Newsticker

Mahasiswa KKN Tematik PKBM UPI 2017 Adakan Penyuluhan Sarapan Sehat dan Cuci Tangan




KKN Tematik UPI 2017 di Panyileukan

Warga kota Bandung yang sibuk, seringkali diharuskan meninggalkan rumah saat pagi buta. Belum lagi anak-anak yang dituntut untuk masuk sekolah pukul 6.30, sehingga setidaknya mereka harus berangkat dari rumah sekitar pukul 5.30. Hal ini menyebabkan banyaknya orangtua yang tidak mengacuhkan komposisi zat-zat gizi yang baik dan sehat dalam menu sarapan yang mereka siapkan. Padahal, apabila sarapan yang dimakan tidak memenuhi komposisi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh akibatnya akan berbahaya.

Hasil survei pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyatakan bahwa 44% anak usia sekolah mengonsumsi sarapan dengan kualitas rendah. Berdasarkan fakta itulah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PKBM UPI 2017 mengadakan Penyuluhan Sarapan Sehat dan Cuci Tangan di PAUD Strawberry RW 06, Kelurahan Mekarmulya, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Narasumber penyuluhan, Slamet, memaparkan bahwa, sarapan pagi merupakan kebutuhan bagi tubuh. "Dengan sarapan sehat, kita dapat mengoptimalkan apa pun kegiatan yang kita lakukan. Sarapan juga dapat menurunkan berat badan, sehingga cocok bagi orang yang sedang melakukan diet," ungkap Slamet.

Temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat yang melakukan sarapan pun ternyata belum memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. “Masyarakat terkesan asal-asalan dalam melakukan sarapan, tanpa mengindahkan komposisi gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, asal sarapan saja, asal kenyang saja,” tegasnya.

Panitia acara penyuluhan, Ayu (20) mengungkapkan bahwa banyak fakta tentang sarapan yang belum ia ketahui sebelumnya. Namun, setelah mengikuti penyuluhan ini, ia berharap bahwa ke depannya sarapan dapat menjadi budaya, bahwa sarapan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Dan ia pun berharap bahwa, setelah ini ada kegiatan serupa yang dilakukan secara rutin. Baik oleh mahasiswa, atau pun pihak yang berwenang lainnya.

“Semoga setelah ini ada kegiatan serupa yang dilaksanakan secara rutin. Karena animo masyarakat terlihat begitu tinggi terhadap kegiatan seperti ini. Jadi, insyaallah bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Membuat sarapan sehat
Selain melakukan acara Penyuluhan Sarapan Sehat, mahasiswa KKN Tematik PKBM UPI juga melakukan demo membuat sarapan sehat yang praktis dan dapat dibuat oleh siapa pun. Demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa membuat sarapan sehat itu tidaklah sulit. Dan ini juga bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang sarapan yang sering dianggap rumit.

Dalam demonstrasinya, Slamet membuat nasi kepal yang diisi dengan telur, abon, dan dihias dengan sayuran. Ia menjelaskan bahwa dengan nasi kepal yang dibuatnya itu, kebutuhan gizi tubuh sudah terpenuhi. Mengingat sebagian besar anak yang malas sarapan sebelum berkegiatan. Dengan membuat makanan yang sederhana seperti yang dicontohkan, diharapkan anak tertarik untuk melakukan sarapan sebelum melakukan aktifitas, ungkapnya.

Penyuluhan cuci tangan
Setelah melakukan penyuluhan sarapan sehat, mahasiswa KKN PKBM Tematik UPI 2017 melanjutkan acara dengan Penyuluhan Cuci Tangan. Penyuluhan ini bertujuan untuk membiasakan anak usia prasekolah agar selalu menjaga kebersihan dirinya dari beberapa penyakit yang mungkin menyerang. Penyakit yang mungkin timbul akibat kurang bersihnya tubuh, di antaranya diare dan ISPA. Kedua penyakit ini merupakan dua penyakit yang mematikan bagi anak usia prasekolah.

“Kebersihan diri dapat dimulai dari bagaimana anak tersebut mencuci tangan dengan baik”, ungkap Slamet.
Ia berharap, orangtua dapat memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri secara baik dan benar sejak dini. “Kebiasaan yang baik harus ditanamkan sejak dini,” tambahnya.

Mencuci tangan yang baik dan benar tidaklah sekadar terkena air dan menggunakan sabun. “Ada enam tahapan mencuci tangan yang baik dan benar, namun terkadang tahapan tersebut tidak diindahkan, sehingga cuci tangan pun terkesan asal-asalan. Asal terkena air saja sudah cukup,” ujarnya.

Ketua KKN Panyileukan A, Ridwan Firdauzi memberikan apresiasinya terhadap kinerja kawan-kawan dan antusias warga yang hadir pada acara penyuluhan tersebut. “Semoga dengan adanya penyuluhan ini, warga menjadi sadar terhadap hal-hal yang kecil, namun sering diabaikan,” kata Ridwan.

Mahasiswa KKN Tematik PKBM UPI 2017 berharap, dengan diadakannya Penyuluhan Sarapan Sehat dan Cuci Tangan ini, pola pikir masyarakat terbuka akan pentingnya komposisi gizi pada sarapan yang biasa dimakan dan mencuci tangan dengan baik dan benar. Sesibuk apa pun orangtuanya, diharapkan dapat memperhatikan komposisi gizi pada menu sarapan untuk seluruh anggota keluarganya.

Dua hal tersebut merupakan hal yang kecil, namun dapat berdampak fatal ketika tidak diindahkan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tematik PKBM UPI 2017 berharap ada pihak yang meneruskan program semacam ini setelah masa KKN usai pada tanggal 21 Agustus 2017. (Ridwan Firdhauzi)