Informasi

Bandung Santun, Penguatan Pendidikan Karakter Bandung Masagi




Ikrar Bandung Santun

Ratusan ribu siswa di Kota Bandung mengikuti gerakan dunia  Satu Hari Belajar di Luar Kelas (Out Classroom Days) pada hari Kamis(1/11/2018).Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan  menumbuhkan minat bakat siswa hingga eksplorasi berbagai hal yang selama ini tidak dapat dilakukan di dalam ruang kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana berharap kegiatan ini menginspirasi dan memperkuat guru-guru untuk memilih model pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan efektif. Hal ini dilakukan dalam upaya mengantarkan anak-anak mencapai kompetensi yang diharapkan, khususnya dalam rangka penguatan pendidikan karakter sesuai program Bandung Masagi.

Ikran Bandung Santun
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ratusan ribu siswa dan siswi Kota Bandung juga  ikrarkan Bandung Santun di sekolah masing-masing. Mereka berjanji untuk selalu santun dalam berkomunikasi baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam media sosial serta akan membiasakan diri mengucapkan kata terima kasih atau hatur nuhun, maaf atau punten, dan selamat atau wilujeng.

Selain itu, mereka mengikrar diri untuk menjadi pelopor dan pelapor perilaku ketidaksantunan.
“Kami berharap anak-anak ikhlas melakukan hal ini, karean tentu tidak mudah menjadi pelapor perilaku ketidaksantunan,” tutur Kadisdik Elih Sudiapermana

Kadisdik yakin siswa-siswi di Kota Bandung mampu mengamalkan ikrar Bandung Santun ini.
“Perilaku santun ini adalah bagian dari pendidikan Karakter Bandung Masagi yang telah ditanamkan sebelumnya," tutur Elih.

Ditemui di SMPN 2 Bandung, Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung Evi S. Saleha menyampaikan apresiasinya kepada keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Bandung. Di depan ribuan siswa-siswi Evi hadir mewakili Wali Kota Bandung memberikan sambutan dan melakukan pembukaan kegiatan Belajar di Luar Kelas.

Menguatkan pendidikan karakter siswa
Dalam pidatonya, Evi meyakini bahwa Pengikraran Bandung Santun ini mampu meningkatakan karakter baik pada anak. “Anak-anakku sing cageur, bageur, bener, pinter tur singer,” tutur Evi kepada siswa-siswi SMPN 2 Kota Bandung. Evi juga menambahkan pentingnya keterlibatan orang dewasa dalam Bandung Santun ini yang akan menjadi contoh baik bagi anak-anak. “Ayo para orangtua, jadilah teladan yang baik untuk anak-anak kita mulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal dan sekolah,” ajak Evi.

Raut bahagia siswa-siswi yang mnegikuti kegiatan ini membuat kami semua yakin bahwa Bandung akan menjadi kota dengan perilaku, bahasa dan budaya santun.

Evi berharap Dinas Pendidiakan dan sekolah agar terus melanjutkan komitmen ini. Serta bagi seluruh siswa dapat melaksanakan ikrar ini dengan penuh tanggung jawab.*(Tim Kehumasan Disdik Bandung)