Film "Koboy Kampus", Sisi Lain Kejeprutan Band The Panasdalam Era 90an

share to whatsapp




Film Koboy Kampus

Sudah jangan ke Jatinangor / Ia sudah ada yang punya / Lebih baik diam di sini / Temani Aa bernyanyi. Itulah penggalan lagu dari band The Panasdalam yang dikomandani Pidi Baiq. Lagu tersebut mengungkapkan sisi lain kehidupan mahasiswa Bandung dalam urusan asmara. Bagaimana sang mahasiswa yang kuliah di ITB Jln. Ganesha berusaha merebut cinta mahasiswi Unpad yang jaraknya puluhan kilo di sebelah timur Bandung.

Seniman Bandung yang dikenal dengan panggilan "ayah" oleh para "jamaahnya" tersebut makin dikenal namanya dalam kisah jajaka Bandung bernama di Dilan yang diluncurkan dalam wujud novel dan film.

Karya-karya Pidi Baiq selain bisa dinikmati dalam lagu, novel, maupun film, bagi wisatawan yang berkunjung ke Alun-Alun Bandung pasti kenal dengan tulisan kata "Dan Bandung, bagiku, bukan cuma masalah Geografis. Lebih jauh dari itu melibatkan Perasaan, yang bersamaku ketika sunyi."  Mungkin Anda pernah berselfie ria di tulisan yang ada di jembatan dekat Taman Alun-Alun Bandung tersebut.

Dan sekarang bagi yang kangen dengan karya Pidi Baiq, telah meluncur film "Koboy Kampus" masih bersetting Bandung terutama kisah mahasiswa era 90an.  Pidi Baiq yang pernah nyuprih elmu di Seni Rupa Murni ITB tersebut, menghadirkan kisah para mahasiswa di kampus ITB saat masa-masa Reformasi. Tentu saja banyolan-banyolan cerdas yang out the box ala Pidi Baiq jadi bumbu sedap di film ini.

Film ini menceritakan kehidupan para mahasiswa ITB waktu itu, yaitu Pidi Baiq (Jason Ranti), Deni (Bisma Kharisma), Dikdik (Miqdad Addausy), Erwin (David J Schaap), Rianto (Anfa Safitri), dan Ninuk (Ricky Harun). Julukan "koboy kampus" disematkan pada mereka karena keenamnya termasuk maba alias mahasiswa bangkotan bin kuncen yang menjadikan kampus rumah kedua.

Masa Reformasi yang menjatuhkan rezim Soeharto waktu itu mengundang jiwa mahasiswa untuk turun ke jalan dengan berorasi maupun beraksi. Nah ini, yang jadi sisi jeprut dari Ayah alias Pidi Baiq dan kawan-kawan terbilang jeprut, mereka  bukannya turun ke jalan teriak-teriak, namun mendirikan negara baru bernama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam.

"Negaranya" sendiri base camp-nya di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. ‘Negara’ itu dihuni 18 warga negara yang diketuai presiden bernama Deni dan seorang imam besar, yakni Pidi Baiq. The Panasdalam merupakan akronim dari atheis, paganisme, nasrani, hindu-buddha, dan islam. ‘Negara’ itu dibentuk tahun 1995 di Kampus ITB. Dan tentunya gaya-gaya nyeleneh para mahasiswa jeprut tersebut akan bisa penonton temui di film yang tayang mulai 25 Juli 2019 ini.

Link:
- Instagram: @filmkoboykampus
- Trailer film Koboy Kampus TONTON DI SINI