Informasi

Banjir dan Jalan Rusak di Bandung Selatan




Di saat musim hujan dan banjir menyergap, para pengguna Jalan Bojongsoang ke arah Baleendah atau banjaran harus ekstra sabar. Kawasan Bandung Selatan yang biasa jadi langganan banjir memang kerap merepotkan para pengguna roda dua apalagi pengguna roda dua. Seperti banjir yang terjadi dari akhir Oktober dan awal November tahun ini, beberapa kawasa sulit di lalui karena terhadang genangan banjir plus kemacetan karena jalan rusak.

Terpaksa Mengemis
Berdasar pengamatan tim seputarabandungraya.com pada Kamis (3/11/2016), beberapa kawasan Baleendah, dan Dayeuhkolot masih digenangi banjir. Para penduduk yang terdampak banjir pun harus mengungsi di beberapa titik. Salah satunya dari pantauan, sebagian penduduk mengungsi di posko darurat di SPBU dekat Jembatan Citarum lama.

"Kami sudah mengungsi selama 6 hari di sini. Ya kondisinya seadanya. Rumah kami di belakang terendam banjir dan kami membutuhkan bantuan," kata Dedeh (58) warga Kampung Mekarsari RT 01 RW 21, Desa Baleendah. Di ruangan area SPBU yang biasa jadi tempat penyimpanan tabung gas tersebut dihuni oleh 39 KK.

Rusaknya Jalan Jembatan Citarum Lama
Sementara di dekat Jembatan Citarum lama, terlihat beberapa penduduk yang terpaksa mengemis di pinggir jalan. Mereka mengaku belum mendapat bantuan dan untuk makan terpaksa meminta belas kasihan para pengendara yang lewat.

Selain urusan banjir, di jalur Bojongsoang ke Baleendah pun terlihat ada titik-titik kerusakan jalan. Yang terlihat paling parah adalah jalan di Jembatan Citarum lama yang aspalnya sudah mengelupas dan sangat membahayakan pengendara bermotor. Saking rusaknya jalan, besi-besi penyangga jembatan pun sampai terlihat. Para pengendara pun harus ekstar hati-hati dan terpaksa jalan pelan-pelan. Inilah yang membuat kemacetan semakin para, terutama saat jam sibuk.

Kerusakan lainnya terlihat di depan Borma Bojongsoang dan dekat pertigaan Bojongsoang. Jalannya berlubang dan tak jarang ada pengendara motor yang jatuh. Walaupun titik kerusakannya terbilang kecil, namun sangat mengganggu karena lobang jalan terhitung dalam. Memang kadang di kedua titik kerusakan tersebut diperbaiki, namun kerusakan kerap terjadi lagi. Aspal mudah mengelupas apalagi saat musim penghujan.