Newsticker

Sama-sama Gunakan Si Jalak Harupat, Jadwal Piala Bhayangkara dan Kualifikasi PON Bentrok




Penyelenggaraan Piala Bhayangkara dijadwalkan pada 17-26 Maret 2016. Sementara itu, Asprov PSSI Jawa Barat mengagendakan babak kualifikasi sepak bola PON XIX/2016 pada 20-30 Maret 2016. Dilihat dari jadwal penyelenggaraannya, kedua event ini nyaris terselenggara pada waktu yang bersamaan. Bahkan selama tujuh hari --20-26 Maret-- jadwal kedua event itu benar-benar bersamaan. Dan yang lebih parah lagi, ternyata penyelenggara kedua event ini sama-sama membidik Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kab. Bandung, sebagai tempat berlangsungnya kegiatan.

Nasib Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
Bentroknya jadwal kedua event ini tentu saja harus segera ditangani karena waktu pelaksanaan yang sudah sangat mepet. Ketua Umum Asprov PSSI Jabar, Duddy Sutandi di KONI Jabar, Jl. Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (15/3/2016), mengatakan, dalam perundingan bersama Mabes Polri dua pekan lalu, disepakati Piala Bhayangkara diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, sedangkan babak kualifikasi sepak bola PON XIX/2016 dipindahkan ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Namun masalahnya, imbuh Duddy, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil tidak memberikan izin untuk menggunakan Stadion GBLA. Izin tidak diberikan Wali Kota karena status Stadion GBLA karena belum mendapatkan izin tertulis dari Mabes Polri mengenai pemakaian stadion di daerah Gedebage ini. Seperti diketahui, Mabes Polri saat ini tengah menyelidiki dugaan kasus korupsi dalam pembangunan stadion yang megah ini.

Menurut Duddy, babak kualifikasi sepak bola PON sudah lama diagendakan, namun sekarang tidak bisa memakai Stadion Si Jalak Harupat karena ada Piala Bhayangkara yang notabene hajatan Mabes Polri. Oleh karena itu, imbuh Duddy, pihaknya melakukan komunikasi dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmen) untuk meminta Mabes Polri memberikan izin tertulis kepada Wali Kota Bandung mengenai penggunaan Stadion GBLA. Namun kalau izin tertulis tak juga turun, Duddy menyatakan pihaknya terpaksa tetap menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebegai tempat babak kualifikasi.

Selain stadion di Kab. Bandung itu, KONI pun menetapkan empat venue lainnya untuk babak kualifikasi sepak bola PON XIX/2016, Stadion Siliwangi, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Pakansari Cibinong, dan Stadion Mashud Kuningan.

Sementara itu, Budi Bram Rachman yang merupakan General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman, di Graha Persib, Jl. Sulanjana, Bandung, Selasa (15/3/2016), menyatakan, pihaknya hanya bertanggung jawab melaksanakan pertandingan dengan selalu berkoordinasi dengan operator Piala Bhayangkara, organizing committee, dan NetTV. Mengenai  masalah bentroknya jadwal penggunaan stadion, Budi menyatakan tidak memiliki wewenang untuk berbicara. Menurutnya, untuk menjawab hal itu merupakan wewenang Mabes Polri. (NAF)