Ayah dan Bunda, Wajib Tahu Inilah Tiga Kata Ajaib dalam Mengasuh Anak





Mengenali perilaku seorang anak sudah menjadi kewajiban orang tua. Tahukah ayah bunda dalam pengasuhan terdapat 3 kata ajaib yang harus dikenalkan kepada anak agar ia menjadi pribadi yang bisa menghargai dirinya sendiri serta orang disekitarnya. Apa saja kata-kata itu, yuk kita simak bersama. Dalam pengasuhan seorang anak orang tua harus mengenalkan Kata terima kasih, maaf, dan tolong, kata-kata ini sering kali terabaikan dan jarang dijadikan pembiasaan oleh rang tua. Tahukah ayah bunda bahwa ketiga kata itu mengandung keajaiban yang sangat luar biasa untuk tumbuh kembang anak.

Ketika orang tua membiasakan anak untuk ber-"terima kasih" maka sebetulnya orang tua sedang melatih anak menjadi pribadi yang selalu menghargai setiap pemberian orang lain, anak juga belajar untuk bersyukur, anak juga dapat belajar mengapresiasi. Kata ini menjadikan anak menjadi pribadi yang pandai bersyukur dan selalu menghargai apa yang mereka dapatkan.

Ketika anak menjadi pribadi tersebut maka dimasa depan anak akan menjadi pribadi yang bukan hanya mengharai orang lain tetapi juga menghargai diri sendiri. Ayah dan bunda ketika anak sudah pandaimenghargai diriny maka ia akan menjadi sosok yang tahu apa yang mereka butuhkan untuk kehidupannya.

Kata "maaf", dengan mengajarkan kata maaf maka orang tua sedang melatih anak untuk berani mengakui kesalahannya, maaf merupakan bentuk simpati dan juga rasa penyesalan serta mengurangi rasa egois dalam diri anak. Anak pra sekolah memiliki ciri khas perkembangan yang disebut egosentris, apa itu egosentris? Egosentris adalah masa perkembangan anak dimana anak merasa apa yang mereka lihat dan rasakan itu benar adanya walaupun hal tersebut tidak benar adanya.

Egosentris hampir sama dengan sifat egois namun semua anak mengalami fase perkembangan ini, maka ketika anak tidak dibekali dengan pembiasaan yang baik ditakutkan anak akan memiliki sifat egois yang tidak sewajarnya sebagai akibat dari perkambangan egosentris yang belum sepenuhnya terlalui. 

Sebagai orang tua kita juga harus memberikan pemahaman kepada anak bahwa ketika anak mengucapkan kata "maaf" bukan berarti mereka sepenuhnya salah. Suatu hal yang terjadi dan tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita memiliki sebab dan akibat, itulah yang harus di pahami oleh orang tua. Memberikan hukuman terhadap perilaku anak sangat boleh asalkan hukuman yang diberikan memiliki nilai moral untuk anak, bukan hukuman berupa pukulan atau ucapan kasar kepada anak. 

Ketika orang tua menerapkan pola hukuman fisik atau verbal yang tidak baik kepada anak, tidak sedikit anak yang malah tidak mau mengakui kesalahannya dan tidak mau meminta maaf.  Jika anak tidak mau mengakui kesalahannya atau tidak mau meminta maaf membuat anak menjadi pribadi yang tidak mau menghadapi masalah dan memiliki sifat tinggi hati ketika mereka dewasa. 

Terakhir adalah kata "tolong",  meminta tolong merupakan ungkapan yang dapat membantu anak untuk memahami bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu dengan sendiri ada kalanya anak membutuhkan bantuan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu. Ayah bunda kata-kata inilah yang harus dikenalkan kepada anak, agar dia dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sesuai dengan harapan ayah bunda. *(Sipa Nurjanah)