Gaet Shopee, Disdik Jabar Luncurkan Pelatihan Bisnis Kelas Perdana Kurikulum Bisnis Digital untuk 26.000 Siswa SMK





Fokus mempersiapkan generasi muda di Jawa Barat (Jabar) agar memiliki kompetensi berwirausaha melalui pengelolaan teknologi digital, Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Pendidikan Jabar bekerja sama dengan Shopee meluncurkan program pelatihan bisnis digital "Kelas Perdana Kurikulum Bisnis Digital" untuk 26.000 siswa SMK se-Jabar.

Kelas perdana kurikulum bisnis digital ini digelar di SMK Negeri 1 Bogor, Jln. Heulang No.6 Tanah Sereal, Kota Bogor, Selasa (11/1/2022).

Kadisdik Jabar, Dedi Supandi menyampaikan, kerja sama dengan Shopee dalam penyelenggaraan bisnis digital dan kewirausahaan ini dalam rangka mengurangi angka pengangguran. 

"Kita sudah melakukan kerja sama dengan Shopee mulai dari penyusunan kurikulum, modul, dan bahan ajar. Termasuk sosialisasi program kegiatan, praktik kerja lapangan, magang, dan rekrutmen untuk karyawan Shopee," tutur Kadisdik. 

Kadisdik mengungkapkan, persiapan sudah dilakukan sejak Juni 2021 dan pelatihan bagi siswa digelar mulai Januari 2022 hingga 6-12 bulan ke depan. Jumlah SMK yang terlibat sebanyak 206, jumlah guru yang mengikuti training of trainer (TOT) 406 orang, dan siswa yang mengikuti pelatihan sebanyak 26.312 orang. 

"Berbarengan dengan ini, kita juga membuka program sekolah pencetak wirausaha (SPW). Sampai Desember 2021, ada 50 ribu SPW, ditambah program Shopee 26.312. Total, lulusan sekolah pencetak wirausaha sebanyak 76 ribu," paparnya. 

Kadisdik berharap, ke depan kerja sama dengan Shopee terus berlanjut, bukan hanya tahun ini. 

Kekuatan Hadapi "Cuaca Disrupsi"

Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menuturkan, fondasi pendidikan vokasi digital adalah kekuatan menghadapi "cuaca disrupsi" yang disebut disrupsi 4.0.

"Nah, inilah yang kami siapkan dalam kurikulum digital ini. Karena, secara statistik, masih banyak lulusan SMK di Jabar yang tidak terserap. Ini salah sistem kita yang tidak mau beradaptasi sehingga jalan di tempat. Padahal, cuaca di luar sudah berubah. Kita tidak menyiapkan anak kita tangguh terhadap cuaca baru ini," tuturnya.

Untuk itu, Gubernur mendorong SMK yang jadul-jadul harus mau bereformasi. "Guru-gurunya harus belajar lagi, mempelajari lagi. Wayahna. Cuaca di luar sudah berubah, ubahlah pola pikir dan ilmu kita," pesannya.

Menurutnya, dalam teori pendidikan, guru bukan lagi penyampai ilmu, guru di masa depan adalah pemilah ilmu. 

"Itulah dunia kita hari ini. Saya doakan, 26 ribu penerima manfaat ini akan menjadi wajah baru anak-anak muda Jawa Barat yang siap menghadapi cuaca yang berubah, menghadapi dunia digital (bisnis digital)," harapnya. 

Anak Muda Ujung Tombak Perkembangan Era Digitalisasi

Sedangkan Kepala Hubungan Pemerintahan Shopee Indonesia, Balques Manisang mengatakan, anak-anak muda adalah ujung tombak dalam persiapan menyongsong perkembangan era digitalisasi.

"Penting bagi kita semua mempersiapkan perencanaan yang baik untuk meningkatkan keterampilan digital bagi generasi muda sesuai kebutuhan," ujarnya. 

Ia berharap, setelah para siswa berjuang dan menyelesaikan kurikulum 6 sampai 12 bulan, bisa mendapatkan peluang untuk magang bahkan bekerja, salah satunya di Shopee. 

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Dinas Pendidikan Jawa Barat. "Kami berharap program ini dapat membantu supaya ada terus perkembangan di era digital 4.0 melalui generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang mumpuni dalam memberdayakan diri untuk bersaing di industri bisnis digital ke depannya. Shopee ada untuk SMK, Shopee ada untuk Indonesia," pungkasnya.  

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Direktur SMK Kemendikbudristek, Wardhani Sugiyanto serta Kabid PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto. **(Humas Disdik Jabar)