Ini Cara Asyik Belajar Online di Era Pandemi Covid-19 di SMAN 21 Bandung





sman 21 bandung

Di era pandemi Covid-19, setiap satuan pendidikan mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didiknya. Hal ini bertujuan selain memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, juga dikarenakan kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah) tidak sepenuhnya mampu  memproses pembelajaran secara tatap muka yang beralih kepada pembelajaran daring.

Hal tersebut seperti, interaksi sosial antara siswa satu dengan siswa lainnya, interaksi antara siswa dengan gurunya, kegiatan ekstrakurikuler, penumbuhan budi pekerti (kebiasaan membaca, membuang sampah pada tempatnya, beribadah tepat waktu, sopan santun terhadap sesama, cinta tanah air dan bangsa melalui kegiatan upacara). Semuanya tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan sosial yang dilakukan oleh manusia sebagai upaya pencegahan dari bahaya virus Corona.

Strategi pembelajaran E-Learning
Padahal dalam sistem pendidikan nasional, keterpenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan merupakan hak mutlak bagi rakyat Indonesia yang duduk di bangku sekolah. Lalu apa yang sudah dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan dalam menjalankan keterpenuhan tersebut di situasi pandemi ini?
Setiap sekolah memliki strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan peserta didiknya. Diantaranya adalah upaya peningkatan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik yang berjalan di tengah kondisi darurat seperti ini.

Strategi pembelajaran E-Learning yang diharapkan mampu menghasilkan peserta didik bersikap, berpengetahuan, dan berketerampilan yang baik, strategi pembiasaan belajar dari rumah dengan mematuhi program pemerintah untuk selalu stay at home, jaga jarak dan memperhatikan protokol kesehatan, dan yang tak boleh dilupakan adalah kebutuhan sosial peserta didik yang biasa mereka lakukan bila belajar secara tatap muka, yaitu interaksi antarsesama manusia.

Pembelajaran Daring di SMAN 21 Bandung
Ada yang berbeda, SMAN 21 Bandung dalam peningkatan mutu peserta didik melakukan upaya-upaya menyeluruh di bidang akademik maupun nonakademik. Selain pembelajaran E-Learning melalui aplikasi LMS, WA, dan zoom meeting. Sekolah ini bahkan menciptakan media pembelajaran sendiri dengan seluruh guru mata pelajaran melakukan shooting pembelajaran. Dengan percaya diri, di hadapan kamera guru menerangkan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum pendidikan.

Dalam meningkatkan pelayanan, satuan pendidikan yang dikepalai oleh Bapak Dani Wardani, S.Pd.,M.M.Pd. ini selalu melakukan koordinasi antara manajemen sekolah, wali kelas, BK, peserta didik, dan orang tua peserta didik untuk mengetahui perkembangan belajar peserta didik.
Selain pembelajaran daring yang dilaksanakan oleh peserta didik, peserta didik juga diarahkan pada kegiatan penambahan wawasan pengetahuan dengan mengikuti webinar (seminar dalam jaringan) dan lomba-lomba yang diikuti secara online.

Bahkan dalam waktu dekat ini, dalam rangka memeriahkan HUT RI, sekolah ini akan mengadakan lomba secara online yang menitikberatkan pada proses kegiatannya bukan hanya pada hasil produk peserta didiknya. Seperti lomba pidato secara virtual, puisi, dan lain-lain.

Program terbaru yang dilaksanakan oleh sekolah ini adalah bentuk komunikasi secara tatap muka yang harus dibangun oleh pihak sekolah untuk mengobati rasa rindu karena lama tidak bertemu karena harus belajar dari rumah. Program tersebut direalisasikan dengan kegiatan berupa pertemuan secara virtual antara pihak sekolah dengan peserta didik melalui kegiatan video conference untuk membahas tentang hal selain pembelajaran. Kegiatan ini pun sifatnya santai, namun mampu menggali dan menyerap aspirasi peserta didik terhadap sekolah. Program ini menjadi agenda rutin dan terus berkelanjutan dengan materi obrolan yang berbeda.

Belajar virtual melalui aplikasi
Pertemuan virtual ini dilaksanakan melalui aplikasi  zoom meeting atau google meet di mana semua komponen bisa bertemu dan bertatap muka dalam sebuah aplikasi. Peserta kegiatan ini dilakukan antara peserta didik, wali kelas, BK, manajemen sekolah, kepala sekolah, pembina esktrakurikuler, bahkan para pembantu sekolah dan satpam yang senantiasa berinteraksi dengan peserta didik sewaktu mereka bersekolah tatap muka. Dengan berpakaian seragam rapi, peserta didik sudah siap di hadapan kamera untuk berdialog dengan bapak ibu gurunya.

Pembahasan isi pertemuan virtual itu bukan membahas materi pelajaran, namun yang sifatnya umum dan mampu menumbuhkan optimisme peserta didik dalam mengejar impiannya yang prosesnya banyak dilakukan di rumah. Diantaranya saling sapa antara siswa dengan guru atau dengan warga sekolah lainnya. Pemberian arahan dan bimbingan oleh wali kelas dan BK berkenaan persiapan SNMPTN dan SBMPTN. Informasi-informasi penting yang disampaikan manajemen sekolah, yaitu wakasek bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana juga humas yang berkaitan dengan pelaksanaan BDR (Belajar Dari Rumah). Bahkan tanya jawab dengan pertanyaan yang bebas namun sopan bisa disampaikan oleh peserta didik kepada pihak sekolah.

Rasa rindu pun hilang sudah dengan kegiatan yang sangat bermanfat ini. Semuanya bisa bertatap muka, bersilaturahmi, dan bersenda gurau sehingga menghangatkan komunikasi di antaranya dan yang terpenting adalah terpenuhinya fungsi sosial manusia. Maka dalam hal ini, sekolah diharapkan bisa menjadi jembatan pertama yang mampu mengantarkan peserta didik ke pintu gerbang kesuksesan lahir maupun batinnya.

Kendala dalam kegiatan pembelajaran daring/online
Hal lain yang juga menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran daring/online adalah kuota yang minim bagi peserta didik yang kurang mampu. Dalam hal ini SMAN 21 Bandung memberikan bantuan sosial melalui penggalangan dana yang dilakukan oleh guru, manajemen sekolah, beserta orang tua peserta didik yang memiliki rezeki berlebih. Juga alokasi dana dari pemerintah yang diprioritaskan untuk kebutuhan belajar peserta didik yang kurang mampu.

Tak ada permasalahan yang tak ada solusinya. Maka, mari berusaha bersama-sama agar tujuan pendidikan Indonesia terwujud di tengah kondisi pandemi ini. Ada yang lebih penting daripada itu, yaitu mari kita terus berdoa dan bahu membahu, semoga bumi lekas sembuh, Corona segera hilang, negeri bangkit dari permasalahan di bidangnya, dan kita semua bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala karena itu adalah tugas manusia seutuhnya. Akan tetapi, walaupun kondisi masih seperti ini, hendaknya seluruh komponen masyarakat Indonesia tetap fokus dan tetap semangat untuk pencapaian cita-cita bersama.  ** (Nurhidayah, S.Pd / Kehumasan SMAN 21 Bandung)