Informasi

Inilah Tips yang Harus Diperhatikan Saat Wisata Kuliner




Destinasi wisata sekarang bukan hanya melihat pemandangan, menikmati eksotisme alam, atau sekadar berfoto-foto ria. Ada kegiatan menarik lain seputar perjalanan berekreasi, yaitu wisata kuliner. Ini identik dengan hunting makanan yang bisa dilakukan di sela-sela kita melakukan tour dan traveling. Dan yang pasti mungkin Anda harus menyediakan budget khusus. Jika pun tidak, bisa disiasati sebagai bagian dari kita waktunya makan.

Misalnya sarapan pagi kita mencari makanan di daerah yang menyajikan kuliner yang identik dengan sarapan. Begitu pula makan siang, sore, atau malam. Apalagi malam hari, hunting makanan bisa dilakukan sambil jalan-jalan. Misalnya wisata di Bandung kita bisa mencari makan di daerah Jln. Riau. Atau ketika mencari kuliner malam hari di Yogyakarta, bisa mencarinya di seputaran Malioboro yang menjual aneka makanan bergaya angkringan/lesehan.

Nah, untuk tips pertama sebelum kita berangkat wisata, ada baiknya kita mengumpulkan informasi tentang makanan di daerah wisata yang akan kita kunjungi. Anda bisa bertanya kepada orang yang pernah berangkat ke sana. Bisa juga Anda kembali membaca koran atau majalah yang memuat profil wisata setempat. Malah sekarang ada buku yang memuat aneka makanan dari setiap daerah wisata dalam bentuk direktori khusus.

Gampangnya? Ya, Anda tinggal Googling saja dengan mencari kata kunci kuliner daerah yang Anda kunjungi. Jangan lupa perkirakan pula tempat kuliner mana saja yang akan Anda jajal untuk dinikmati. Apalagi ini jika terbentur dengan waktu perjalanan kita yang hanya beberapa hari. Tidak akan semua kita bisa menjajalnya. Prioritaskan saja makanan yang sesuai dengan selera Anda.

Berikut beberapa tips saat Anda akan berwisata kuliner di lokasi wisata tertentu:

1. Perhitungkan Sarana Transportasi
Ketika mengunjungi tempat wisata. Anda bisa keluar dari hotel kemudian, carilah kendaraan yang bisa membantu Anda setiap waktu pergi ke tempat-tempat kuliner tersebut. Ini bisa Anda lakukan dengan cara menyewa mobil, langganan taksi, menyewa sepeda/sepeda motor, atau langganan becak sekalipun. Jika Anda ingin sembari "blusukan", tak ada salahnya naik-turun angkutan umum.

Nikmati saja apa yang menurut Anda bisa dilakukan. Namun tetap saja Anda harus bisa memperkirakan, jangan sampai datang ke tempat yang dituju tapi lalu-lintasnya macet. Ini bisa digunakan alternatif alat transportasi.

2. Cek Isi Dompet
Perhatikan pula budget yang hendak Anda keluarkan. Jangan sampai budget untuk makan tak seimbang dengan membeli oleh-oleh. Bijaksanalah dalam mengatur keuangan makanan. Para wisatawan biasanya mencari makanan kelas kaki lima namun rasanya sekelas restoran. Ini akan menekan budget Anda, apalagi jika Anda membawa keluarga besar. Untuk mengatur pos pengeluaran ini, Anda bisa memperkirakannya saat survei tempat makanan di internet misalnya, dengan memperhatikan harga makanan serta minuman per porsinya.

3. Perhatikan Perut
Ingat pula kesehatan tubuh Anda. Jangan sampai demi menjajal aneka kuliner, Anda memakan setiap makanan yang disajikan. Ini bisa disiasati dengan makan tidak terlalu banyak (misalnya, di setiap sentra kuliner Anda memesan hanya porsi setengah kemudian dilanjutkan makan di tempat lain). Jangan sampai Anda karena tertarik omongan teman, kemudian mendatangi tempat tersebut. Ternyata, makanan tersebut hanya cocok dengan perut teman Anda, bukan perut Anda.

Ini akan membahayakan perjalanan Anda. Bisa-bisa Anda tumbang di tempat wisata karena masalah makanan. Misalnya, perut Anda sensitif terhadap sakit perut... eh, Anda ikut-ikutan makan makanan yang mengandung pedas. Memang enak ketika dimakan, namun tidak enak setelahnya. Pikir-pikir dan lihat kondisi. Anda berwisata untuk menikmati suasana, bukan terbaring di tempat tidur atau di rumah sakit karena gangguan perut/kesehatan.

4. Kondisi Kebersihan Tempat Kuliner
Perhatikan pula kondisi kebersihan tempat kuliner yang Anda kunjungi. Walaupun mungkin dari info tempat itu memang enak makanannya, tapi setelah didatangi ternyata dari segi kebersihan kurang mendukung. Anda bisa cabut dari tempat dan mencari makanan lain. Anda bisa memperhatikan bagaimana cara pengolahan makanan sampai cara mencuci wadah/piring/gelas. Jangan sampai "bau sabun" ikut terbawa di rasa mulut kita. Kebersihan ini juga menyangkut higienitas pengolahan dan tangan sang juru masak atau pelayan.

Bisa juga lingkungan sekitar yang kurang memperhatikan kebersihan. Misalnya Anda makan di warung kaki lima yang terkenal kelezatan kulinernya, namun di sebelahnya ada sungai yang baunya menusuk hidung. Belum lagi lalat yang beterbangan ke sana - kemari. Pandai-pandailah mengamati tempat kuliner yang kita kunjungi.

5. Untuk Tempat Nongkrong atau Hanya Sebentar?
Lihat pula kondisi tempatnya, apakah bisa dipakai untuk beramai-ramai dan waktu yang lama untuk ngobrol-ngobrol ngalor ngidul? Ini biasanya jadi gangguan tersendiri, maksud kita makan ingin berkumpul... eh tempatnya malah mengantri. Kita jadi gak enak berlama-lama. Maka kita "diusir" oleh situasi... orang-orang yang menunggu tempat kita. Belum lagi jika kita terganggu oleh aktivitas orang lain saat makan, misalnya ada pengamen yang hilir mudik atau pengemis yang setengah memaksa kita meminta uang sedekah.

Percayalah, seenak apapun makanan... kalau situasi tidak mendukung akan mengurangi selera makan kita. Betul? Kadang kita tidak "membeli" rasa makanan tetapi "membeli" suasana. Apalagi mungkin jika sang pelayannya terus menampakkan muka tidak bersahabat, mending cabut aja deh dari tempat tersebut. Lupakan semua imajinasi dan provokasi promosi bahwa tempat kuliner tersebut enaknya selangit. "Rasa" pelayanan biasanya berbanding lurus dengan rasa makanan.

6. Bila Dibungkus
Selain makan di tempat, Anda juga mungkin bisa memesan makanan untuk dibungkus. Bahkan mungkin Anda ingin membawanya untuk orang rumah. Perhatikan pengemasan dan masa kedaluarsa makanan tersebut. Bagi tempat kuliner yang profesional biasanya hal tersebut sudah diantisipasi dengan memberikan penjelasan kepada setiap konsumennya. Ada makanan yang tahan sehari, seminggu, atau bahkan berbulan-bulan.