Newsticker

Museum Nike Ardilla, Potensi Destinasi Wisata Bandung



Bila sekarang Bandung dikenal juga dengan julukan "Bandung Kota Musik", maka Nike Ardilla bisa dikatakan sebagai salah satu penyanyi yang namanya ikut mengharumkan nama Kota Kembang. Nike Ardilla bagi jagat hiburan tanah adalah nama legendaris yang hingga sekarang masih dikenang oleh jutaan penggemarnya.

Hal ini salah satunya setiap perayaan mengenang kepergiannya selalu diperingati oleh para penggemarnya yang tergabung dalam Nike Ardilla Fans Club (NAFC). Anggota tersebar dari Indonesia hingga dari mancanegara.

Asia Week pernah menulis soal Nike dengan judul "In Dead She Soared" (Dalam Kematian Dia Bersinar). Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla meningalkan kesan yang mendalam di hati para penggemarnya. Almarhumah yang lahir di Bandung, pada 27 Desember 1975 tersebut meninggal di kota kelahirannya pada 19 Maret 1995 pada umur 19 tahun.

Berita berpulangnya Nike Ardilla adalah berita paling heboh dan paling menggemparkan dalam sejarah pertelevisian Indonesia, berita kepergiannya ditayangkan selama tiga bulan berturut-turut. Bahkan berita kematian Putri Diana pada tahun 1997 di Indonesia pun tak dapat menyainginya.

NAFC, komunitas penggemar Nike Ardilla
Berita kecelakaan mobil Honda Civic yang dikendarainya di Jln. LLRE Martadinata, Kota Bandung, menghenyak publik waktu itu. Maklum saja, nama artis multitalenta ini waktu itu namanya sedang di puncak popularitas. Kepergian Nike meninggalkan duka yang mendalam bagi para penggemarnya yang tersebar di dalam negeri hingga mancanegara.

Dan setiap tahun, NAFC selalu rutin menggelar peringatan kepergian Nike Ardilla. Seperti pada 2017, untuk memperingati berpulangnya Nike, NAFC menggelar ziarah bersama ke makam sang idola di daerah Ciamis. NAFC sendiri berdiri pada 9 September 1990 diresmikan di Bandung. Pendirian NAFC waktu dihadiri kurang lebih dua ribu lima ratus orang peserta.

Hingga sekarang, anggota NAFC masih solid. Kini, untuk media komunikasi pun merambah ke dunia maya yang dimotori oleh kakak kandung Nike Ardilla, bernama Alan Yudi. Dan pada tahun 2007, 22 tahun kepergiannya pun masih diperingati dan belum ada artis yang meninggal di Indonesia mempunyai pencapaian seperti ini.

Museum Nike Ardilla
Dan untuk mengenang, pihak keluarga Nike Ardilla pun berinisiatif mendirikan Museum Nike Ardilla yang berada di Jln. Aria Utama Nomor 5 Kompleks Aria Grha, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Museum menempati lantai dua, sementara lantai satunya dihuni keluarga.

Barang-barang peninggalan dari anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut disimpan rapi di museum tersebut. Museum tersebut diresmikan pada  27 Desember 1996. Pengunjungnya pun banyak yang datang dari masyarakat Indonesia sendiri hingga para penggemar dari luar negeri.

Di museum ini, pengunjung bisa melihat berbagai hal terkait Nike Ardilla. Koleksi foto, album, pakaian, sepatu, bahkan aksesoris milik mendiang Nike Ardilla dipajang dengan apik di lokasi di dalam lemari kaca. Bahkan, pintu mobil yang dipakai saat Nike kecelakaan pun ada di sana.

Di lokasi juga ada kamar Nike Ardilla yang bisa dikunjungi. Di kamar Nike terpajang televisi berukuran besar, telefon zaman dulu, kasur, boneka, hingga lemari dan piala. Semuanya milik Nike Ardilla. Barang-barang yang ada di kamar berasal dari dua kamar Nike dulu di Bandung dan tempat tinggalnya di Jakarta.

