Rois Abdul Fatah Raih Gelar Doktor dari UPI dengan Disertasi Model Manajemen Pendidikan Karakter SMP Berbasis Boarding School





Salah satu staf pengajar di SMP Al Ma'soem, Rois Abdul Fatah pada awal 2021 berhasil meraih gelar tertinggi akademik yakni gelar doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Bidang Administrasi Pendidikan.

Dalam sidang promosi doktor yang dilakukan secara online pada 6 Januari 2021 lalu, Rois Abdul Fatah berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Model Manajemen Pendidikan Karakter Sekolah Menengah Pertama Berbasis Boarding School di Jawa Barat Ditinjau dari Ethical Leadership, Teacher Capacity Building dan School Culture”.

Dalam disertasinya, Rois menyoroti permasalahan utama dalam pendidikan karakter adalah adanya proses tata kelola yang masih kurang. Orientasi pendidikan karakter kurang terarah pada masalah utama yaitu lemahnya moral reasoning siswa. Kebutuhan untuk keberlangsungan sebuah proses interaksi pembelajaran yang mendorong peningkatan moral reasoning memerlukan dukungan model tata kelola. 

Tujuan penelitian yang dilakukannya adalah memperoleh gambaran dan menganalisis model manajemen pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama berbasis boarding school di tinjau dari ethical leadership, teacher capacity building, dan school culture.

Adapun fokus penelitiannya adalah mengenai pendidikan karakter, pelaksanaan pendidikan karakter dan implementasi pendidikan karakter ditinjau dari dari ethical leadership, teacher capacity building, dan school culture. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode mixed method sequential expalanatory survey dengan pendekatan design-based research untuk menghasilkan pemahaman tentang model pendidikan karakter.

Hasil penelitiannya menunjukan bahwa kepemimpinan di Sekolah Menengah Pertama berbasis boarding school terbentuk dengan adanya kesadaran pimpinan terhadap nilai-nilai etika. Peran guru sebagai agen perubahan dan role model bagi tercapainya tujuan pendidikan karakter sangat penting untuk mengajarkan argumentasi etis tentang tindakan benar dan salah. Nilai-nilai budaya yang dikembangkan antara lain kearifan lokal, orientasi pada ilmu pengetahuan dan teologis.

Menurutnya, keberhasilan implementasi pendidikan karakter tergantung pada kemampuan, capability serta kontribusi individu dalam penyelenggaraan pendidikan karakter. Ethical leadership, teacher capacity building, dan school culture berpengaruh signifikan terhadap implementasi pendidikan karakter dalam membentuk siswa yang berkarakter.

Adapun rekomendasi penelitian yaitu pengembangan model untuk pendidikan karakter dengan konteks lingkungan diera digital serta membangun moral reasoning dan argumentasi nalar logis dengan 6M yaitu mengetahui, memahami, membiasakan, meyakini, melakukan, dan mempertahankan.