Informasi

Pemkab Bandung Luncurkan 543 Koperasi Wanita




Launching Koperasi Wanita Kabupaten Bandung

Bupati Bandung Dadang Naser berharap agar pemerintah pusat bisa melibatkan koperasi dalam penjualan gas bersubsidi. Pelibatan penjualan lewat koperasi tersebut tiada lain untuk kesejahteraan rakyat. Jika terlaksana penjualan gas bersubsidi oleh Koperasi seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), menurut Dadang Naser, harganya tidak akan semahal saat dijual oleh pengusaha besar.

Hal tersebut diungkapkan Dadang  Naser saat launching 543 koperasi wanita di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung pada Kamis (8/6/2017). Bupati meminta pada pemerintah pusat yakni Kemenetrian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI untuk memperbolehkan penjualan gas bersubsidi oleh koperasi.

Mendukung pertumbuhan koperasi
Bupati menuturkan, kehadiran Kemenkop dan UKM dalam mendukung pertumbuhan koperasi di Kabupaten Bandung saat ini, harus betul-betul terimplementasi di lapangan.

"Jika terealisasi penjualan gas bersubsidi oleh koperasi, saya yakin kesejahteraan akan meningkat. Harga gas 3 kilo yang aslinya 16.500, bisa maksimal dijual Rp.20.000,"ucap Bupati. Harapan tersebut menurutnya harus didukung pula oleh semua pihak, seperti yang sudah dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Ke depan, Forum Camat pun kata Dadang pun harus mengambil peran. "APDESI sudah sangat mendukung dengan terbentuknya 543 koperasi wanita. Untuk kedepannya, saya minta Forum Camat turut mengambil peran memberikan kotribusi, khususnya membina Pemdes agar bisa membangun sistem perekonomian tingkat desa yang mumpuni, tegasnya.

Bupati menandaskan Kabupaten Bandung pada kesempatan tersebut, menjadi daerah yang pertama kali mencanangkan 543 koperasi wanita di Indonesia oleh Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) dibawah Kemenkop UKM.

"Dengan bangga kita bersyukur, Kabupaten Bandung ditunjuk untuk lokasi pencanangan Koperasi Wanita oleh Perwira," tambah Dadang.

Koordinasi penjualan gas bersubsidi
Sementara menurut Sekretaris Kemenkop UKM RI Ir. Agus Muharram mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu terkait penjualan gas bersubsidi dengan pihak Pertamina.

Dia menyambut baik harapan Bupati, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan.

"Kami akan koordinasikan dulu dengan Pertamina dan pihak terkait lainnya. Namun pada dasarkan kami apresiasi tujuan Bupati tadi, bahwa itu bertujuan mensejahterakan perekonomian rakyat," tutur Agus.

Agus Muharram mengatakan, pencanangan 543 koperasi wanita yang masuk dalam Rekor Musieum Indonesia (MURI) tersebut, diharapkan bisa dibangun juga di daerah lain di Indonesia.

"Pencanangan ini saya harapkan bisa berhasil membangun sistem perekonomian rakyat, yang nantinya harus bisa menyokong perekonomian keluarga, masyarakat desa hingga cakupan yang lebih luas di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Diharapkan bisa amanah
Dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, Agus menyatakan agar semua bisa bekerja dengan cerdas, ikhlas, tuntas, dan waras.

Tujuannya tentu saja supaya pelaku koperasi dan UKM bisa amanah dalam menjalakan roda ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong tersebut.

"Menjalankan koperasi harus amanah. Bekerja cerdas, tuntas dan waras, juga memiliki cara kerja gotong royong dan tidak korupsi," tandas Agus.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan secara simbolis Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum bagi 543 Koperasi, dari Kemenkop UKM kepada perwakilan Koperasi Wanita. (SP)