Inilah Dua Tes UTBK yang Harus Diikuti Peserta SBPMTN 2019

share to whatsapp




Info SBMPTN 2019

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan model pendaftaran pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun  2019 berubah dibanding tahun lalu. Pada tahun ini, ada dua tes yang harus dilalui peserta SBMPTN, yakni tes potensi skolastik (TPS) dan tes kompetensi akademik (TKA).

Tahun sebelumnya, peserta SBMPTN pertama-tama mendaftar pada perguruan tinggi negeri (PTN) yang dituju, selanjutnya diberitahu tempat tes dan mengikuti tes apakah computer based test (CBT) atau paper based test (PBT).

Dan tahun ini siswa akan melalui dua tahap tes sesuai dengan kemampuan di bidangnya. Kedua tes tersebut di antaranya:

1. Tes potensi skolastik (TPS)
Tes ini untuk mengetahui potensi anak apakah ketika kuliah nantinya bisa selesai apa tidak, karena tidak ingin anak DO di tengah jalan. Dalam hal ini, TPS mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

2. Tes kompetensi akademik (TKA)
Tes ini untuk mengetahui anak tersebut cocok di bidang apa dengan nilai yang akan keluar lebih dulu. Pendaftaran SBMPTN akan dimulai Maret dan April, dimulai tes untuk mendaftar kuliah. TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi. TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Misal, si anak punya nilai 98, berarti cocok untuk prodi A. Sedangkan jika nilai 90, cocok untuk prodi B. Mahasiswa bisa menentukan sendiri sebelum memilih jurusan, sehingga sebaran anak lebih baik. Sementara tahun ini, adanya peningkatan pendaftaran SNMPTN. Pendaftaran SNMPTN sendiri diperpanjang, karena agar siswa tidak kehilangan kesempatan akibat masalah pendaftaran.