Kamar tersebut sebenarnya itu bukan kamar Nike karena rumah yang pernah dihuni Nike sudah terkena proyek penggusuran untuk pembangunan perumahan, tidak jauh dari lokasi. Namun, suasana kamarnya dibuat semirip mungkin dengan kamar Nike dulu.

Museum Nike Ardilla, potensi destinasi wisata
Museum yang digagas oleh NAFC dengan keluarga Nike Ardilla tersebut masih eksis sampai sekarang. Dan untuk pengelolaan dan perawatan sehari-hari masih swadaya, terutama oleh keluarga almarhumah. Sebetulnya, museum tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung.

Pihak pemerintah kota bisa lebih mengembangkan museum untuk dijadikan salah satu destinasi wisatawan. Hal tersebut di antaranya dengan adanya dukungan pendanaan rutin ataupun hal-hal lainnya. Sementara untuk potensi pengunjung, salah satunya keterikatan batin antara penggemar dan Nike menjadi sisi lain yang bakal menjadikan museum ini menarik banyak kunjungan. Ini tentunya akan memancing wisatawan yang bukan anggota NAFC pun untuk penasaran berkunjung.

Pengelolaan museum tokoh bisa berkaca pada luar negeri dimana museum mendiang artis/selebritis bisa menjadi daya tarik wisata. Contohnya, Museum Elvis Presley dimana dalam kompleks museum terdapat ruang pameran, restoran, sun stage, dan tokoh souvenir yang kebanyakan menampilkan memorobial Elvis Presley. Museum seluas 180.000 meter persegi tersebut berlokasi di seberang Graceland.

Memang, untuk pembenahan dan pengelolan Museum Nike Ardilla tak perlu dengan biaya super besar seperti Museum Elvis Presley yang menelan biaya hingga 54 juta Dolar AS. Tapi pembenahan Museum Nike Ardilla tentunya perlu juga dukungan dari pihak pemerintah daerah. Bagaimanapun, Nike Ardilla adalah bagian dari masyarakat Kota Bandung yang telah mengharumkan nama Bandung sebagai kota tempat gudangnya seniman.

Wisata dan edukasi
Tentunya pula, selain sisi wisata ada juga sisi edukasi bagi generasi zaman gadget sekarang. Bahwa, Bandung pernah punya Nike Ardilla, sosok artis multitalenta yang mencapai puncak ketenaran dengan berjuang dari bawah. Menyanyi bagi Nike adalah panggilan jiwa.

Ia pun dikenal sebagai model juga pemain film papan atas di zamannya, salah satunya berperan sebagai Nyi Iteung dalam film "Si Kabayan". Jiwa sosialnya pun layak menjadi teladan bagi generasi sekarang. Semasa hidupnya, Nike Ardilla mendirikan SLB dengan biaya hasil keringatnya sendiri.

Selama hidupnya, almarhumah yang biasa dipanggil Keke ini pernah meraih sederet penghargaan dari muilai juara aneka lomba menyanyi, Multi-platinum Awards, Best Selling Album, Video Music Awards, penghargaan acara televisi, lomba model, dan penghargaan-penghargaan lainnya yang bukti piala dan plakatnya bisa dilihat di Museum Nike Ardilla.

Saat di puncak popularitas pun, sosok Nike adalah pribadi yang basajan alias sederhana, seperti yang diungkapkan penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw, sahabat Nike Ardilla, yang diposting dalam akun instagramnya saat mengenang 22 tahun kepergian almarhumah:

“Kamu tidak pernah merasa besar, tidak pernah merasa tinggi. Rendah hatimu membuat mu sampai kapan pun tak pernah kehilangan cinta kasih dari semua yg mengenalmu secara langsung maupun tak langsung.”

"Biar ini jd kenangan baik dan contoh baik buat sy, krn walaupun dari desa dan tdk sekolah tinggi2, dia adalah sahabat yg punya budi pekerti tinggi. Boro2 ngerasa diva. Kadang kalo ngasal nya lg kumat. Di tanya panitia honor brp kalo mau ngundang dia nyanyi, jawabnya ‘terserah aja’. Memang dia terlalu baik utk hidup di dunia yg keras ini, sy rasa Allah mengambilnya utk ditempatkan ditempat yang sesuai dengan kebaikan hatinya.”