Newsticker

Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Kab. Bandung Barat


Pada Kamis, (23/2/2017) banjir bandang menerjang Kampung Pasanggrahan, Desa Sirnajaya, Kec. Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Banjir dengan ketinggian sekitar dua meter tersebut terjadi pukul 15.30 disebabkan hujan lebat di daerah hulu sungai pada siang harinya. Caah dengdeng tersebut tidak berlangsung lama dan sudah mulai surut sejak pukul 16.00 WIB.

Sungai Cidadap sendiri biasa dimanfaatkan penduduk sekitar untuk mengairi sawah di Kecamatan Gununghalu, dan Rongga, KBB. Dalam keadaan normal debit airnya sebesar 3000 liter perdetik. Namun saat banjir bandang tersebut, debit airmencapai 5000 -7000 liter per detik.

Jembatan penghubung rusak
Akibat banjir bandang tersebut, jembatan penghubung Gununghalu-Ciwidey tidak bisa dilalui roda empat. Tiga desa terdampak banjir di kawasan Cililin tersebut, di antaranya Desa Gununghalu, Desa Sirnajaya, dan Desa Bunijaya. Selain permukiman warga, banjir juga merendam areal pertanian warga.

"Kerugian materil 100 unit rumah terendam dengan tinggi muka air 1,5 meter. Belum ada laporan korban jiwa, pengungsi, dan jumlah terdampak, masih dalam pendataan," kata Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sementara para korban terlihat mengungsi ke mess perkebunan PT Montaya, Kecamatan Gununghalu.

Tim BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama aparat kewilayahan langsung melakukan pendataan dampak dari banjir bandang itu. Laporan sementara tidak ada korban jiwa dan belum ada laporan pengungsi. Tim masih mengecek di lapangan. Di lokasi, masyarakat, anggota BPBD Bandung Barat, dibantu pihak kepolisian dan TNI tengah melakukan roses pembersihan.

"Hingga pukul 21.00 WIB, kami masih bekerja di lapangan untuk menginventarisasi kerugian dan dampak yang ditimbulkan Kami sedang sedang merekap laporan, nanti kami kirim datanya agar tidak simpang siur," ungkap Sekretaris BPBD Kabupaten Bandung Barat Hari Mustika.