Newsticker

Konperensi Asep-Asep di Padepokan Seni Mayang Sunda, Minggu, 17 Juli 2016




Inilah komunitas unik yang jika Anda ngajorowok memanggil namanya, maka para anggotanya akan ngalieuk semua. Dan yang pasti pesertanya kaum Adam semua. Ya, adalah Komunitas Asep-Asep (KAA) yang jadi wadah berkumpul para penyandang nama Asep. Ini bentuk persaudaraan atas kesamaan nama yang akhirnya berkembang menjadi wadah silaturahmi juga ajang pemberdayaan di antara anggotanya. Bukti keseriusan mereka mengelola organisasi, saat ini sudah ada 21 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota/Kabupaten Komunitas KAA dari total 26 Kota/Kabupaten.

Dan pada 25 Oktober 2015 lalu pernah pula digelar Konperensi Asep-Asep yang diadakan di RM Ampera Jln. Suci, Bandung. Seiring perkembangan, jumlah anggota pun bertambah. Dan tempat ngadu bako virtual mereka gelar di media sosial, salah satunya di Facebook. Adapun sekretariat KAA berada di Jln. Cigadung Raya Timur No. 47 Bandung.

Dan pada Minggu, 17 Juli 2016, para pemilik nama Asep itu ngumpul ngariung yang dikemas dalam acara gathering Konperensi Asep Asep. Kegiatan silaturahmi dengan mengusung tema tema "Ti Asep, Ku Asep Keur Balarea" ini digelar di Padepokan Seni Sunda Mayang di Jln. Peta No.209 Bandung. Acara silaturahmi ini digelar dari pukul 08.00 - 16.00. Terlihat para anggota pun menggunakan pakaian khas Sunda, pangsi dan iket.

Dihadiri Wagub Jabar
Dalam kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan dihadiri ribuan pemilik nama Asep ini, selain ajang silaturahmi juga digelar pengukuan Ketua Umum Komunitas Asep-Asep (KAA) 2016-2021. Pesertanya pun berbondong bondong dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga dari luar Pulau Jawa. Ini merupakan perhelatan munggaran yang digelar juga untuk membahas program, visi misi, kode etik KAA, dan kepengurusan KAA mulai dari pusat hingga daerah.

Di event yang digelar kali ini, juga dihadirkan sejumlah acara yang umumnya berhubungan dengan seni budaya Sunda. Beragam pertunjukan seni Sunda digelar dari pencak silat, sisingaan, dan seni budaya lainnya dari Jawa Barat dan rencananya masuk rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).