Kontribusi Siswa SMAN 4 Bandung dalam Perjuangan Timnas Pelajar U-15

share to whatsapp




SMAN 4 Bandung

Timnas Pelajar U-15 binaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung sukses menjuarai "Badung International Football Championship". Timnas Pelajar U-15 yang diperkuat 13 siswa itu, berhasil menyabet juara I setelah mengalahkan tim Korea Selatan, Cina, Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Taiwan pada 19 - 27 Oktober 2019. Tim ini merupakan hasil seleksi nasional dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, NTB, Papua, dan Papua Barat.

Kesuksesan Timnas Pelajar U-15 ini tentu tidak diraih dengan mudah. Perjuangan dan latihan panjang mesti dilewati seluruh pemain. Salah seorang pemain, Richardo Kaka Izecson Youwe bercerita, ia dan rekan-rekannya mengikuti latihan setiap hari pukul 06.00 WIB.

“Latihan sesi pertama selesai pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan sesi berikutnya pada sore hari. Nah, pada jam di antara dua sesi latihan itu kami gunakan untuk belajar,” ungkap Youwe saat diwawancarai di SMAN 4 Bandung, Jln. Gardujati, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019).

Sedangkan pada Sabtu, lanjut Youwe, ia belajar di sekolah bersama teman-temannya yang lain. Timnas Pelajar U-15 ini, terdiri dari 16 siswa yang duduk di kelas X dan 4 lainnya masih menempuh pendidikan di SMPN 51 Bandung.

Manajer Timnas Pelajar U-15, Ray Manurung mengungkapkan, tim ini dibentuk untuk mengikuti turnamen sepak bola internasional khusus untuk anak muda atau yang dikenal dengan ajang IberCup. Bahkan, di turnamen yang digelar di Portugal tahun ini, Timnas Pelajar U-25 berhasil menduduki peringkat ketiga dan mendapatkan tiket untuk berlaga di IberCupElite. Kompetisi yang akan diikuti klub-klub profesional dunia tersebut, akan digelar di Portugal pada April 2020.

“Anak-anak fokus tinggal di asrama yang disediakan di Bandung. Mereka akan mendapat serangkaian program latihan. Tidak hanya dilatih untuk IberCup Elite, mereka juga disiapkan menjadi pemain bola profesional,” ujarnya.

Ray menyatakan, ia ingin anak-anak tidak hanya berlatih, tapi juga mendapatkan pendidikan yang cukup di sekolah. Kecerdasan pemain tentu menentukan kecerdikan pemain di lapangan. Berkaca dari ilmu sepak bola di Eropa, permainan bola kental dengan taktik strategi. "Sepak bola tidak lagi dari kaki ke kepala, tapi dari kepala ke kaki. Jika ingin dilirik klub Eropa maka anak-anak harus menguasai permainan cerdas,” tuturnya.

Perjuangan Timnas Pelajar U-15 ini tidak sia-sia. Selama bertanding di Portugal, sudah lima pemain yang didekati klub dari Inggris. Di ajang internasional di Bali pun, empat dari lima gelar pemain terbaik diambil pemain Indonesia.

“Potensi tersebutlah yang membuat saya terus mengupayakan semua jaringan untuk membantu program ini. Beruntung, Gubernur Ridwan Kamil berkenan meminjamkan lapangan yang bisa dipakai gratis,” ungkapnya.

Kepala SMAN 4 Bandung, Andang Segara mengaku tak ragu memberi mereka kesempatan belajar gratis di sekolahnya.

“Sejak 2018, Pemprov Jabar membuka program Sekolah Terbuka Juara. Sekolah Terbuka ini ada di beberapa SMA negeri, salah satunya SMAN 4 Bandung yang turut mendukung keberhasilan Timnas Pelajar U-15. Dengan program ini, kegiatan pembelajaran bisa harmonis dengan jadwal latihan,” ujarnya.

Andang mengungkapkan, SMAN 4 Bandung juga menyiapkan guru kunjung dan materi yang telah disediakan, baik berupa buku maupun file digital. Guru pun memberikan kemudahan dengan memberi tugas yang bisa dikirim secara daring. Sehingga, anak-anak fleksibel dan tidak terbebani dengan rutinitas sekolah.

Secara keseluruhan, sudah ada 246 siswa yang mengikuti Sekolah Terbuka di SMAN 4. Sekolah mengalokasikan Rp 500 juta setiap tahun untuk program ini, ditambah dana BOS dari pemerintah sebesar Rp 1.400.000 per siswa setiap tahun. "Peserta didik tak mengeluarkan biaya sepeser pun," tegasnya. (Disdik Jawa Barat)

;