Informasi

Apresiasi GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018




GTK Berprestasi Nasional 2018

Sebanyak 117 pemenang terpilih dalam Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kepada guru dan tenaga kependidikan pada acara penutupan.

Acara digelar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gedung A, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu malam, 15 Agustus 2016. Hadir pula Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, beserta para staf Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Acara diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan pada guru dan tenaga kependidikan di tingkat nasional. Ada 908 guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti penilaian dari 34 provinsi.

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 diselenggarakan mulai tanggal 11 s.d 18 Agustus 2018. Ajang tahunan bergengsi ini diikuti 908 orang GTK, yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan, yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi. Tahun ini kategori mata lomba dibagi menjadi 39 kategori, dan ditentukan pemenang juara I, II, dan III untuk semua kategori lomba.

"Penilaian tidak lagi hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis tetapi juga meliputi soft skill mencakup kompetensi sosial. Peserta diuji kemampuannya bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital," dilaporkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano.

Tak lupa, para peserta juga diuji kedalaman pemahamannya terkait nasionalisme, dan cinta tanah air yang dikemas dalam bentuk aktivitas permainan dan tugas proyek kelompok. Tahun ini sistem pemberkasan dilakukan secara paperless. Penjurian dilakukan oleh para profesional dari berbagai unsur, di antaranya perguruan tinggi, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Perpustakaan Nasional, serta praktisi dari industri.

"Profesi guru dan tenaga kependidikan akan selalu ada dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka, peningkatan kemampuan profesionalisme GTK mutlak dilakukan," ujar Supriano.