Newsticker

Perumnas Akan Bangun Hunian Vertikal Tower Sentraland Antapani




Perumnas Antapani Sentraland Bandung

Memasuki triwulan keempat tahun 2017, Perumnas berupaya menggenjot beberapa proyek srategis di beberapa wilayah, salah satunya di kawasan Antapani, Kota Bandung. Di daerah Antapani akan segera dibangun dua tower Sentraland Antapani hunian vertikal. Dua tower tersebut akan terkoneksi dengan kereta ringan atau light rail transit (LRT) Metro Kapsul Bandung di kawasan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Sentraland Antapani ini dalam rangka pemenuhan satu juta rumah, untuk proyek di Jawa Barat ini akan terkoneksi dengan LRT," kata General Manajer Pemasaran Perumnas, Dian Rahmawati pada acara konferensi pers di Bandung, Rabu (25/10/2017).

Sentraland Antapani yang memiliki total investasi Rp500 miliar itu akan dibangun dua tower di lahan seluas 8.991 meter persegi dengan total hunian sebanyak 1.256 unit dan 18 unit komersial. Apartemen Sentraland Antapani bersebelahan dengan Terminal Antapani yang nantinya akan dibangun Terminal Terpadu yang terdiri dari Terminal Angkotan Kota, Pasar Modern dan Sub Monorel.

"Ini akan menjadi keunggulan Sentraland Antapani Bandung, karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang nantinya akan menunjang kebutuhan gaya hidup hunian vertikal," kata Dian.

Ia menyampaikan, hunian vertikal setinggi 19 lantai itu selain terkoneksi dengan kereta ringan, juga berdekatan dengan Terminal Antapani yang akan memudahkan mobilisasi penghuni.

"Rencananya pada lantai tiga akan disediakan langsung jembatan penghubung dengan terminal, sehingga mobilisasi masyarakat Bandung akan terfasilitasi," katanya.

Ia menambahkan, proses pembangunan hunian vertikal di Antapani itu sedang melakukan tahapan penyelesaian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang ditargetkan selesai November 2017.

Setelah izin selesai, kata dia, pembangunan akan mulai dilakukan 2018 dengan target penyelesaian selama 1,5 tahun atau pada 2019.

"Target penyelesaian pembangunannya 2019, atau selama satu setengah tahun," katanya.

Project Coordinator Sentraland Antapani, Budi Wahyudi, menambahkan, beberapa kemudahan untuk konsumen yaitu pembelian nomor urut pemesanan (NUP) yang hanya membayar Rp2 juta.

"Apabila pada masa tenggangnya ternyata tidak jadi membeli, uang NUP yang disetorkan dapat kembali 100 persen," katanya.

Informasi lebih lanjut dan pertanyaan, silakan hubungi DIKA : 0812-2096-1208 (CALL / WA) atau kunjungi www.perumnasantapani.com.