Ditjen PAUD dan Dikmas Gelar Workshop Prasiaga PAUD Pendidikan Karakter

share to whatsapp




Workshop Pramuka PAUD Dikmas

Dalam rangka pengarusutamaan penguatan pendidikan karakter sejak usia dini guna membangun dan membekali anak usia dini agar menjadi insan yang berbudi pekerti luhur dan memiliki nilai-nilai kebangsaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen PAUD dan Dikmas bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan diskusi untuk menyempurnakan Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini melalui kegiatan workshop Prasiaga PAUD Pendidikan Karakter, di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 12 hingga 14 Agustus 2019, diikuti 2 Kepala Pusat PAUD dan Dikmas, 25 perwakilan Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas, dan 31 perwakilan Kwartir Daerah Pramuka se-Indonesia, dengan narasumber terdiri atas unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, tim penguatan pendidikan karakter dari Kemendikbud, Ditjen PAUD dan Dikmas, tim pengembang atau penyusun pedoman prasiaga yakni dari Kwartir Pramuka Daerah Jawa Barat, BP PAUD dan Dikmas  Bandung, serta HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat.

“Pengenalan nilai-nilai kepramukaan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif penguatan pendidikan karakter yang dimulai sejak usia dini. Melalui pengenalan nilai-nilai kepramukaan, anak diharapkan menjadi  warga negara Indonesia yang tangguh dan siap menjadi bagian persaudaraan umat manusia yang saling menguatkan dan saling hormat menghormati,”ujar Muhammad Hasbi, Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditemui di sela-sela workshop Prasiaga PAUD Pendidikan Karakter, di TMII, Senin (12/8/2019).

Pengenalan nilai-nilai kepramukaan bagi anak usia di bawah tujuh tahun, diungkapkan Muhammad Hasbi, merupakan inisiatif mandiri satuan PAUD yang disambut antusias oleh pemangku kepentingan PAUD. Hal ini, lanjutnya, membutuhkan dukungan baik dalam kerangka konseptual maupun praktis bagi para inisiator penyelenggaranya dan pemangku kepentingan yang akan menyelenggarakan pengenalan nilai-nilai kepramukaan di tingkat satuan PAUD.

Pembentukan karakter sejak usia dini, ditambahkannya, dapat dilakukan melalui pendekatan pendidikan Prasiaga dengan mengenalkan nilai-nilai kebangsaan, bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi kebinekaan, bertoleransi, saling menghormati, dan dapat mandiri pada saatnya nanti dengan menjadi warga negara Indonesia yang tangguh dan berbakti pada nusa dan bangsa.

Tujuan penyelenggaraan workshop ini, dijelaskannya, pertama, untuk mencermati, membahas, dan memberikan masukan terhadap Pedoman Prasiaga PAUD yang telah disusun dan dikembangkan oleh Kwartir Daerah Jawa Barat, HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat, dan BP PAUD Dikmas Provinsi Jawa Barat; kedua, menyiapkan rencana tindak lanjut, dan pengukuhan Prasiaga PAUD; dan  ketiga, menyosialisasikan gerakan Prasiaga PAUD untuk ditindaklanjuti di tingkat Kwarda dan Kwarcab.

Sedangkan hasil yang ingin dicapai, pertama, terkompilasinya materi sebagai masukan terhadap Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini; kedua,  tersusunnya rencana aksi sebagai tindak lanjut yang akan diimplementasikan di masing-masing daerah, dan; ketiga, terwujudnya komitmen terhadap pelaksanaan Pedoman Prasiaga di daerah masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas, Wartanto, pada saat pembukaan workshop menyampaikan  tentang pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini melalui kegiatan Pramuka. “Kalau kemarin kita hanya mengenal siaga, penggalang, penegak, pandega. Sekarang kita mencoba melaksanakan pendidikan karakter itu dengan memulainya sejak usia dini,” ujar Wartanto. “ Pada usia 6 tahun itu, anak paling mudah mencontoh, meniru, dan menghafalkan verbal, itu paling gampang. Di dalam prasiaga itulah, kita tidak meningkatkan tapi menanamkan budi pekerti atau pendidikan karakter. Penanamannya itu dari usia dini,” ungkap Wartanto.

Wartanto juga mengutarakan harapannya terhadap Prasiaga PAUD.  “Harapan kita semua setelah anak-anak ini penanamannya diberikan, nanti di dalam siaga SD, SMP, sampai ke atas, ini sudah punya pondasi yang kuat, sehingga harapannya ke depan selain mempunyai karakter positif yang bagus, budi pekerti, moral, anak-anak ini sudah siap untuk berkompetisi,”pungkas Wartanto.


share to whatsapp