Informasi

2.642 Peserta Ikuti UNPK Berbasis Komputer




UNPK Berbasis Komputer Disdik Kota Bandung

Sebanyak 2.642 peserta mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) berbasis komputer tahun pelajaran 2017/2018 Paket C yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung selama empat hari mulai Jumat (27/4) hingga Senin (30/4).

Berselang sepekan, ujian nasional (UN) Paket B yang rencananya dikuti sebanyak 1.311 peserta akan dilaksanakan pada Kamis (4/5) hingga Minggu (7/5). “Alhamdulillah hari pertama UN Paket C berjalan dengan lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana didampingi Kepala Bidang PP PAUD Dikmas Abdul Gaos.

Elih mengatakan, ujian nasional ini dilaksanakan berbasis komputer seperti halnya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan SMP kemarin. Ribuan peserta Paket C yang mengikuti ujian nasional tersebar di 30 lokasi SMP, SMA, dan SMK.

“Kami menggunakan fasilitas komputer yang ada di berbagai sekolah di Kota Bandung. Sehingga ujian 100 persen berbasis komputer atau UNBK,” jelasnya.

Sedangkan untuk ribuan peserta Paket B yang mengikuti ujian nasional tersebar di 24 lokasi. Seperti halnya lokasi ujian Pakert C, tempat yang digunakan untuk ujian menggunakan fasilitas komputer sekolah yang ada di Kota Bandung. “Ujian Paket B pun 100 persen berbasis komputer,” katanya.

Terakhir, kata dia, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Paket A diikuti sebanyak 418 peserta. Sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ujian menggunakan format terbaru untuk tahun 2018 bagi jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

Untuk USBN jenjang SD, 75 sampai 80 persen soal akan disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan. Rumusan soal itu lalu dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG).

USBN jenjang SD di tahun 2018 hanya mengujikan tiga mata pelajaran. Yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Sebanyak 90 persen soal akan berjenis pilihan ganda, dan 10 persen berbentuk esai.

Dalam keterangan beberapa waktu lalu, Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, untuk naskah soal ujian pelajaran siswa SD lainnya, seperti PPKN, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olah raga, seluruhnya akan disiapkan pihak sekolah masing-masing.

Sementara untuk materi USBN jenjang SMP, SMA, SMK akan mengujikan seluruh mata pelajaran. Dengan demikian, tidak ada lagi pelaksanaan ujian sekolah di jenjang ini. Komposisi soal ujian juga 90 persen pilihan ganda dan 10 persen esai. Format USBN ini juga berlaku untuk Pendidikan Luar Biasa dan Pendidikan Kesetaraan pada jenjang tersebut.

Sekitar 75 hingga 80 persen materi naskah soal pada USBN jenjang SMP, SMA, dan SMK juga disiapkan oleh guru pada satuan pendidikan. Kemudian, materi itu dikonsolidasikan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Hasil penyusunan materi USBN jenjang SMP, SMA, dan SMK, yang melibatkan para guru itu, lalu dikombinasikan dengan 20-25 persen soal yang disiapkan oleh pusat atau Kemendikbud,” katanya.

"Soal itu kemudian diperiksa dan dirakit bersama oleh KKG atau MGMP, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan. Standar dan kisi-kisi ditetapkan oleh BSNP,” pungkasnya.