GiGa Usung Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia

share to whatsapp




Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia

Saat ini perilaku penyimpangan seksual sudah marak terjadi. Kondisi tersebut menuntut berbagai pihak untuk dapat mencegah peningkatan angka dari penyimpangan seksual. Oleh karena itu GiGa sebagai bagian dari Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si ini berkaitan dengan pembangunan ketahanan keluarga yang fokus menangani permasalahan penyimpangan sosial dan seksual membuat eRTeKa atau Relawan Titian kebaikan. Fokus program ini adalah memberikan penguatan kepada penggiat keluarga agar mampu menjadi penggerak masyarakat melakukan pemberdayaan keluarga untuk membangun keluarga tangguh dan lenting.

Pemberdayaan dan pendidikan keluarga
Kegiatan eRTeKa GiGa di Bandung pada Kamis (22/08/2019) diawali dengan brainstorming atau pertemuan yang dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia. Ketua kajian pemberdayaan dan pendidikan keluarga, Prof. Ihat Hatimah ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 15 orang yang diantaranya merupakan mahasiswa UPI Departemen Pendidikan Masyarakat, anggota GiGa dan eRTeKa GiGa. Diskusi ini diawali dengan membahas mengenai kondisi LGBT, peran GiGa dan harapan kerja sama dengan GiGa khususnya eRTeKa melalui kajian.

Selanjutnya sebagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan siswa SMP adalah dengan adanya pembinaan kepada siswa SMP Harapan Teladan Bandung yang diikuti oleh 275 siswa. Dibagi menjadi 4 kelas dengan 4 narasumber dan fasilitator.

Sharing class
Selain itu diadakan juga kegiatan sharing class bersama guru dan pendamping siswa SMP dan SMA boarding Daarut Tauhiid. Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru pendamping putri. Fenomena LGBT dan penyimpangan sosial lainnya membutuhkan perhatian khusus sehingga tidak akan merusak generasi muda bangsa.

Maraknya kasus yang telah menelan banyak korban diharapkan dapat diminimalisir bahkan diharapkan dapat dihilangkan dengan adanya pemahaman dari siswa akan dirinya sendiri dan pengawasan dengan bimbingan penuh dari keluarga.

Dalam pelaksanaannya banyak siswa dan guru yang sedikit belum paham mengenai pendidikan seksualitas. Selain itu dari siswa sendiri pun banyak yang masih mengeluh mengenai beban yang mereka tanggung sebagai pelajar dengan adanya pembelajaran tambahan ataupun pekerjaan rumah lainnya. Beban tantangan dalam menghasilkan nilai yang memuaskanpun menjadi salah satu yang mereka keluhkan.

Di sisi lain ancaman permasalahan penyimpangan sosial dan seksual juga harus diperhatikan. Sehingga dengan adanya eRTeKa GiGa ini diharapkan dapat membantun dalam memberikan penguatan kepada penggiat keluarga agar mampu menjadi penggerak masyarakat melakukan pemberdayaan keluarga untuk membangun keluarga tangguh dan lenting.