Tips Asyik Menggelar Reuni Sekolah yang Seru dan Mengesankan

share to whatsapp




Cara mengadakan reuni sekolah

'reuni' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan seperjuangan, dan sebagainya) setelah berpisah cukup lama. Kenangan dan segala cerita saat kita sekolah coba direkonstruksi kembali saat kegiatan reuni. Mengembalikan masa-masa indah dan segala tingkah polah saat sekolah dapat dinikmati saat kegiatan reunian ini. Mengadakan reuni pun terbilang gampang-gampang susah. Ada tipe alumni sekolah yang menggelar reuni lancar jaya, namun tak sedikit juga yang akan menggelar reunian hanya sekadar wacana doang.

Begitu pula saat menggelar kegiatan reuni ada tipe yang wah banget, sedang-sedang saja, sampai garing banget. Ini memang bergantung pada perencanaan sampai tingkat partisipasi para alumnus. Dari yang heboh banget alias antusias, biasa-biasa saja, malah tidak jarang yang ogah-ogahan buat ikutan reunia karena beragam alasan.

Merencanakan kegiatan reunian memang membutuhkan daya juang dan kolaborasi yang mumpuni. Kegiatan reunian ini melibatkan aspek pola komunikasi, perencanaan, pendanaan, sampai ilmu event organizer. Itulah mengapa bisa dikatakan gampang-gampang susah. Namun, intinya bila ada niat dan kemauan yang kuat, semua bisa terlaksana. Untuk itulah, di sini akan dibahas lumayan panjang mengenai perencanaan menggelar kegiatan reunian ini. Kita bedah dan analisis satu-satu, bila perlu pakai analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats.)

1. Alasan alumni pengen reuni
Alasan merencanakan reunian lebih umum ingin mengenang kembali masa-masa sekolah. Apalagi bila sudah lama tidak pernah bertemu atau sama sekali belum mengadakan reuni. Intinya, ingin kembali menjalin silaturahmi yang sudah lama terputus. Ini biasanya diinisiasi oleh beberapa orang terlebih dahulu yang pengen mengajak teman-teman lainnya berkumpul lagi. Biasanya juga biasa digelar pertemuan atau meet up kecil-kecilan antar sesama inisator tersebut. Upaya ini dilakukan selain dengan menghubungi kembali teman-teman sekolah juga menjalin komunikasi dengan pihak sekolah, minimal minta data para alumni.

2. Alasan alumni ogah-ogahan reuni
Selain banyak yang antusias ingin mengadakan reuni, juga tak sedikit mungkin ada juga yang malas-malasan buat ikut reunian. Yang lebih ekstrem bahkan mungkin menolak. Ini bisa karena ia punya kenangan buruk saat masa sekolah dulu, misal malas ketemu mantan atau musuh waktu sekolah dulu. Padahal, waktu kan sudah mengubah suasana dan hidup lho. Orang seperti ini punya masalah belum selesai dengan masa lalunya.

Namun, bisa juga karena minder karena keadaan ekonomi yang belum selayaknya, misalnya lagi urusan ekonomi lagi drop, gak punya kerjaan, dan lain sebagainya yang membikin dia mikir dua kali buat ikut reunian. Atau mungkin dia trauma dengan masa lalu di sekolah karena pernah merasakan bullying. Ini yang harus diperhitungkan oleh panitia reuni dan rekan-rekan alumni lainnya. Perlu ada penjajakan lebih intens buat meyakinkan orang seperti ini buat ikut berkumpul lagi.

3. Prinsip-prinsip reunian
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan menggelar reuni sekolah:

Kegiatan reuni adalah wadah untuk menyambung kembali tali silaturahmi. Syukur-syukur ada nilai positif lainnya, misalnya dengan sekalian digelar pemberian sumbangan ke sekolah/siswa, bakti sosial, iuran pembangunan gedung tambahan, dan lainnya.

Reuni bukan untuk ajang pamer kekayaan, jabatan, atau status sosial. Prinsipnya, semua kawan yang ikut reuni adalah sahabat lama yang ingin kembali menjalin persahabatan seperti masa-masa sekolah dulu.

Reuni bukan ajang unjuk kekuatan sebagian pihak. Ya, mungkin saat sekolah dikenal ada siswa-siswa atau geng yang berpengaruh atau terkenal. Namun, saat akan menggelar reunian hilangkan ego tersebut. Reunian adalah dari, oleh, dan untuk bersama.

Hindari CLBK, alias Cinta Lama Bersemi Kembali ataupun Cinta Lama Belum Kelar. Bisa saja bagi sebagian alumnus, reunian bisa jadi ajang "balas dendam" memenuhi rasa kepenasaranan waktu SMP atau SMA dulu. Misal ingin kontak lebih intens lagi dengan mantan maupun penasaran dengan kecengan dulu. Ingat bro, dunia yang sekarang dijalani bukan yang dulu lagi.

Apalagi yang sudah berkeluarga, ingatlah anak, istri, atau suamimu di rumah. Mereka yang berjuang membangun kisah hidupmu hingga seberhasil seperti sekarang ini, bukan mantanmu. Ia hanya kenangan masa lalu, walau secara manusiawi rasa memang tidak bisa berbohong, komunikasi sewajarnya saja dengan mantan.

Reunian adalah kerja bersama, yaitu adanya kolaborasi antar berbagai pihak dengan tujuan menggelar reunian yang rame dan berbekas di hati setiap peserta juga panitia. Jangan ada dominasi dari pihak-pihak tertentu. Musyawarah dan partnership adalah cara kerja yang utama. Biar semua bisa ditampung dalam wadah panitia yang solid dan punya tujuan sama demi kesuksesan reunian.

