Informasi

Tips Belanja Busana di Toko Online Menjelang Lebaran





Berkembangnya media internet, juga mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online melalui marketplace. Dari survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan TI Sharing Vision pada Oktober-November 2017, hampir 80% responden memilih berbelanja online lewat marketplace. Animo belanja pun semakin meningkat saat bulan Ramadan.

Bahkan, sepanjang Ramadan, terutama pada jam-jam puncak, jumlah transaksi per menit menjadi lebih tinggi berkali-kali lipat dibandingkan dengan rata-rata transaksi biasanya. Tak heran bila para pelaku usaha marketplace atau mall online biasa membombardir iklan baik iklan online, media elektronik (TV/radio), ataupun media cetak. Adapun produk yang menjadi sasaran biasanya adalah gadget, produk kecantikan, serta fashion.

Lebih dari itu, momen Ramadan dan menjelang Lebaran, biasa banyak tawaran diskon dan promo-promo menggiurkan lainnya para calon pembeli. Kebiasaan belanja melalui media online memang lebih banyak menguntungan, salah satunya tak perlu berdesak-desakan layaknya belanja di pasar konvensional. Namun di lain sisi, dibutuhkan pertimbangan, ketelitian, dan hal lainnya saat Anda memutuskan belanja pakaian secara online.

Berikut ini beberapa tips saat Anda akan belanja busana di online shop:

1. Bijaklah dalam menentukan budget belanja
Dalam hal ini jangan "kalap" karena banyaknya tawaran promosi diskon dan promosi lainnya. Anda harus bisa menahan diri untuk memilih dan memilah pakaian mana yang benar-benar Anda butuhkan. Jaga pula isi dompet, kartu ATM (debit), dan kartu kredit Anda jangan sampai jebol.

2. Belilah pakaian sesuai ukuran
Tidak semua baju memiliki ukuran yang sama. Terkadang beda merek, beda pula ukurannya. Perhatikan tabel ukuran yang disediakan situs belanja online. Atau Anda bisa langsung tanya pada layanan nomor/email customer service. Juga, sebelum membeli baju, sebaiknya ukurlah badan Anda. Hal ini sangat berguna jika ingin membeli baju online agar baju yang dikirim pas dengan ukuran tubuh Anda.

3. Lihat ketentuan toko online
Setiap toko online memiliki aturan yang berbeda-beda terkait cara pembelian. Sebelum berbelanja, coba luangkan waktu untuk membaca semua syarat dan ketentuan.  Cari informasi mengenai pengiriman, metode pembayaran yang tersedia, dan cara pengembalian barang. Jangan sampai Anda menyesal karena merasa dibohongi oleh toko online tersebut akibat kelalaian Anda tidak membaca syarat dan ketentuan di OL shop tersebut.

4. Lihat testimoni pembeli lain
Dalam hal ini, pilihlah toko online yang terpercaya. Jangan sampai timbul masalah di kemudian hari. Kredibilitas penjual bisa dilihat dari banyaknya komentar atau testimoni dari pembeli (biasa diberi tanda bintang 1 s.d. 5). Bila banyak yang puas atau sangat sedikit komplain, bisa dipertimbangkan untuk jadi pilihan Anda membeli di toko online tersebut. Lihat juga respons si penjual saat ada keluhan dari pembeli. Ini bisa menunjukkan ukuran standar layanan toko online tersebut. Anda pun bisa meminta rekomendasi dari teman atau keluarga yang telah membeli di salah satu toko online.

5. Lihat rincian produk yang akan dibeli
Kadang-kadang sulit untuk melihat detail kain secara online, ini yang dapat membuat kita kapok belanja online. Dimana barang yang ada di display online jauh beda kualitasnya dengan barang yang dikirim. Penting untuk membaca komposisi kain di situs dan menggunakan zoom dan layar terang jika tersedia. Tanyakan sedetail mungkin kepada pengelola toko online tersebut. Bila perlu, Anda pun bisa membandingkan dengan toko online sebelah. Hal ini baik dari segi harga maupun bahan.

6. Siapkan pembayaran
Di zaman sekarang, kemudahan transaksi online semakin mudah. Baik melalui SMS banking, internet banking, transfer ATM, di jaringan minimarket, bahkan cicilan kredit sekalipun. Pilih yang menurut Anda mudah dan nyaman. Jangan lupa simpan struk pembayaran untuk bukti Anda.

7. Perhatikan kesibukan pengiriman barang menjelang Lebaran
Menjelang Lebaran, biasanya pengiriman barang melalui perusahaan ekspedisi  mengalami peningkatan kurang lebih 30 hingga 40 persen. Akibatnya pengiriman barang melalui jasa ekspedisi mengalami keterlambatan jika dibandingkan hari biasa. Keterlambatan tersebut biasa terjadi akibat banyaknya konsumen yang berbelanja di e-commerce.