Menuju Indonesia yang Ramah Terhadap Penyandang Disabillitas

share to whatsapp




Bumi Disabilitas Kabupaten Bandung

Bumi Disabilitas Kabupaten Bandung memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Villa Tjawene. Tak hanya outbond bersama, dilaksanakan juga acara sharing yang melibatkan beberapa inspirator seperti Agus Lukmanulhakim, Putri Gayatri, dan Irvine Gasta bersama puluhan Ibu dari anak Istimewa.

Wadah anak-anak disabilitas untuk lebih terbuka dan mengeksplor diri
Putri Gayatri Narasumber dengan prestasi terbesar menjadi Delegasi Anak untuk Sidang Umum PBB 70 mengatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi dengan adanya acara ini. Dan mengaku baru pertama kali mengikuti sebuah event, yang benar benar melibatkan anak anak disabilitas. Putri juga menuturkan bahwa dengan diadakannya acara ini menjadi wadah dan kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk lebih terbuka dan mengeksplor diri.

Menurut Ibu Imas, ibu dari anak penyandang disabilitas bernama Adji Sudiarto menuturkan bahwa beliau sangat senang dengan adanya acara ini, karena acara ini menjadi jalan bagi Adji untuk lebih Percaya diri dalam berinteraksi dengan dunia luar. Ibu dua anak ini juga merasa bangga dengan Adji yang memiliki bakat Tari Jaipong dan kemampuan merangkai bunga dari cangkang jagung yang dipelajarinya secara otodidak. Bu Imas berharap Adji bisa menggapai cita-citanya menjadi penari profesional.

Bersosialisasi dengan dunia luar
MenurutYusuf Agung selaku Kordinator Lapangan dan Ketua Bumi Disabilitas, acara ini diadakan untuk lebih membuka jalan bagi anak anak penyandang disabilitas agar lebih membuka dan mengeksplor diri dengan dunia luar. Hal senada juga diungkapkan Yuni Widiawati selaku Founder Bumi Disabilitas. Yuni juga menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk para orang tua agar tidak menutup anaknya untuk bersosialisasi dengan dunia luar.

"Dalam acara ini terdapat 70 orang panitia yang berasal dari berbagai daerah, diantaranya Riau, Samarinda, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya," tutur Yuni Widiawati. Menurut wanita berkaca mata ini, pada awalnya, tidak kurang dari 400 orang yang mengajukan diri menjadi Panitia untuk World Disabillity Day 2019 ini, namun karena dari segi jarak, tempat yang kurang memadai, maka dipilihlah 70 orang panitia.

Unjuk bakat dan kemampuan anak disabilitas
Dana dari kegiatan ini diperoleh dari hasil penjualan karya anak anak istimewa yang membuat boneka rajut Tedy Bear, baju kaos bumi disabillitas, dan lukisan hasil karya anak istimewa. Dalam kegiatan ini, beberapa anak penyandang disabilitas  menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.  Ada yang bermain musik,  menari, baca puisi,  dan melukis. Anak-anak penyandang Disabillitas ini berasal dari tiga desa di Kecamatan Cimaung, yaitu Desa Cipinang,  Desa Warjabakti dan Desa Campaka Mulya.

Baik Yuni Widiawati dan Yusuf Agung berharap dengan diadakannya acara ini Indonesia bisa menjadi negara yang inklusi dan ramah terhadap penyandang disabilitas.