Informasi

Wilujeng Angkat, Tokoh Pendidikan Prof. Dr. H. Mohamad Surya




Tokoh Pendidikan Mohamad Surya Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Tokoh pendidikan Prof. Dr. H. Mohamad Surya (Guru Besar UPI/Ketua Dewan Pembina PB PGRI) meninggal dunia pada hari Selasa, 13 November 2018 pukul 20.30 di RS Advent Bandung. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jln. Kapt. Abdul Hamid 58, Panorama, Kota Bandung. Almarhum akan dishalatkan di Masjid Al Furkon UPI pada Rabu, 14 November pukul 09.00 WIB.

Prof. Dr. H. Mohamad Surya adalah tokoh pendidikan yang lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 8 September 1941. Seluruh hidupnya diabdikan untuk dunia pendidikan Indonesia. Tercatat,  beliau pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) periode 1998-2003 dan periode 2003-2008. Beliau pun menjadi salah seorang dari empat orang wakil asal provinsi Jawa Barat yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009.

Disitat dari laman Wikipedia Indonesia, Mohamad Surya adalah putera dari Sastrasantana, yang juga seorang guru. Mohamad Surya menikah dengan Dra. Hj. Siti Suminah, M.Pd. pada tanggal 3 April 1967 dan dikaruniai lima orang anak. Pendidikan yang diikutinya dimulai dari SD Citangtu Kuningan (lulus tahun 1954), kemudian SGA/KGA (1962), sarjana muda IKIP Bandung (1965), dan sarjana pendidikan IKIP Bandung (1968).

Gelar doktor pendidikan diraihnya tahun 1979, juga dari IKIP Bandung setelah mempertahankan disertasi mengenai faktor non-intelektif pada siswa berprestasi kurang. Selain itu, ia juga mengikuti program refreshing di Ohio State University (1987) dan program Internship di Indiana University (1989).

Kariernya sebagai Guru diawali dengan menjadi pengajar Sekolah Rakyat (sekarang SD) di Kuningan (1958-1962). Kemudian menjadi guru SPG-B/SMA di Bandung (1966-1973). Mulai tahun 1966, ia menjadi dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan menyandang jabatan sebagai guru besar sejak tahun 1997.

Keterlibatan di PGRI sudah dilakukannya sejak tahun 1958, sebagai anggota ataupun sebagai pengurus. Sedangkan jabatan sebagai ketua umum organisasi ini, terakhir diperolehnya saat terpilih untuk kedua kalinya tanggal 12 Juli 2003 dalam Kongres ke XIX PGRI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.


share to whatsapp