Informasi

Disdik Kota Bandung Gelar Traditional Art Goes di Sekolah Dasar




Traditional Art Goes Disdik Kota Bandung

Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana memberi sambutan pada kegiatan Traditional Art Goes to School di SDN Rancaloa, Jln. Cipamokolan No. 62, Bandung, Jumat, (11/05/18).. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Daerah No.05 tahun 2012 tentang Pelestraian Seni Tradisional serta Perwal No. 059 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung. Untuk mewujudkannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Wangsit Enterprise mengadakan pagelaran seni budaya ruang publik khususnya di sekolah dasar yang berada di Kota Bandung.

Ada pun sekolah dasar yang mengikuti kegiatan ini adalah
1. SDN Cikutra, Senin 7 Mei 2018
2. SDN Ujung Berung, Selasa 8 Mei 2018
3. SDN Cicabe, Rabu 9 Mei 2018
4. SDN Rancaloa, Jumat 11 Mei 2018
5. SDN Sejahtera, Sabtu 12 Mei 2018
6. SDN Banjarsari, Senin 14 Mei 2018

Tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tim Wangsit Enterprise, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Yayat Karyati Liestiani, para pengawas, Kepala Sekolah, guru serta sekitar 1.500 peserta didik di lingkungan SDN Rancaloa hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut ditampilkan berbagai pagelaran khususnya yang mengusung pada kesenian sunda diantaranya: Calung Bentar Nasional, Wayang Golek Interaktif, Calung Gojeh Tradisional, dan lain lain.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung mengharapkan agar kegiatan ini menjadi inspirasi dan inovasi bagi kepala sekolah dan guru. Sehingga, menjadikan anak-anak berkarakter dan cerdas.

"Anak yang cerdas tidak hanya diukur dari nilai akademik saja namun juga potensi lain" ungkapnya.

Sementara Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik, Yayat Karyati berharap dengan diadakannya kegiatan ini mendorong siswa untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

”Mudah-mudahan anak didik kita semakin mencintai kebudayaan daerah, sehingga tidak tergeser oleh kebudayaan modern maupun kebudayaan asing, "tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan agar kegiatan ini tidak saja menjadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan.

"Yang penting semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan namun juga menjadi tuntunan kita semua,” tegasnya. *Niradea-Scars– Disdik Bandung