Informasi

Kemenpar Optimalkan Potensi Pariwisata Danau Toba




Pariwisata Danau Toba

Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) M. Tata Syafaat Ridwanullah, dalam seminar "Strategi Baru Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba" pada Sabtu, (15/09) di Ciputra World Hotel, Surabaya, menjelaskan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba dilakukan strategi meliputi pengembangan aksesibiltas, atraksi, dan amenitas.

Dari sisi aksesibiltas, pemerintah berupaya membuka akses baru, selain Bandara Silangit, untuk mempermudah wisatawan mencapai Danau Toba. "Saat ini sudah ada direct flight dari Jakarta menuju bandara Silangit. Untuk ke depannya, kami mencoba mengembangkan Bandara Sibisa agar mempermudah wisatawan mencapai Danau Toba," ujar Tata.

Pengembangan penerbangan langsung internasional juga menjadi fokus utama yang lain, khususnya untuk negara-negara di regional ASEAN, mengingat lokasi Danau Toba yang strategis untuk dijangkau wisatawan dari negara-negara tersebut. Saat ini International Direct Flight menuju Danau Toba yang telah tersedia melalui Bandara Silangit melayani penerbangan dari Bandara Subang dan KLIA 2, Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain itu, sebagai upaya menyambut wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, sejumlah atraksi baru telah tersedia, satunya adalah atraksi wisata waterpark terbesar di Indonesia di Parapat. "Untuk wisata man-made, kami belajar dari konsep Jatim Park di Kota Batu, Jatim, untuk dapat diterapkan dan dimplementasikan di Kawasan Danau Toba. Harapannya, akan ada banyak pilihan bagi wisatawan dari berbagai usia untuk menikmati atraksi di Danau Toba," jelas Tata.

Untuk amenitas, saat ini sudah ada beberapa hotel berbintang baru yang mulai dibangun di sekitar Bandara Silangit. Selain itu, pengembangan homestay di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan juga telah dilakukan sebagai pilihan akomodasi bagi wisatawan.

Dengan pengembangan di berbagai sektor, Tata mengharapkan para penggiat dan investor dapat melihat peluang investasi di Danau Toba. "Saya harapkan seluruh stakeholder bisa turut serta dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba," ujarnya.

Selain Tata, hadir pula Solahuddin Nasution (Ketua DPP ASITA Sumatera Utara) dan Monas Tjahyono (Direktur Monas Tour & Travel) sebagai pembicara dalam seminar dimaksud, yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Misi Penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba yang berlangsung Jumat hingga Minggu (14-16/9) di Ciputra Mall Surabaya.

Misi Penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba sendiri dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisman dan wisnus ke Danau Toba. Untuk meningkatkan kembali kunjungan dan penjualan paket wisata ke Danau Toba, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Sumut, ASITA, & PHRI menyelenggarakan misi penjualan di sejumlah kota. Kali ini, kami memilih Surabaya sebagai kota kedua setelah Yogyakarta," ujar Masruroh, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional 1.

Antusiasme cukup besar terhadap destinasi Danau Toba tampak dari sesi table top yang dilakukan pada Jumat (14/9) lalu di Hotel Ciputra World. Kegiatan yang mendatangkan buyers dari Surabaya sebanyak 60 orang dan 30 sellers dari Sumatera Utara ini menunjukan potensial transaksi yang diperoleh sebanyak 13.100 pax seharga Rp. 9.150.000.000 dan real transaksi sebesar 20 pax seharga Rp. 17.500.000.