Newsticker

Djajeng Baskoro: Integrasi ESD Melalui Program Pendidikan Kecakapan Hidup




Pada 5 November 2015, Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Informal (PP-PAUDNI) Regional 1 Bandung membawa Indonesia meraih UNESCO-Japan Prize Bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD). PP-PAUDNI Regional I Bandung yang berlokasi di Jayagiri, Lembang tersebut meraih penghargaan untuk program "Eco Kewirausahaan Ramah Pemuda dan Dewasa".

PP PAUDNI sendiri merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sementara penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala PP PAUDNI Ditjen PAUD dan Dikmas Regional 1 Bandung, Djajeng Baskoro di Paris.

Berikut ini wawancara dengan Djajeng Baskoro, Kepala PP PAUDNI Ditjen PAUD dan Dikmas Regional I Jayagiri tentang seputar penerimaan penghargaan tersebut.

Bagaimana perasaan bapak sebagai perwakilan Indonesia khususnya dari ditjen PAUD dan Dikmas dapat meraih penghargaan UNESCO-Japan prize on ESD?
Kami merasa bangga ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, bahwa Indonesia mampu berkompetisi dengan Negara maju, sekaligus berkontribusi dalam hal mewujudkan dunia yang lebih tenteram, nyaman dan sejahtera. Manusia bertanggung-jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup agar seluruh mahluk hidup mampu berkembang sesuai dengan firman Tuhan YME, salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Penghargaan UNESCO-Japan prize on ESD membuktikan bahwa segala hal yang dilakukan oleh bangsa Indonesia melalui pendidikan untuk sadar dan peduli terhadap kesejahteraan manusia dan pelestarian lingkungan sangat dihargai oleh dunia Internasional.

Sudah kali ke berapa meraih penghargaan dari UNESCO untuk PNF?
Penghargaan di tingkat Internasional Ditjen PAUD dan Dikmas sudah dua kali yakni yang pertama penghargaan King Sejong Literacy Price tahun 2012 atas prestasi Indonesia mempercepat penurunan tuna aksara dan yang kedua penghargaan tingkat Internasional  tentang ESD tahun 2015 yang diperoleh Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Informal Regional I Jayagiri Bandung (PP-PAUDNI Bandung).

Dapat diceritakan mekanisme pelaksanaan hingga meraih  penghargaan tersebut?
Awal mula Indonesia dalam hal ini PP PAUDNI Bandung mengikuti seminar internasional tentang ESD yang diselengarakan oleh UNESCO Jepang tahun 2013, diinformasikan bahwa akan diselenggarakan seleksi pelaksanaan ESD yang terbaik di dunia. PP PAUDNI Bandung mengirimkan naskah penyelenggaraan ESD di Indonesia untuk mengikuti seleksi di UNESCO Paris bulan Mei 2015. Naskah ESD dinilai oleh dewan juri internasional di Paris Perancis.

Adapun kriteria pertama menunjukkan adanya tranformasi pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan, kedua  menunjukkan integrasi dari pilah ESD yakni ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup, ketiga menunjukkan langkah inovatif terhadap penerapan ESD. Naskah penyelenggaraan ESD PP PPAUDNI Bandung bersaing dengan kurang lebih 60 institusi di seluruh dunia yang memenuhi syarat kompetisi.

Melalui kegiatan seleksi yang diperketat, dengan kriteria yang berkembang selama kegiatan seleksi pada akhirnya PP PAUDNI Bandung dipilih sebagai pemenang bersama dengan SERES Guatemala-Elsavador dan RootAbility Jerman, ditetapkan sebagai penerima penghargaan UNESCO- Japan Price di Paris Perancis tahun 2015.

Produk pendidikan apa yang ditampilkan sebagai unggulan sehingga berhasil memperoleh pengharagaan tersebut?
PP PAUDNI Bandung mengajukan program unggulan ESD dengan judul Eco-friendly Entrepreneurship for Youth and Adults yaitu program kewirausahaan bagi pemuda dan dewasa di perdesaan usia antara 18-45 tahun. Tujuan program ini adalah menciptakan wirausahawan baru berbasis keunggulan dan daya saing local untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.  Pada saat yang bersamaan, program ini juga berupaya melestarikan budaya lokals serta mempertahankan konservasi lingkungan.

