Newsticker

Dian Sastrowardoyo Perankan Sosok RA Kartini



Kehidupan RA Kartini pernah diangkat ke layar lebar dalam film R.A. Kartini (film) (1984) dan Surat Cinta Untuk Kartini (2016). Tahun 2017 ini, aktris Dian Sastrowardoyo kebagian memerankan sosok Raden Ajeng Kartini. Logat dan pengantar bahasa Jawa diperankan apik oleh aktris yang namanya meroket dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tersebut.

Film tentang tokoh pejuang emansipasi wanita ini digarap oleh Legacy Pictures bekerjasama dengan Screenplay. Peluncuran trailer dan soundtrack film Kartini digelar pada Selasa (21/3/2017)  di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat. Untuk penayangannya sendiri maju dari jadwal semula tanggal 21 April menjadi 19 April 2017.

Menghindari tontonan petuah
Dalam trailer yang telah diunggah ke Youtube, menggambarkan sisi dari Kartini yang mungkin banyak orang belum tahu. Cuplikan ini menonjolkan tentang Kartini yang bukan dari bangsawan tapi harus menikah dengan seorang bupati. Juga digambarkan bagaiman fokus Kartini dalam pendidikan dengan memberikan hal-hal baru yang kala itu dianggap mendobrak dalam kalangan kaum bangsawan.

Nama lain yang terlibat dalam film ini ada aktor senior Deddy Sutomo dan Christine Hakim.Nama lainnya ada Nova Eliza, Djenar Maesa Ayu, Acha Septriasa, Ayushita, Reza Rahadian, Dwi Sasono, Rianti, dan lainnya. Sementara Original soundtrack film tersebut berjudul "Memang Kenapa Bila Aku Perempuan" dibawakan Melly Goeslaw dan Gita Gutawa. Lagu tersebut bisa diunduh secara legal di iTunes.

"Film ini bukan bercerita soal kehidupan pribadi Kartini saja sebagai perempuan yang menikah dengan pria yang sudah beristri tiga. Ada hal mendasar lain," kata Hanung. Dalam film ini pun, Hanung mengaku harus menghilangkan banyak sekali dialog yang sifatnya seperti petuah. Tujuannya, agar penonton dapat belajar bagaimana sikap dan aksi dari Kartini.

Kartini merupakan film pertama Hanung yang mengangkat tema pahlawan perempuan. Hanung menyelami banyak referensi pustaka dan riset untuk mendalami kehidupan Kartini.  Hanung memutuskan untuk fokus pada perjuangan perempuan itu sejak menginjak remaja pada usia 14 tahun hingga menginjak 22 tahun kemudian dinikahkan. Menurut Hanung. riset sengaja dihentikan karena semakin digali, bahan semakin banyak. Dan itu akan menambah waktu produksi film.

Sinopsis film Kartini (2017)
Sejak umur 4 tahun Kartini tidak boleh tidur bersama ibu kandungnya hanya karena ibunya bukan seorang Bangsawan. Ayahnya harus menikahi perempuan bangsawan untuk bisa menjabat sebagai Bupati Jepara. Anak-anak perempuan sang Bupati kelak harus menjadi seorang Raden Ajeng, yaitu Perempuan yang disiapkan menjadi istri Bangsawan. Tidak peduli menjadi isteri pertama, kedua maupun ketiga.

Kartini, anak perempuan pertama dari Ngasirah dan RM Sosroningrat menolak takdir itu. Baginya perempuan punya hak atas tubuh dan masa depannya sendiri. Bersama Kardinah (adik kandungnya) dan Roekmini (adik dari isteri ayahnya yang lain) Kartini melakukan perlawanan atas budaya yang meletakkan perempuan hanya sebagai perhiasan laki-laki. ‘Panggil aku Kartini saja, tak perlu dengan embel-embel Raden Ajeng’ kata Kartini kepada masyarakat Jawa yang mengekangnya.