Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kebudayaan Melalui TIK, Kemendikbudristek Gandeng ICON+





Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyepakati kerja sama peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan melalui dukungan pemerataan akses serta penguatan teknologi informasi dan telekomunikasi dengan ICON+. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbudristek, Suharti, dengan Direktur Utama ICON+, Yuddy Setyo Wicaksono pada Rabu, 6 Oktober 2021.

Terdapat tiga poin kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen kerja sama, yaitu:
1. Percepatan digitalisasi sektor pendidikan dan kebudayaan melalui pengembangan infrastruktur TIK, 
2. Peningkatan kapasitas SDM pendidikan dan kebudayaan di bidang TIK, serta
3. Pertukaran data dan informasi untuk percepatan penyediaan konektivitas dan pengembangan ekosistem pada dunia pendidikan dan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Suharti berharap ICON+ dapat membantu dalam hal memenuhi kebutuhan-kebutuhan penyediaan solusi-solusi TIK di masa depan. “Banyak tugas kita, jadi mohon juga dibantu untuk berpikir kreatif, inovasi-inovasi baru memastikan pengembangan ini bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Suharti menambahkan, meskipun PTM Terbatas sudah mulai dilakukan untuk daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, 2, dan 3, namun kebutuhan terhadap layanan TIK tetap penting terlebih pencapaiannya selama pandemi hingga sekarang sedemikian pesat.

“Kebiasaan-kebiasaan untuk menggunakan media daring untuk pembelajaran tidak kita tinggalkan. Kita ingin itu tetap berjalan sehingga meskipun terbatas, kebutuhan-kebutuhan tersebut masih ada,” jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, Yuddy mengatakan bahwa dengan adanya perkembangan situasi tersebut, ICON+ merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi di dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. “Dengan keluasan jangkauan jaringan internet, kami dapat membantu mengurangi kesenjangan akses,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Yuddy turut mengenalkan platform program pembelajaran elektronik yang dapat mengakomodasi keefektifan kebutuhan belajar secara daring yang dinamakan Learning Management System (LMS). Menurutnya, LMS sangat dibutuhkan untuk menjawab tuntutan dunia pendidikan saat ini yang akan menjadi kebiasaan baru di masa mendatang.

Yuddy menjelaskan, LMS merupakan solusi media belajar mengajar mulai dari aktivitas administrasi, dokumentasi, pelaporan otomatisasi dan penyampaian, baik untuk pelatihan maupun pengembangan. “Inilah momentum yang tepat untuk memulai inisiasi pemanfaatan secara lebih luas lagi melalui memberikan layanan sistem manajemen pembelajaran dengan teknologi yang andal, dengan fitur yang mengutamakan pengajar, guru, dosen, siswa, dan mahasiswa untuk meningkatkan hasil pembelajaran, sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan primer,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, Suharti menekankan bahwa Kemendikbudristek dan ICON+ mempunyai tujuan yang sama, yaitu bersama-sama ingin membangun dan memajukan dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

“Pemerintah pasti tidak akan mungkin melakukan pembangunan sendiri, kami butuh dukungan dari seluruh pemangku kebijakan untuk kita bisa bersama, bahu-membahu, bergandeng tangan untuk membangun pendidikan dan kebudayaan sekarang lebih baik lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada ICON+, semoga Tuhan YME senantiasa melancarkan dan memberkati niat baik kita dalam membangun negeri tercinta,” pungkas Sesjen Kemendikbudristek.