Metode yang diterapkan dalam program ini menggambarkan kondisi kehidupan nyata melalui entry point kewirausahaan dengan berbagai keterampilan vokasional, antara lain kerajinan tangan (wayang dan ukiran), budidaya ikan air tawar, pertanian sayuran organik, anyaman bambu, dan pembuatan kompos, jamur, pestisida organik dan banyak vokasi lainnya, yang pada umumnya menggunakan bahan-bahan limbah dan daur ulang sebagai bahan bakunya.

Program ini juga menerapkan strategi kooperatif-kompetitif yang mampu menstimulasi semangat bekerja sama dan peduli dalam kelompok. Namun dalam saat yang bersamaan, memperkenalkan mereka ke dalam kompetisi yang sehat dengan kelompok yang lain.

Menciptakan gaya hidup berkelanjutan dan ekonomi yang ramah lingkungan masih merupakan tantangan terbesar. Program ini merupakan pendekatan inovatif bagi pengembangan keterampilan kewirausahaan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi lokal, interaksi sosial dan pemanfaatnan sumber daya berdasarkan prinsip-prinsip pedagogi dan berkelanjutan. Pendekatan ini bermuara pada munculnya ekonomi lokal yang mumpuni, interaksi masyarakat yang kohesif sambil mempertahankan budaya lokal dan menjamin pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan melalui praktik nyata

Bagaimana menurut pandangan Bapak terhadap pendidikan berkelanjutan di Indonesia? Dan bagaimana perkembangannya?
Bagi bangsa Indonesia program ESD bukan hal yang baru, masyarakat telah melaksanakan sesuai dengan pilar-pilar ESD namun setiap kegiatan masih terkesan belum terintegrasi antar pilar ESD. Ditjen PAUD dan Dikmas serta PP PAUDNI Bandung mengembangkan program mengintegrasikan antarpilar ESD melalui program Pendidikan Kecakapan Hidup meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan potensi lokal yang berwawasan pelestarian lingkungan yang diselenggarakan di UPTD SKB dan Satuan PAUD Dikmas.

Penyelenggaran program ESD di Indonesia saat masih berskala lokal dan terbatas karena minimnya kesadaran, dan pemahaman seluruh komponen bangsa dalam melaksanakan kegiatan yang peduli dan berkontribusi dalam  pembangunan berkelanjutan.

Setelah meraih penghargaan UNESCO-Japan prize on ESD, tindak lannjut apa yang akan dilakukan ke depan?
Tindak lanjut atas diraihnya penghargaan ini hal yang sangat fundamental  adalah perubahan pola pikir dan mental serta perilaku seluruh komponen bangsa yang ditempuh melalui penyelenggaraan pendidikan yang lebih komprehensif yang mengintegrasikan kemampuan intelektual, moral spiritual dan vokasional berwawasan lingkungan dengan  pelibatan seluruh komponen bangsa. Secara teknis pemangku kepentingan pendidikan mengembangkan teknik sosialisasi, asistensi, advokasi, dan pendekatan belajar yang cocok dengan kondisi masyarakat dan lingkungannya agar memiliki kemampuan mengelola potensi sumber daya setempat guna meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan hidup.

Apa pesan-pesan Bapak untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan berkelanjutan?
Penyelenggaraan Pendidikan Berkelanjutan akan lebih efektif, efisien dan produktif apabila  terdukung oleh:
1. Produk kebijakan pembangunan yang berpihak pada pelestarian lingkungan hidup
2. Pengembangan program pendidikan yang kontekstual dan integratif berwawasan lingkungan
3. Pelibatan seluruh komponen bangsa dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaran pendidikan berkelanjutan berwawasan lingkungan dari tingkat pusat sampai dengan lokal
4. Mengembangan sistem informasi dan komunikasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan jejaring dan potensi nasional maupun internasional
5. Memperluas penyelenggaraan ESD ditingkat lokal, regional, dan nasional.
6. Meningkatkan peran Indonesia untuk berkontribusi sebagai mitra dalam Global Action Program for ESD.