Informasi

Tiga Sekolah Kota Bandung Ikuti Lomba Sekolah Sehat 2018 Tingkat Jabar




Lomba Sekolah Sehat 2018 Tingkat Jabar

Tiga dari empat sekolah Kota Bandung akan berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Sekolah Sehat 2018. Ketiga sekolah tersebut antara lain TK St. Aloysius, SD Terpadu Krida Nusantara, dan SMKN 12 Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bangga dan mendukung penuh sekolah-sekolah tersebut untuk menjadi juara hingga ke tingkat nasional. Sebab menurutnya, kompetisi ini merupakan bagian dari pembinaan sekolah yang sehat. Dengan begitu, sekolah bisa menjadi wahana untuk menumbuhkan karakter yang unggul.

“Jika sekolah sehat, maka sekolah itu bisa mencetak generasi-generasi yang unggul,” ungkap Mang Oded, sapaan karib Wali Kota Bandung saat menerima tim penilai Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat di Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana, Jumat (23/11/2018).

Kolaborasi
Guna mendukung sekolah sehat ini, Wali Kota sudah sering mendorong seluruh jajarannya untuk senantiasa berkolaborasi. Tak hanya sebatas untuk kegiatan lomba, melainkan menjadi sebuah wujud komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip Trias UKS (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat) di sekolah.

“Kuncinya adalah kolaborasi. Mang Oded masih yakin dengan pilar kolaborasi yang diawali dengan inovasi dari semua stakeholder yang ada. Itu yang menjadi kekuatan,” ucap wali kota yang akrab disapa Mang Oded ini.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Barat, M. Hasanudin, kolaborasi dan komitmen pemerintah itu merupakan salah satu indikator utama yang menjadi perhatian para penilai. Sebab pemerintah memiliki andil besar dalam mewujudkan sekolah sehat yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, komponen teknis lainnya seperti kebersihan, kreativitas, dan karakter siswa juga tak luput dari penilaian.

“Kita melihat karakter anak, lingkungan sekolah juga. Hal yang utama adalah karakter, apakah kreatif, bisa diwawancara, dan sebagainya,” tutur Hasanudin.

Ia menambahkan, pemahaman seluruh warga sekolah akan pentingnya trias UKS juga penting. Dengan begitu, seluruh komponen sekolah bisa sama-sama mewujudkan nilai-nilai Trias UKS dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami percaya bahwa membangun lingkungan yang sehat itu dimulai dari sekolah. Setelah dari sekolah, diharapkan para siswa khususnya bisa mengimplementasikan itu di lingkungan masyarakat,” katanya.


share to whatsapp