Gunakan potensi yang ada. Hal ini dengan melihat kondisi sekarang dimana dulu kita sama rata sama rasa sebagai siswa, namun sekarang sudah punya dunia masing-masing. Terutama dari sisi pekerjaan, jabatan, hingga pengaruh.

Potensi tersebut sah-sah saja dipergunakan dengan mendukung terselenggaranya reunian. Misal sekarang ada alumni yang jadi pengusaha atau punya rejeki lebih bisa jadi donatur. Yang kerja bidang internet atau media massa, bisa jadi juru humas di media atau membantu bikin media online. Bisa pula yang punya tempat, misal gedung atau tempat wisata, tempatnya dijadikan lokasi menggelar reuni. Atau, yang jadi fotografer diminta jadi divisi dokumentasi di reunian yang bakal digelar nanti.

4. Langkah-langkah dasar menggelar reunian
Kegiatan ini seperti event organizer, yakni dari pra-event, event utama, sampai pasca event. Langkah-langkah dasarnya bisa berupa hal-hal berikut:

Jalin kembali kontak komunikasi
Ini bisa dengan beberapa pihak yang punya niat kuat dan pengen ngadain reunian (apalagi jika ini reunian pertama yang bakal diadain). Cara awal yang mudah tentunya dengan menyambangi atau menjalin komunikasi baik secara langsung maupun via online (chat WA, Facebook, Line, dll).

▪ Lakukan pertemuan kecil-kecilan dan intens
Misal awalnya dari yang teman-teman terdekat terlebih dahulu yang siap mendukung reunian. Baru selanjutnya kayak sistem MLM, saling mengajak buat meet up secara rutin. Mulai dibahas program rencana reunian, dari penentuan SDM panitia kecil dan panitia besar, hari dan lokasi reunian, dana yang dibutuhkan, fasilitas pendukung, dan lainnya.

▪ Bikin sekretariat dan info kontak
Sekretariat buat basecamp pertemuan beberapa alumni juga membahas laporan dan progres pergerakan. Tempatnya bisa menggunakan tempat yang ada dan gak harus keluar biaya, misal rumah kosong milik kawan sekolah dulu yang siap buat dipakai jadi sekretariat.

Dengan sistem ala MLM tadi, bisa saja nanti yang bergabung makin nambah. Misal dari perwakilan tiap kelas atau angkatan. Ini perlu adanya kontak panitia, biar alumnus lainnya yang pengen tahu rencana reunian bisa tanya-tanya atau mau ikutan jadi sukarelawan/panitia, donatur, pengisi acara, dsb.

▪ Susun database alumni
Ini yang tak kalah penting. Panitia perlu adanya nama-nama, alamat, hingga nomor kontak alumni yang tersebar di berbagai wilayah. Cara termudah tahap awal memang memanfaatkan media sosial, seperti mengumpulkan teman-teman di friendlist. Gunakan pola MLM tadi, biar antar teman saling mencari teman lainnya yang sekarang berceceran dimana-mana tersebut.

Bisa juga perwakilan setiap kelas atau angkatan diminta mencari data alumni/kawan-kawannya terkini. Pokoknya, sedikit demi sedikit akan jadi bukit alias data alumni akan bertambah dari hari ke hari. Bisa juga bikin form online khusus yang dibikin buat formulir pendaftaran. Ini akan menjadi acuan kira-kira berapa orang yang bakal hadir nanti. Memang, acara reunian rata-rata gak akan semua ikutan, namun bila beberapa perwakilan per kelas/angkatan sudah siap hadir pun sudah suatu keberhasilan tersendiri.

▪ Aktifkan jalur media sosial
Di zaman kekinian, buat media informasi di media online sangatlah penting. Misal dengan bikin akun instagram acara reunian yang bakal digelar. Juga bikin akun halaman Facebook, channel Youtube, website, group WhatsApp, dll. Biar alumni lain tahu pergerakan program panitia. Mereka akan lebih yakin bila program terus di-update di kanal  media-media internet tersebut. Bila perlu, bikin pengumuman juga di media massa cetak atau bikin selebaran yang bagikan ke perwakilan setiap angkatan atau kelas.

▪ Gelar pra-event reuni
Ini bisa memancing antusiasme para alumni. Misalnya dengan membikin acara kunjungan ke sekolah, kopdar kecil bareng, olahraga bareng (sepeda santai, senam, dll), atau juga pertunjukan musik bersama. Bisa juga dengan bikin talshow bekerja sama dengan radio-radio lokal. Sebar video-video kegiatan pra-event di kanal IG, FB, Youtube, group WA, dll. Ini akan jadi trigger menarik bagi yang lainnya.

▪ Libatkan sekolah asalmu
Ya, kita kan bisa kumpul lagi karena dulu sekolahnya sama. Untuk itu, balik kembali ke sekolah untuk mengajak guru-guru menyukseskan reunian. Bila perlu, ajak juga anak-anak OSIS buat membantu panitia. Hal lainnya biasanya dengan memberikan penghargaan kepada para pendidik dan unsur sekolah hingga pemberian bantuan kepada sekolah kita.

▪ Langkah-langkah lainnya
Selain membikin panitia yang solid, urusan manajerial buat menggelar event reuni pun harus sangat diperhatikan. Hal ini ini dari urusan lokasi yang bakal jadi tempat menggelar reuni; hari dan waktu yang pas biar semua peserta reuni bisa ngumpul; anggaran kebutuhan event reuni; publikasi; fasilitas pendukung; run down acara; dokumentasi; pengisi acara; door prize; dan hal-hal lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan panitia.

;