Informasi

Kemendikbud Gelar Apresiasi Komunitas Budaya Nusantara 2018




Apresiasi Komunitas Budaya Nusantara 2018

Sebagai wujud memberikan apresiasi terhadap hasil karya dari para komunitas budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan acara “Apresiasi Komunitas Budaya Nusantara”. Acara tersebut digelar pada tanggal 24 s.d. 25 Maret 2018, di Mall Bintaro Xchange, Tangerang Selatan.

“Ini momen yang luar biasa bahwa seni tradisi kita hadir di tempat yang mungkin tidak biasa, yaitu di pusat perbelanjaan. Saya mengapresiasi kepada pengelola pusat perbelanjaan ini yang telah memberikan ruang kepada seni tradisi untuk tampil,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, pada pembukaan acara tersebut.

Hilmar mengatakan, pada penyelenggaraan terbuka di pusat perbelanjaan ini menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi para komunitas budaya untuk tampil dan disaksikan secara langsung oleh para pengunjung. “Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung bagaimana seni tradisi ini terus dikembangkan oleh para komunitas budaya di berbagai daerah,” tuturnya.

Gelar acara yang diselenggarakan ini mengangkat tema “Merajut Kerangaman melalui Ekspresi Komunitas Budaya”. Dengan tema tersebut diharapkan para komunitas budaya dapat mengekspresikan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya berharap dapat lebih banyak lagi pusat-pusat berbelanjaan mau berpartisipasi seperti acara hari ini dengan membuka ruang di akhir pekan penyelenggaraan seni dan budaya. Untuk penyelenggaraannya dapat dikerjasamakan dengan kami di kementerian,” ajak Hilmar.

Hal sama juga disampaikan Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Nono Adya Supriyatno. “Mudah-mudahan ini akan menjadi awal dan akan terus berlanjut tampilnya seni-seni tradisi hadir dalam ruang publik seperti ini. Mudah-mudahan tidak hanya di sini, tetapi juga di ruang publik lainnya,” harapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari Program Bantuan Pemerintah (Banpem) Fasilitasi Komunitas Budaya di Masyarakat (FKBM) yang telah berjalan sejak tahun 2012. Banpem telah diberikan kepada 1.760 Komunitas Budaya, dan 21 Komunitas Budaya yang mendapatkan bantuan tersebut tampil pada acara ini.

Peserta yang hadir berjumlah 258 peserta dari seluruh Indonesia, dengan dua rangkaian kegiatan yakni pementasan karya budaya tradisional dan kontemporer, serta diskusi terpumpun atau FGD. Penyelenggaraan FGD diikuti oleh 90 peserta, dengan tujuan untuk menjaring masukkan untuk perbaikan kualitas komunitas budaya, diantaranya pengelolaan atau manajemen seni pertunjukan dan substansi dari materi seni budaya itu sendiri.