Konferensi Musik Indonesia Festival dan Eksebisi 2019 Digelar di Gedong Budaya Sabilulungan

share to whatsapp




Konferensi Musik 2019 di Kabupaten Bandung

KAMI, Konferensi Musik Indonesia Festival dan Eksebisi 2019 digelar Sabtu, 23 November 2019 di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Kabupaten Bandung, berfokus pada tata kelola industri musik yang lebih adil dan berkelanjutan.

Konferensi dibuka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Dadang M. Naser dan Glenn Fredly, serta diisi tiga sesi diskusi yang mempertemukan aktor-aktor penting industri musik, dengan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sipil.

Penggagas KAMI, Konferensi Musik Indonesia, Glenn Fredly berharap, konferensi kali ini bisa menghasilkan momentum yang membuat industri musik yang adil dan berkelanjutan. Jika tata kelola industri musik dapat lebih baik, diharapkan musik juga bisa lebih efektif membantu sektor lainnya, seperti film, pariwisata hingga merajut perdamaian.

GBS menjadi lokasi perhelatan Konferensi Musik Indonesia yang kedua, sebelumnya diadakan di Ambon Maluku 7-9 Maret 2018 lalu, yang mendorong kesuksesan, hingga Ambon ditetapkan menjadi Kota Musik Dunia oleh UNESCO.

KAMI melalui Konferensi Musik Indonesia, akan terus berkomitmen menjadi ruang atau forum pemantik bagi kemajuan tata kelola musik tanah air yang akan selalu melibatkan pemerintah, pelaku musik tanah air, dunia usaha, pendidikan, serta lintas disiplin kreatif lainnya seperti film, fashion, arsitektur, sastra dll.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengungkapkan, musik mempunyai peran besar dalam menciptakan peradaban dunia, oleh karena itu pihaknya akan terus bersinergi dengan para pecinta musik, bertukar pikiran dalam berkreasi dan berinovasi serta merumuskan bagaimana mengembangkan potensi lokal, agar para seniman Kabupaten Bandung dapat meningkatkan eksistensinya baik pada skala Lokal, Nasional, maupun Internasional.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, fungsi musik ini beragam, selain untuk berekspresi sebagai kreativitas kebahagiaan juga untuk persatuan. Namun curahan hati para pemusik juga didengar, bahwa eksistensi dan kesejahteraan masih kurang. "Mudah-mudahan Jabar bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, karena sudah mempunyai Perda tentang Ekonomi Kreatif, untuk mendukung keberadaan musik, dan saat ini sedang dibangun Creative Centre, fasilitas bermusik dan lain-lain" tuturnya. (Diskominfo Kab. Bandung)