Newsticker

Rojali, Program Antar Jemput Lansia di Cigending Ujungberung




Rojali di Andir Kaler Cigending Ujungberung

Rojali, bukan nama atau panggilan seseorang. Ini merupakan kependekan dari "Roda Jajap Lansia". Sebuah program unik yang diluncurkan di Andir Kaler, Kelurahan Cigending, Kec. Ujungberung, Kota Bandung. Program Rojali sangat melekat untuk ibu-ibu kader lansia di salah satu kawasan Bandung Timur ini. Progam ini sudah beberapa bulan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Menuru ibu-ibu kader lansia RW 03 di Andir Kaler, program Roda  Jajap Lansia  ini merupakan sebuah gerakan ibu-ibu kader lansia yang saat ini sedang digencarkan antara lain untuk membawa antar dan jemput  lansia yang tidak bisa datang ke Posbindu. Hal ini bisa karena alasan kesehatan yang kurang baik. Biasanya yang dialami para lansia adalah karena kepala pusing atau hipertensi tinggi sehingga sulit untuk mengunjungi pos pelayanan ini.

Seperti yang dikemukakan Heni dan Imas, kader Posbindu, bahwa semenjak ada program Rojali, banyak lansia yang minta diantar ke Posbindu untuk diperiksa kesehatannya. Seiring waktu, jumlah lansia yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan keikutsertaan program lainnya pun meningkat.

Hal serupa dituturkan juga oleh bidan Oon dari Puskesmas Ujungberung Indah yang selama ini mendampingi kader kader melaksanakan kegiatannya di Posbindu. Hal serupa juga dikemukakan Ketua TP PKK Kelurahan Cigending Ai Rohayati yang selalu berkunjung memantau kegiatan ibu kader.

Mendukung program Gerakan Masyarakat Bandung Cinta Lansia
Rojali sendiri merupakan salah satu program kewilayahan untuk mendukung Pemkot Bandung dalam Gerakan Masyarakat Bandung Cinta Lansia (Gema BCL). Gema BCL sendiri telah diluncurkan di Balai Kota Bandung pada Minggu (16/7/2017). Wali Kota Ridwan Kamil sendiri dalam peluncuran tersebut  mengatakan bahwa jika kaum lansia sudah merasa aman dan nyaman, itulah ciri kota yang berbahagia. Para lansia, menurut Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, adalah komponen masyarakat yang kerap kurang mendapatkan perhatian dalam pembangunan.


Guna memfasilitasi kebutuhan para lansia, secara kelembagaan, pemerintah kota telah membentuk unit kerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPPAPM) Kota Bandung. Unit tersebut akan berupaya memenuhi kebutuhan para lansia agar mereka merasa bahagia.

Di Kota Bandung, setiap lansia yang tidak memiliki sanak-saudara akan ditemani oleh relawan untuk melaksanakan aktivitas yang menyenangkan, seperti mengobrol, berolah raga, atau berjalan-jalan selama seharian penuh. Para relawan terdaftar berbasis komunitas di kewilayahan. Ada pula relawan yang mendaftar secara online. Tercatat, telah ada lebih dari 2100 relawan yang siap menjalankan program ini. (Santi Susilawati)