Informasi

6.296 Guru Garis Depan (GGD) Akan Ditempatkan di 183 Daerah




Guru garis depan 2017

Sebanyak 6.296 Guru Garis Depan (GGD) hasil seleksi tahun 2016 akan ditempatkan di 183 daerah mulai Agustus tahun ini. Mereka akan mengajar di 183 kabupaten/kota yang termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbud), Sumarna mengungkapkan, proses seleksi GGD angkatan 2016 memang telah berlangsung tahun lalu. Namun, pengumumannya baru dilakukan hampir setahun setelahnya karena ada penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Melibatkan lembaga lain
Selain itu, pengumuman GGD juga melibatkan kementerian/lembaga lain, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Negara. Kemendikbud baru menerima hasil seleksi GGD 2016 dari Kemenpan dan RB pada Juni 2016, dan akan mengumumkannya ke publik dalam waktu dekat.

“Hasil proyeksi ini tahun lalu (2016) sudah selesai. Oleh karena adanya UU Nomor 23 tahun 2014, maka perlu penyesuaian penempatan, dan akhirnya diperoleh 183 induk semangnya,” jelas Pranata, saat Penyerahan Penetapan Kebutuhan Formasi dan Hasil Seleksi Kompetensi Dasar Guru Garis Depan 2016, di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Seleksi GGD tahun 2016 diikuti 6.315 peserta dari 6.348 yang mendaftarkan diri. Mereka menjalani seleksi di 107 tempat uji kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemendikbud akan menghubungi para peserta seleksi GGD 2016 yang dinyatakan lulus untuk penandatanganan nota kesepahaman penempatan tugas. Untuk SK CPNS, para guru garis depan tahun 2016 akan terhitung mulai tugas (TMT) pada Agustus 2017.

Tidak perlu pemberkasan dan verifikasi berkas
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, proses penempatan menjadi proses akhir dari seleksi GGD sehingga pemberkasan dan verifikasi berkas tidak perlu dilakukan lagi. "Para guru garis depan tidak perlu lagi mengikuti proses pemberkasan karena tes yang diikuti sudah lengkap, tinggal penempatan,” ujarnya.

Pemangkasan prosedur ini dilakukan untuk mempercepat pengiriman dan penugasan para guru garis depan di daerah penempatan. Didik berharap mereka dapat bertugas dengan tenang dan betah mengajar di daerah 3T. Ia pun mengapresiasi dedikasi yang diberikan para guru garis depan sebelumnya, khususnya guru perempuan yang bersedia ditempatkan di daerah 3T. Diharapkan, mereka bisa memberikan motivasi yang tinggi kepada para siswa di daerah 3T.

“Alhamdulilah, ini (GGD) sangat membantu anak didik di daerah 3T. Semoga anak-anak ini dapat menjadi siswa terbaik dengan dukungan motivasi dan dedikasi para gurunya,” jelas Didik. (Humas Kemendikbud)