Informasi

Sekretaris Disdik Kota Bandung Pantau USBN di SDN Leuwipanjang




USBN SD 2018 di Kota Bandung

Di hari ke dua pelaksanaan USBN SD, Sekretaris Dinas pendidikan Kota Bandung Mia Rumiasari melaksanakan kegiatan monitoring ke Sub Rayon 14 Kota Bandung di SDN Leuwipanjang, Jln. Muara Sari No. 44, Kel. Kebon Lega, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Hadir pula Deni Kurniadi Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Dasar serta Deden Muhidin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kehadiran tim dari Dinas Pendidikan Kota Bandung dan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah diterima dengan baik oleh kepala SDN Leuwipanjang Lilis Kania dan beberapa panitia yang siaga berjaga. Dalam kegiatan tersebut Sekdisdik sempat berkeliling ke beberapa ruangan tempat pelaksanaan ujian. Memantau kegiatan USBN dari luar saja.

Tercatat sebanyak 2721 siswa di Sub Rayon 14 mengikuti USBN. Dengan jumlah laki laki 1369 siswa dan jumlah perempuan 1352 siswa. Personil pengawas yang dilibatkan sebanyak 300 orang. Gugus 49, 50, 51, 58 dan 59 adalah gugus yang berada di Sub Rayon 14. Di SDN Leuwipanjang sendiri peserta yang mengikuti USBN sebanyak 160 siswa dengan ruangan yang dipakai 8 ruangan dan pengawas yang terlibat sebanyak 16 orang.

Jadwal pelaksanaan USBN utama Tahun Pelajaran 2017-2018 adalah sebagai berikut:
Kamis, 03 Mei 2018 mata pelajaran Bahasa Indonesia
Jumat, 04 Mei 2018 mata pelajaran Matematika
Sabtu, 05 Mei 2018 mata pelajaran IPA

Sedangkan Jadwal USBN susulan dilaksanakan tanggal 07 Mei 2018 sampai 09 Mei 2018. Waktu pelaksanaan Pukul 08.00 sampai Pukul 10.00.

Harapan Lilis Kania sebagai Ketua Penyelenggara Sub Rayon 14 “Semoga USBN ini dapat berjalan lancar, aman dan tertib serta terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan. Sukses sesuai harapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan pun saat evaluasi nanti,” tutur Lilis.

“Kegiatan USBN jangan hanya dipandang sebagai kegiatan yang menakutkan namun lebih dari itu adalah sebuah proses pembelajaran yang diharapkan mampu menggiring anak anak meningkatkan kepercayaan diri dan mengembangkan intelektualnya. Namun yang lebih utama adalah proses dalam pembelajaran, bukan hanya nilai akhir semata,” tutur Sekdisdik. *(Niradea – Disdik Bandung)