Informasi

Tips Penyiapan Kandang Ayam Buras (Ayam Kampung)




Ayam buras sudah sejak lama merupakan jenis ternak unggas yang menjadi sumber utama penghasil daging. Pemeliharaannya sudah menyebar di seluruh Indonesia dan umum dipelihara oleh petani pedesaan. Selain itu, beberapa kelebihan yang dimiliki ayam buras sebagai bahan konsumsi telah menyebabkan terdapatnya minat yang tinggi dari masyarakat terhadap daging maupun telur ayam buras ini.

Terdapat empat spesies ayam hutan yang digolongkan dalam genus Gallus, antara lain: (1) Ayam hutan merah (gallus gallus lineaus); (2) Ayam hutan ceylon (gallus lavayetti lesson); (3) Ayam hutan abu-abu (gallus sonneratti temnick); dan (4) Ayam hutan hijau (gallus varius shaw).

Ayam hutan hijau dikenal juga dengan nama ayam hutan jawa (gallus furcatus atau gallus vanicus) yang terdapat di Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Dari keempat jenis tersebut terjadi perkawinan, lalu para penemu dan pemelihara ayam-ayam liar menjinakkan dan mengembangbiakannya sehingga menjadi ayam-ayam piaraan yang populer dikenal sebagai ayam buras.

Ayam ini disebut juga ayam kampung karena umumnya ayam tersebut dipelihara secara ekstensif (dibiarkan lepas berkeliaran di halaman, di lapangan, kebun, dan tempat-tempat lain di sekitar kampung atau daerah permukiman manusia). Ayam buras disebut ayam kampung karena ayam ini sejak zaman dulu sampai sekarang umumnya dipelihara oleh orang-orang di kampung-kampung secara liar.

Tingkah laku ayam kampung yang masih liar menjadi kendala utama pada saat dipelihara bersama ayam broiler dikarenakan persaingan yang pada akhirnya menimbulkan perkelahian (kanibalisme). Hal ini dapat diatasi dengan mencampurkannya sedini mungkin yaitu sejak DOC (Day Old Chicken).

Adapun kelebihan ayam kampung (buras) adalah sebagai berikut.
1.. kualitas daging lebih baik daripada ayam ras;
2. kualitas telur lebih baik daripada ayam ras;
3. mudah dipelihara;
4. tahan terhadap penyakit;
5. harga jual tinggi.

Upaya perawatan dan pemeliharaan ayam buras yang paling utama adalah hendaknya diperhatikan kandangnya. Syarat kandang yang baik untuk  perawatan dan pemeliharaan ayam buras adalah sebagai berikut.

1. Lokasi Kandang

Ayam kampung yang dipelihara untuk menghasilkan membutuhkan lingkungan yang tenang. Lingkungan yang bising akan menghambat beberapa proses fisiologis dalam pembentukan telur sehingga dapat menyebabkan terganggunya produksi telur secara keseluruhan. Oleh karena itu, peternakan ayam kampung sebaiknya berada di lokasi yang jauh dari pusat keramaian, seperti pasar, stasiun, pabrik, atau jalan raya.

2. Sinar Matahari
Ayam mutlak membutuhkan sinar matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, sinar matahari membantu sintesis provitamin B menjadi vitamin B di dalam tubuh serta beberapa proses fisiologis lainnya. Oleh karena itu, pembangunan kandang harus memperhatikan arah datangnya sinar matahari.

Kandang sebaiknya dibangun membujur atau memanjang ke arah barat-timur, dengan tujuan agar seluruh bagian kandang bisa terkena sinar matahari, terutama pada waktu pagi. Untuk tujuan itu pula, lebar kandang dibatasi tidak lebih dari 10 meter dan panjangnya tidak terlalu dibatasi, tergantung dari luas lahan yang ada.

3. Sirkulasi Udara
Di Indonesia, umumnya kandang dibangun dengan sistem terbuka, sehingga sirkulasi udara yang dibutuhkan terjaga. Tiupan angin akan membawa oksigen (O2) ke dalam kandang yang dibutuhkan ayam untuk pernapasan serta mengusir karbondioksida (Co2) hasil proses pernapasan dan amonia yang dihasilkan dari kotoran ayam.

4. Penggunaan Bahan
Meskipun tidak berharga mahal, bahan atau material yang digunakan untuk membangun kandang bermutu cukup baik dan tahan lama. Lantai kandang bisa dibuat dengan semen agar lebih mudah dalam membersihkannya.