Melestarikan Budaya Lokal, Kunci Hadapi Era Digital

share to whatsapp




PAUD Taman Lalu Lintas Bandung

Kreativitas merupakan kunci untuk menguatkan fondasi dalam menghadapi era digital. Melalui kreativitas, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat menunjukkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi.

Atas dasar itulah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra menyebutkan bahwa pihaknya menggelar Pembinaan  Kreativitas Anak Usia Dini dengan Tema  Melestarikan Budaya Lokal di Era Digital. Kegiatan yang akan dihadiri sekitar 2.000 orang itu berlangsung di Taman Lalu Lintas, Rabu (18/9/2019).

“Melalui kreativitaslah seorang individu dapat mengaktualisasikan dirinya, seberapa besar potensinya, apa saja kompetensinya. Tanpa kreativitas, rasanya akan tidak mudah seseorang dalam menghadapi era digital yang semakin kompetitif,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri anak-anak PAUD se-Kota Bandung, para pendamping, dan orangtua itu, digelar beragam aktivitas yang memicu sekaligus mendorong munculnya kreativitas anak-anak. Di antara aktivitas tersebut adalah kreasi seni dan lagu, loose part, pengenalan kaulinan tradisional, dan makanan tradisional.

Tidak cukup sampai di situ, para orangtua pun diajak untuk sama-sama memahami pentingnya pengembangan kreativitas anak sejak dini. Istri Walikota Bandung sekaligus Bunda PAUD Kota Bandung, Umi Siti Muntamah dihadirkan untuk berbagi tentang pola asuh anak di era digital. Perempuan yang karib disapa Umi Oded itu akan bersanding dengan psikolog dalam aktivitas berupa talkshow tersebut.

“Kami ingin tidak hanya anak yang didorong kreativitasnya, melainkan juga para orangtua dapat bersama-sama menyadari hal tersebut dan terutama memahami bagaimana seharusnya menerapkan pola asuh yang tepat di era digital,” lanjut Cucu.

Pada akhirnya, dengan mengetahui dan memahami potensi anak-anak serta pola asuh yang tepat untuk diterapkan, orang dewasa dalam hal ini orangtua maupun guru dapat mengarahkan kemampuan anak-anak sesuai potensinya.

“Dengan begitu, tidak akan ada lagi istilah sebagaimana adagium jangan ajari burung berenang dan ikan untuk terbang. Anak-anak dapat dikembangkan potensi dan kreativitasnya sejak dini serta pada fase kehidupan selanjutnya,” tutupnya.

Siti Muntamah Oded selaku Bunda PAUD Kota Bandung mengungkapkan bahwa Kota Bandung sebagai kota ramah anak dan kota layak anak berkomitmen mendukung pembinaan kreativitas anak usia dini, karena menyiapkan anak berarti menyiapkan masa depan, dan menyiapkan karakter berarti menyiapkan anak menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter.

Sejalan dengan itu, Abdul Gaos selaku Kepala Bidang PAUD Dikmas menjelaskan  bahwa kemajuan teknologi tidak bisa kita dibendung,  jadi bagaimana caranya kita menyiapkan anak-anak agar kreativitasnya berkembang dan terampil teknologi yaitu dengan budaya tradisional sehingga membersamai tumbuh kembang anak dengan pembinaan kreativitas dan karakter yang kuat.


share to whatsapp