Profil Pemain Persib: Teja Paku Alam

share to whatsapp




Pemain Persib Teja Paku Alam

Penjaga gawang anyar asal Semen Padang, Teja Paku Alam akhirnya resmi bergabung dengan Persib. Teja bergabung dengan Maung Bandung terhitung hari Kamis 16 Januari 2020 setelah kontraknya bersama Semen Padang berakhir pada Rabu 15 Januari 2020.

Pemain kelahiran Painan, Sumatera Barat 14 Maret 1994 (25 tahun) ini dikontrak Persib selama dua musim ke depan. Persib kini memiliki lima pemain di bawah mistar, yakni I Made Wirawan, Aqil Savik, Dhika Bayangkara, Teja Paku Alam dan M. Natshir yang masih dalam pemulihan cedera.

Teja tentunya bukan nama asing bagi publik sepakbola Indonesia. Malang melintang bersama Sriwijaya FC dan Semen Padang, serta sempat menjadi anggota Tim Nasional Indonesia membuat kapasitas seorang Teja tidak perlu diragukan lagi.

Di Persib, Teja akan mengenakan nomor punggung 34. "Nomor 12 yang biasa saya pakai 'kan sudah ada yang pakai (Henhen Herdiana). 34 itu, 3x4 sama dengan 12. Tapi, nomor punggung tidak masalah. Yang penting saya harus kerja keras untuk Persib," terangnya.

Teja menjalani latihan perdananya sebagai penggawa Maung Bandung. Kiper kelahiran Painan Sumatera Barat 14 Maret 1994 ini berlatih kebugaran di Sosi Sport Club, Kamis 16 Januari 2020. Selain Teja, penjaga gawang senior I Made Wirawan juga tampak berlatih di pusat kebugaran tersebut.

Profil dan perjalanan karier sepak bola Teja Paku Alam
Terja merupakan mantan pemain binaan PPLP Sumbar. Teja Paku Alam, putra kebanggaan Pesisir Selatan lahir di Kenagarian, Surantih, 14 Maret 1994. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yusman ZK dan Haldihpul Dewi Putri, adik Kandung dari Dongki Agung Pribumi, Sespri Bupati Pessel saat ini.

Teja Paku Alam pernah menempuh pendidikan di MTSN Salido Kecamatan IV Jurai, kemudian melanjutkan ke PPLP Sumbar hingga kelas dua. Berkat bakat dan kemampuannya sebagai pesepak bola, Teja dilirik SMA Ragunan Jakarta. Kiprahnya dalam dunia kulit bundar dimulai pada 2009 dengan bergabung di PPLP Sumbar. Tahun 2011 hingga 2013, ia terpilih dalam tim SAD yang berguru di Uruguay.

Pada 2013 Teja mulai memperkuat Sriwijaya FC. Kapasitasnya sebagai kiper jempolan, dibuktikan dengan terpilihnya pemain yang satu kampung dengan pelatih Bali United, Indra Sjafri, itu sebagai kiper utama Laskar Wong Kito. Teja Paku Alam akhirnya kembali ke tanah kelahirannya dengan memperkut Semen Padang pada Liga 1 2019. Ia menyudahi karier di Sriwijaya FC selama kurang lebih delapan tahun.

Akun Instagram: @tejapakualaam