Pengalaman Mahasiswa UPI Bandung KKN Online di Era Pandemi Covid-19





kkn online

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih menerapkan kebijakan physical distancing dan work from home, banyak kegiatan perkuliahan yang terganggu karena tidak bisa dilaksanakan di kampus secara langsung termasuk Kuliah Kerja Nyata atau KKN.

Mahasiswa UPI yang sedang mengontrak KKN dengan terpaksa tidak bisa melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat itu seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada umumnya kegiatan KKN dilaksanakan di desa-desa kecil, kemudian akan dibuat beberapa kelompok mahasiswa untuk disebarkan pada desa-desa tersebut dan melaksanakan pengabdian di sana. Namun tahun ini tidak bisa demikian.

Kebijakan jaga jarak fisik demi mengurangi penularan Covid-19 menimbulkan sebuah keputusan bahwasanya mahasiswa harus melaksanakan kegiatan KKN di lokasi rumah masing-masing secara individual dan juga daring. Lantas bagaimana KKN daring ini dilaksanakan?

Pemilihan Program KKN
UPI menyediakan beberapa pilihan program KKN yang dimuat dalam Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata Tematik Pencegahan Covid-19 untuk Mewujudkan Merdeka Belajar (KKN Tematik Covid-19 MMB). Program-program tersebut adalah sebagai berikut:
- Program pendataan penduduk yang terkait dengan upaya pencegahan Covid-19 secara daring
- Program edukasi pencegahan Covid-19 bagi anak Sekolah (TK/PAUD s/d SMA/SMK) secara daring
- Program edukasi pencegahan Covid-19 bagi masyarakat secara daring
- Program yang sesuai dengan lingkungan mahasiswa berada yang terkait dengan penanganan dan pencegahan Covid-19 secara daring
- Program-program yang terkait dengan kebutuhan Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung terutama yang berkaitan dengan pendataan masyarakat untuk mendukung penanganan, pencegahan dan dampak Pandemik Covid-19 secara daring

Peserta KKN diharuskan memilih kurang lebih tiga program kegiatan untuk dilaksanakan di lingkungan rumahnya masing-masing.

Salah satu mahasiswa UPI, Mahda Aulia Prasetia dengan NIM 1702285 dan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi sebagai salah satu peserta KKN memilih dua dari tiga program yang ada yakni:
1. Program Pendataan Penduduk karena merupakan program wajib dalam kegiatan KKN
2. Program Edukasi Pencegahan Covid-19 Bagi Masyarakat Secara Daring yang dibagi kembali dalam dua program yaitu
- Program Edukasi Masyarakat Melalui Sosial Media (WhatsApp, Youtube, Instagram, dsb.
- Program Edukasi Masyarakat Melalui Penyaluran Banner/Spanduk dan Poster ke lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan Program KKN Secara Daring
KKN dilaksanakan kurang lebih selama 32 hari dari tanggal 17 Mei 2020 sampai dengan 17 Juni 2020. Pada program pendataan warga, peserta KKN diharuskan untuk bermitra dengan pihak RT, RW dan juga Desa/Lurah di sekitar tempat tinggal peserta. Kegiatan yang dilaksanakan disarankan untuk dilakukan secara daring termasuk dalam melakukan komunikasi dengan mitra yang terlibat.

Pendataan yang diwajibkan adalah data warga terkait rasio usia, rasio tingkat pendidikan terakhir, pekerjaan, kondisi ekonomi, warga kurang mampu, warga yang keluar masuk wilayah lingkungan tersebut dan data warga yang positif Covid-19. Peserta melakukan pendataan tingkat RT dengan jumlah warga kurang lebih 262 jiwa yang diinput secara manual dari salinan Kartu Kelurga yang dimiliki pihak sekretaris RT untuk kemudian dijadikan data digital. Secara keseluruhan, data yang diolah memuat mengenai dampak-dampak pandemi bagi warga sekitar utamanya dalam hal perekonomian.

Kemudian untuk program edukasi masyarakat secara daring, peserta KKN melakukan pembuatan konten edukasi secara rutin selama 32 hari mengenai Covid-19 melalui akun instagram @mahdaauly. Konten yang dibuat memiliki judul yang beragam diantaranya adalah tentang pengertian Covid-19, pengertian wabah, physical distancing, new normal, saran kegiatan selama karantina, rekomendasi film serial selama #DiRumahAja, jasa-jasa tenaga medis dan sebagainya.

Kemudian untuk program terakhir terkait pembuatan spanduk dan poster, peserta KKN membuat ketiganya dengan tema yang berbeda-beda yaitu mengenai GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Cara Mencuci Tangan Berdasarkan Standar WHO dan mengenai Tas Siaga Covid-19 yang perlu dipersiapkan dalam masa transisi menuju new normal.

Hasil Kegiatan KKN Tematik Pencegahan Covid-19
Setelah melaksanakan KKN mandiri selama kurang lebih 32 hari, peserta akhirnya dapat menyelesaikan seluruh program yang dipilih dengan baik. Pendataan berhasil dilaksanakan walaupun ada beberapa kendala seperti kurangnya kelengkapan data yang diberikan oleh pihak RT.

Program edukasi masyarakat melalui sosial media Instagram dan pembuatan spanduk dan poster pun terlaksana dengan baik. Kendalanya ada pada desain dimana tools yang ada pada software desain harus banyak dipelajari terlebih dahulu, terkadang performa laptop dan koneksi internet pun menjadi kendala dalam proses editing dan pencarian bahan desain. Namun secara keseluruhan seluruh program telah terlaksana dengan sebagaimana mestinya.

Walaupun kondisi pada saat ini membuat mahasiswa harus melaksanakan KKN secara daring, tidak banyak permasalahan yang dirasakan. Mahasiswa juga dapat tetap melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Semoga dengan adanya KKN Tematik ini, pengabdian mahasiswa dapat tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat walaupun hanya dapat dilaksanakan secara daring.

----------------
Penulis: Mahda Aulia Prasetia
Editor: Aminudin