penghafal AlQuran.
a. Ujian semester tidak ada pengawas, itu karena by system, sholat duha, sandal di mesjid semuanya rapi, ambil makan pun antre.
b. Diawali dengan brainstorming ke semua personel sekolah. Ada dialog dengan siswa. Guru menjadi garda terdepan sebagai contoh.

4) Denpasar = sekolah berbudaya yang berwawasan internasional. Menanamkan adat, budaya dan agama.
a. Ada apel pagi, hormat pada guru, salam pda guru, simpan jaket, buka sepatu, ambil sandal. Setiap kelas 20 siswa. Pukul 12, siswa Hindu pake baju untuk sembahyang.
b. Pulang berbaris, pake bis sekolah.
c. Fullday, masuk jam 8-3. Ada sister school ke Australia, Perth. Kelas 8. Dua tahun sekali pertukaran ke Jepang.

2. Norma dan peraturan untuk siswa
a. Makassar = komite merasa puas dengan menyekolahkan di Athirah. Siswa masuk sekolah disambut dengan baik oleh penjaga, guru yang berbaris, dengan lantunan ayat-ayat suci. Area hening, area ribut. Pengkondisian 3 bulan, naik tangga sebelah kiri, turun di kanan.
b. Ada anak ABK, siswa lain bisa menerima mereka dengan baik dan tidak ada perundungan (bullying).
c. Yogya = orang tua sibuk dan mempercayakan pada sekolah untuk mengajarkan anak dalam agama, karakter baik.
Catatan: Ada pre-conditioning sekitar 1-3 bulan, sehingga diharapkan kondisi akan terbentuk sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3. Norma dan peraturan untuk kepala sekolah dan guru
a. Disiplin, tepat waktu berlaku untuk semua warga sekolah.
b. Dalam melaksanakan program sekolah tidak ada istilah tidak ada dana, yang penting kemauan kepsek untuk mensinergikan sumber yang ada, maka diperlukan kemampuan interpreunership dan komunikasi pada kepala sekolah.
c. Keteladan orang dewasa di sekolah kepada peserta didik.

4. Kegiatan ritual/tradisi sekolah
Makassar = Menghadirkan orangtua di sekolah. Program sesi tanya jawab, menjadi mediator antara orangtua dengan sekolah.

5. Kegiatan Ko-Kurikuler
- Belajar di sumber belajar, per semester, guru menentukan tempat kunjungan karena ada kaitannya dengan KD.
- Pembiayaan dengan tabungan kelas dikelola oleh perwalian.

6. Kegiatan Ekstra-Kurikuler
a. Sesuai dengan bakat minat. Itu bisa menjadi dasar untuk mendapat beasiswa. Contoh: Jadwal dimulai pukul 15.30 s.d 17.00. Saat ada adzan mereka harus berhenti. Guru ekskul mengsinkronkan dengan program sekolah. Ada korlap ekskul, mereka akan mencatat apa yang terjadi selama proses ekskul, hasil laporan itu disampaikan pada wali kelas. pramuka, fotografi, anggar, atau klub di luar.
b. Ekskul merupakan pola pengembangan dan penguatan utk karakter. Ada nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ekskul. Ada 5 bidang. Misalnya qiroat, olahraga dan beladiri, futsal, atletik, tapak suci, sains dan teknologi, bahasa, seni dan budaya, drumband wajib.
c. Ada bina prestasi bagi siswa yang memiliki bakat tertentu, mereka disupport sehingga diharapkan dapat berprestasi. Sehingga dapat memperoleh dana dari orang tua.

d. Siswa yang berprestasi dalam ekskul ditampilkan baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Orang tua yang dapat melatih juga dapat diajak sebagai pelatih.

Tambahan: Kerjasama dengan perusahaan yang ada di sekitar sekolah untuk pengembangan sekolah. DUDI Buat proposal pada perusahaan. Mendayagunakan sumber dan potensi yang ada, misal ada ortu yang dokter gigi. Jiwa enterpreunership, kemampuan menulis proposal yang memiliki nilai jual. Hal itu harus diasah. Kepsek melakukan pendekatan proaktif dengan orangtua.

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT
1. Program Bersama Komite Sekolah dan Orang Tua
a. Open house ttg program sekolah selama 1 tahun, family gathering.
b. Festival dengan melibatkan semua keluarga, bimbel, career day.

2. Program dari/bersama alumni
a. Dokter memberikan pembelajaran tentang kesehatan, membantu pramuka
b. Career day
c. Diminta masukan untuk pengembangan sekolah, misalnya tempat ibadah kurang. Solusinya mereka yang mencari
dananya.
d. Perayaan 17 Agustus, mereka juga dilibatkan dalam kegiatan dengan warga sekolah yang lain.

3. Aktivitas di luar sekolah bekerjasama dengan lembaga setempat
Mou dengan tempat olahraga, mesjid, kantor imigrasi tentang bagaimana cara membuat paspor dan apa manfaatnya

4. Kerjasama dengan Dunia Usaha / Dunia Industri
a. UI Aisec, volunteer dari 27 negara, mengajar 10 hari. Siswa termotivasi karena mengenal langsung bahasa.
Australia, sister school gratis, Jepang sister school gratis. OSK.
b. Unecso dan Unicef, student camp ke luar negeri. Kerjasama dengan Perikanan Undip. Kantor Pos, ada kartu khusus pada saat lebaran. BI seperti setor uang, teller, dsb.
c. Australia, Unesco, Jepang, sekolah seni pertukaran siswa, sekolah akademi gizi tentang kesehatan dan makan sehat. BaliTV.
d. Kedaulatan Rakyat, AdiTV tv lokal, mengkomunikasikan program sekolah, latihan perform siswa, Dana Sehat Muhammadiyah (DSM), dental care dan dokter didatangkan. Anak-anak pencinta hutan, 2500 pohon, labkesda, makanan harus uji lab, unilever mencuci tangan. Sekolah siaga.
e. Ada 3 bahasa pilihan, Arab, Mandarin,dan Jepang. Kampus Unhas, UNM, menerima mahasiswa PPL, radio dan TV, Mall besar di Makassar kalau ada acara diisi oleh anak-anak Athira.
f. Bekerja sama dengan kedutaan besar dan konsulat jenderal.

5. Pemberdayaan tokoh masyarakat dan komunitas seni, budaya, sastra, dan literasi
a. Tokoh sebagai pelatih keyboard, lab musik bantuan dari Yamaha.
b. Siswa datang ke tempat yang akan dijadikan materi belajar. Contoh, Nasima merupakan Indonesia mini, semua tempat di Nasima menggunakan nama-nama Indonesia sehingga ada pembelajaran budaya.

6. Dukungan dan kerjasama Pemerintah Daerah
a. Sanggar seni memberikan pembinaan kepada siswa.
b. Perlakuan dari Pemda, tidak ada pembedaan antara sekolah.

Tambahan: Regulasi terkadang membuat kepala sekolah tidak bisa bergerak. Meskipun banyak ide dan gagasan yang akan dilakukan, tetapi bisa berbenturan dengan aturan dan atau pimpinan kedinasan.

-------------------
Artikel lainnya seputar Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) LIHAT DI SINI


share to whatsapp