Prosedur, Persyaratan, dan Jadwal Verifikasi Online Rekrutmen Anggota Polri Tahun 2020

share to whatsapp




penerimaan anggota polri 2020

Sampai saat ini, seluruh negara masih menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Tak terkecuali Negara Indonesia.  Karena dampaknya disegala sektor, maka pada penerimaan anggota Polri 2020 ini juga terkendala. Karena itu, bagi para lulusan SMA dan lulusan lainnya yang ingin menjadi anggota Polri harus memperhatikan beberapa hal berikut.

A. JADWAL VERIFIKASI ONLINE
Bagi yang sudah daftar online Akpol, Bintara, dan Tamtama dapat melakukan verifikasi secara online mulai tanggal 15 April sampai 29 Mei 2020.

B. TATA CARA  VERIFIKASI ONLINE
1. Verifikasi dilakukan di laman https://penerimaan.polri.go.id, login menggunakan username dan password.

2. Unggah berkas administrasi yang telah di scan dengan format PDF, JPG atau PNG dengan ukuran masing-masing 512 kb, pastikan berkas kalian dapat dilihat dengan jelas. Berikut berkas yang wajib diunggah agar mendapatkan nomor ujian:
a. KTP
b. KK
c. Akte Kelahiran
d. Ijazah terakhir transkrip nilai (D-II, D-III, D-IV, S-1)
e. SKCK dari Polres setempat
f. Pas foto berwarna 4x6  background merah

Untuk batas unggah berkas ialah 15 April sampai 22 Mei 2020.

3. Menunggu proses verifikasi online yang dilakukan oleh operator Panda atau Pabanrim.

4. Bagi yang memenuhi syarat proses verifikasi online akan diinformasikan nomor ujian kepada peserta melalui web penerimaan, email, chat atau telepon.

5. Bagi yang tidak memenuhi syarat (masih terdapat berkas yang belum lengkap) maka operator tidak memberikan nomor ujian. Tetapi akan diinformasikan kepada peserta alasan kenapa tidak memenuhi syarat melalui web penerimaan, email, chat atau telepon dan diberi kesempatan untuk melengkapi berkas.

6. Bila peserta dinyatakan memenuhi syarat proses verifikasi online, maka dapat mengunduh kartu ujian dan name tag ujian serta mengunduh aplikasi Clear And Clean SDM Polri dan WBS SDM Polri.

C. TRANSPARANSI REKRUTMEN
Semua anggota Polri harus mewujudkan sikap transparan dalam semua proses rekrutmen yang dimulai dari tahapan kampanye/sosialisasi, pendaftaran, seleksi sampai sidang penetapan kelulusan. Maka dari pihak eksternal dan internal di tuntut untuk bekerja sama dengan betul-betul transparan dalam semua tahapan rekrutmen.

Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan untuk membangun kualitas SDM Polri yang unggul tidak boleh ada praktik transaksi bayar-bayar, menggunakan sponsorsip serta segala bentuk yang mengintimidasi panitia penerimaan baik di tingkat Panda ataupun Panpus.

Kepolisian Negara Republik Indonesia menjamin pendaftaran tidak sama sekali menggunakan uang, sponsor, backing. Jadi harus clear dan clean. Jika ada ketahuan maka bisa dilaporkan melalui aplikasi WBS (Wishle Blowing System). Semua pengaduan berlaku kepada anggota Polri maka akan terkena kode etik sampai tindak pidana umum. Jika masyarakat umum maka bisa terpidana dan tindak tegas,